Gadis Penipu Terjerat Cinta Mantan

Gadis Penipu Terjerat Cinta Mantan
Bab 26 - Teman masa kecil


__ADS_3

Keesokan harinya Kalina tengah membantu Ibu Rosni memasak untuk sarapan anak-anak, ya porsinya memang lumayan banyak terhitung hampir 30 han anak-anak yang usianya di bawah lima belas tahun tinggal di panti ini, sisanya ada yang sudah bisa bekerja dan membiayai hidup sendiri, yang se-usia Kalina hampir semua sudah memiliki keluarga sendiri, karena mereka cukup beruntung ada yang mau mengadopsi dan merawat mereka.


Kalina, bukannya tak ada yang ingin mengambilnya dari panti ini, namun dia sendiri yang menolak, karena dia sudah menganggap orang-orang disini sebagai keluarganya dan Ibu Rosni sebagai Ibunya.


'*Apa yang sedang Kevin lakukan sekarang ya? Orang itu pasti masih tidur, atau jangan-jangan dia tidur bareng Mbak Kelly?' seketika rasa cemburu kembali menghinggapi hati Kalina.


'Ayolah Lin, Mbak Kelly juga Istrinya Kevin itu hal yang wajar jika Kevin tidur dengannya.' Kalina berusaha menepis pikiran buruk di kepalanya, namun itu semakin membuat hatinya tak karuan.


'Apa sebaiknya aku kembali saja ke-rumah Kevin*?'


"Lin, kalau kerja itu jangan sambil ngelamun, nanti kamu terluka." Tegur Ibu Rosni sambil merebut pisau dari tangan Kalina.


"Eh, ma-maaf Bu, Lina tadi mikirin kerjaan takutnya gak ada yang bisa menghandle kerjaan Lina." Kalina memberi alasan sekenanya.


"Oh gitu, terus gimana kamu mau balik kerja lagi sekarang?" tanya Bu Rosni.


Kalina menoleh, "emh, kayanya Ia Bu. Lina gak enak kalau harus nibanin kerjaan ke orang lain."


"Ya udah, setelah sarapan baru kamu berangkat." Ucap Ibu Rosni sambil tersenyum.


Ojek online yang Kalina tumpangi berhenti tepat di depan gerbang rumah Kevin, dia tidak bilang pada Kevin akan pulang ke rumah hari ini, Kalina mengetukkan kunci gerbang dua kali, hingga seorang satpam datang menghampiri.


"Nyonya!" Pekiknya, satpam itu langsung membuka-kan pagar, "selamat datang kembali Nyonya."


"Terima kasih, apa Tuan pergi kerja?" tanya Kalina.


"Saya tidak tahu Nyonya, saya baru menggantikan penjaga yang bertugas tadi malam."


"Oh, gitu. Kalau begitu saya permisi dulu Pak." Kalina berjalan dengan langkah pelan, sebetulnya dia ingin memberi kejutan pada Kevin, "apa dia akan senang ya, kalau tahu aku pulang cepet," gumam Kalina pelan.


"Kenapa kamu bawa lagi sup nya?" terdengar suara Kelly dari arah dalam.

__ADS_1


"Maaf Nyonya, Tuan menolak makan sejak semalam. Padahal beliau demam," jawab sang pelayan sopan.


"Hah Kevin demam, apa karena kepalanya kejatuhan mangga kemarin?" gumam Kalina pelan.


"Kamu sudah panggil dokter?" tanya Kelly terdengar khawatir.


"Sudah Nyonya, sebentar lagi Dokter Abran akan datang."


"Baiklah, berikan itu padaku. Aku yang akan membawakan makanannya, biar aku paksa dia makan." Ujar Kelly sambil beranjak, seketika Kalina bersembunyi di balik dinding, dia mengintip Kelly yang berjalan menjauh sambil membawa nampan di tangannya.


"Nyo--," ucapan pelayan yang kebetulan lewat di depan Kalina seketika terhenti, saat dia memberi Isyarat dengan jari telunjuknya agar pelayan itu diam. Pelayan itu pun langsung mengangguk mengerti dan berlalu pergi.


Brak...! Kelly menaruh nampan itu di atas nakas dengan kasar, "makan!" ucapnya.


Kevin menoleh, "sudah aku bilang aku tidak mau, nanti kalau lapar aku akan makan sendiri."


Kelly mengambil piring tersebut, lantas duduk, "buka mulutmu!" Kelly menyodorkan sendok di depan mulut Kevin, yang hanya di tanggapi dengan tatapan datar oleh pria itu.


"Sudah ku bilang aku tidak mau!" Bentak Kevin, dia menepak piring yang di pegang Kelly hingga piring beserta isinya tersebut jatuh berhamburan ke lantai.


"Kamu benar-benar keterlaluan Vin! Aku datang kesini karena peduli padamu, tapi kau," Kelly menggeleng tak percaya.


"Aku sudah bilang aku tidak mau, tapi kau memaksa," keluh Kevin sembari membuang muka.


Kelly berdecak kesal, "mulai sekarang aku tidak akan peduli lagi padamu, terserah kau mau hidup atau mati." Dia beranjak keluar kamar Kevin dengan wajah menahan amarah.


Tampak Dokter Abran yang pelayannya panggil tadi tengah mengobrol dengan seseorang, "kamu Lina kan?"


"Aban? Kamu Aban?" tanya Kalina tak percaya, dia berjalan mengelilingi Dokter Abran menilik pria itu dengan wajah tak percaya.


"Iya Lin, aku Aban." Ucapnya mengiakan.

__ADS_1


"Kamu jadi Dokter, wih hebat Ban. Kamu sekarang jadi orang yang sukses." Kalina menepuk lengan bagian atas Dokter Abran.


"Haha Ia Lin, aku bersyukur banget. Maaf ya, aku belum sempat ke panti untuk bertemu Ibu, oh ya kamu ko bisa ada disini?" tanya Abran penasaran.


"Eh, emh aku... Aku kerja disini." Jawab Kalina.


"Kerja? Kerja apa?"


"Jadi pelayan lah, apa lagi." Jawab Kalina sambil tersenyum canggung. Matanya menangkap tatapan mata Kelly yang kini tengah menatap tajam ke arahnya sambil melipat tangan di dada.


'Mbak Kelly, duh mampus aku. Apa dia akan bilang ya sama Aban kalau aku jadi Istri ke-duanya Kevin?' Kalina menggigit bibir bawahnya sambil menunduk, tak berani membalas tatapan Kelly.


"Dokter Abran, Pak Kevin sudah menunggu di dalam." Ucap Kelly.


"Oh Iya Bu, maaf tadi saya malah ngobrol sama temen saya. Lin, aku masuk dulu ya, nanti kita ngobrol lagi." Kalina mengangguk sebagai jawaban.


Kelly berjalan mendekat, dengan ekspresi sedikit mencibir, "jadi kamu dan Dokter Abran adalah teman?" tanyanya.


"Emh, Iya Mbak! Dulu dia seperti saya tinggal di panti asuhan juga, tapi dia beruntung mendapat keluarga baik yang mau mengadopsi dan merawatnya." Jawab Kalina.


"Oh gitu. Bagaimana ya reaksi Kevin kalau dia tahu kamu punya kenalan cowok, mana ganteng lagi, seorang Dokter pula." Kelly memanasi.


"Aku dan Abran cuma temen masa kecil ko Mbak, lagian kami juga baru bertemu lagi setelah belasan tahun." Ralat Kalina.


"Ya, intinya Dokter Abran dan kamu sudah saling mengenal sejak lama. Apa kamu tidak ingin mengenalkan siapa suami kamu pada teman masa kecil kamu? Dia pasti akan merasa bahagia juga jika mengetahui kamu menikah dengan seorang pengusaha sukses seperti Kevin." Kalina melebarkan mata seketika.


"Tidak Mbak, tolong jangan katakan apa pun pada Aban, aku tidak ingin siapa pun tahu soal pernikahanku dengan Kevin, aku tidak ingin berita ini sampai ke telinga Ibu-ku." Ucap Kalina dengan raut khawatir.


Kelly memutar bola mata malas, Pelakor yang satu ini memang agak lain dari yang lain. Biasanya Pelakor yang lain akan berusaha sangat keras agar statusnya bisa di akui, tapi Kalina dia justru tak ingin orang lain tahu jika dia sudah menikah, bahkan dia juga tak ingin Kevin menyentuhnya.


'Jadi mungkin karena ini Kevin bisa jatuh cinta pada wanita ini. Kepribadiannya yang langka, dan kemampuannya untuk menjaga kehormatan dirinya, dia sangat berbeda dariku, aku bahkan sanggup memberikan segalanya hanya untuk mendapatkan pria yang aku inginkan, yang sejatinya bahkan tak pernah bisa menerima diriku dalam hati mau pun hidupnya.'

__ADS_1


__ADS_2