Gadis Penipu Terjerat Cinta Mantan

Gadis Penipu Terjerat Cinta Mantan
Bab 49 - Serpihan luka


__ADS_3

Bruk...


Kenan menghempaskan dirinya di sofa, tubuhnya sangat lelah sehabis membersihkan seluruh rumah ini.


"Haish, aku menyesal membeli rumah ini, keadaan rumah ini benar-benar berantakan." keluhnya.


"Sudahlah Nan, kenapa kamu selalu mengeluh, sana beli bahan makanan, aku akan masak." Dengan segera Kenan bangkit lantas berlalu.


Seketika ekspresi wajah Kalina berubah, pikirannya melayang pada orang yang telah Ia tinggalkan.


'Vin, kamu lagi ngapain? Apa kamu sudah tahu aku pergi? Aku benar-benar minta maaf Vin, bukannya aku tidak yakin pada cintamu, tapi aku tidak yakin pada diriku sendiri, cinta yang aku miliki mungkin tidak sebesar cintamu, hingga aku tak bisa mengorbankan apa pun yang aku miliki, apa lagi keluargaku.'


...----------------...


Di tempat lain.

__ADS_1


Keadaan rumah Kevin tampak berantakan terlihat seperti habis kena gempa atau di terpa angin ribut, suasana begitu mencekam, pecahan kaca berserakan dan dua orang penjaga tergeletak di lantai dengan wajah babak belur seperti habis di pukuli.


"KATAKAN PADAKU KEMANA KALINA PERGI?!" api kemarahan di matanya berkobar. Namun, tak ada satupun yang berani menjawab, mereka hanya berdiri merapat ke dinding takut walau hanya berkedip sekali pun.


"APA SEMUA ORANG DI RUMAH INI SUDAH TULI?! KENAPA TAK ADA SATU PUN YANG MENJAWAB PERTANYAANKU? KEMANA KALINA PERGI?!" teriaknya penuh amarah.


"Ini pasti ulah kamu kan?" tuding Kevin pada Kelly yang berdiri dengan tubuh gemetar di dekat sofa. Dia menatap ngeri pada Kevin.


"Aku tidak melakukan apa pun Vin, aku tidak tahu Kalina pergi kemana," jawab Kelly dengan pandangan menunduk.


"Baca itu!" bentaknya, "mana mungkin Kalina menulis pesan begitu padaku, itu tidak mungkin!"


Kelly meraih kertas tersebut dan membuka lipatannya. Pesan yang tertera di sana berbunyi.


...Teruntuk Kevin. Aku minta maaf karena aku pergi tanpa pamit, karena jika aku pamit kamu pasti akan mencegahku pergi hehe. Kevin, aku sadar aku tidak bisa hidup denganmu secara normal, aku sadar ternyata apa yang aku rasakan untukmu itu bukan cinta, mungkin hanya karena rasa terima kasihku karena kamu sudah membiayai panti tempatku bernaung. *Kevin aku ingin kamu melupakan aku, jangan mencoba untuk mencariku, mungkin saat kamu menerima pesan ini aku sudah pergi jauh. Mengenai anak ini, aku akan merawatnya dengan baik, kamu tenang saja, yang jelas aku tidak ingin bersamamu lagi, asal kamu tahu aku merasa tertekan setiap harinya, aku ingin hidup bebas. Aku ingin menjadi wanita biasa, yang di cintai dengan cara biasa, oleh orang biasa juga, bukan seorang Kevin Alterio, pemilik perusahaan besar. Berbahagialah dan lupakan seorang Kalina Oktavia, mulai sekarang kita hanya pernah menjadi teman SMA. Mengenai pernikahan, kita hanya menikah secara Agama jadi setelah beberapa bulan dengan sendirinya kita akan berpisah secara sah, jagalah diri baik-baik, ingat! jangan mencariku karena aku tidak ingin lagi bersamamu!...

__ADS_1


^^^Dari: Kalina*!^^^


Kelly menelan saliva-nya dan melipat kembali kertas tersebut.


"Kau lihat, apa mungkin Kalina menulis surat itu untukku? Aku benar-benar tidak percaya," Kevin mendengus kasar, dia menyisir rambutnya ke belakang dengan gusar.


"Kamu yang lebih tahu tulisan Kalina di banding aku Vin, sebaiknya kamu periksa sendiri!" Kelly menyerahkan kembali surat itu ke telapak tangan Kevin.


"Kamu juga tahu kalau selama ini Kalina selalu ingin pergi dari rumah ini, kamu yang memaksanya tetap tinggal dan mengandung anakmu, selama ini kamu selalu menutup mata akan hal itu Vin. Mungkin, memang dia tidak pernah mencintaimu." balas Kelly sengit.


"Diam!" bentaknya kesal, tentu saja Kevin tak terima dengan perkataan yang keluar dari bibir Kelly, "jangan pernah katakan itu lagi, kalau kau tidak ingin menyesalinya!" ucap Kevin penuh penekanan.


Kelly hanya menatapnya dengan pandangan datar, "aku akan menyelidiki ini dengan jelas, kalau sampai aku tahu kamu terlibat dengan kepergian Kalina, aku tidak tahu apa yang bisa aku lakukan terhadapmu! Setelah kepergian Kalina, aku sadar semua ini tidak ada artinya lagi!"


Kevin berlalu dengan langkah gontai, Brak...! Dia menutup pintu kamarnya dengan kasar.

__ADS_1


__ADS_2