Gadis Penipu Terjerat Cinta Mantan

Gadis Penipu Terjerat Cinta Mantan
Bab 31 - Baju haram


__ADS_3

Kalina mengalihkan pandangan ke arah lain, "aku tidak mengerti maksudmu."


Kevin mendengus kasar, "jangan pura-pura bodoh Lin, kau cukup dewasa untuk mengerti apa yang aku maksud." Kevin menatap aneh pada Kalina.


"Se-sepertinya kau sedang lelah Vin, a-aku akan membuatkan-mu susu." Kalina hendak beranjak namun pundaknya di tahan Kevin, membuat tubuh gadis itu tertahan di tempat.


"Jangan selalu menghindar Lin, aku juga punya batas kesabaran." Kevin masih melayangkan tatapan aneh, membuat darah Kalina berdesir seketika, Saliva Ia telan merasai kerongkongannya terasa kering tiba-tiba.


"A-aku belum siap Vin, a-aku ma-masih be-lum siap." Hanya kata itu yang bisa Kalina ucapkan dari bibirnya.


Kevin tersenyum sinis, kecemburuan membuat dia jadi begini, apa lagi di tambah perkataan Kelly tadi, "lepaskan aku Vin, aku tidak ingin melakukannya sekarang." Kalina berusaha mendorong tubuh Kevin yang condong kearahnya.


"Kau tidak ingin, tapi aku ingin. Lin, menolak keinginan suami itu adalah dosa." Kevin mengingatkan.


"Kau baru saja dari kamar Mbak Kelly," Kevin mengangkat ujung alisnya.


"Kau cemburu?" Kevin menilik ekspresi wajah Kalina.


"Tidak." Dalihnya.


"Kau cemburu Lin, aku tahu itu." Kevin tersenyum senang, dia melepaskan tangannya dari pundak Kalina, dia beralih duduk di samping Kalina.


"Lin, aku ingin menjelaskan perihal hubunganku dengan Kelly. Aku dan dia sekarang hanya berteman, kami tinggal serumah karena terikat hubungan pernikahan, dia sudah punya orang yang dicintainya, mungkin pada waktunya nanti kami akan berpisah secara baik-baik, jadi aku mohon jangan terus menolak ku, Lin. Aku mencintaimu, sayang." Kevin menangkap pipi Kalina, menatap manik mata hitam kecoklatan tersebut.


Kalina mengalihkan pandangan ke arah lain, "mungkin itu hanya alasan Mbak Kelly saja," dia tak ingin mempercayai perkataan Kevin, Kalina tahu betul saat datang kemari Kelly bilang dia paling mencintai Kevin lebih dari siapa pun.


"Aku mendengar percakapannya di telpon, dia teman kuliah kami dulu. Jadi aku tahu orangnya, dia menyukai Kelly sejak dulu." Terang Kevin.


Kalina hanya diam, dia masih enggan percaya pada kata-kata Kevin, dia takut jika dia percaya maka kemungkinan untuk kecewa itu jauh lebih besar.


"Lin, tolong percayalah." Kevin menggengam tangan Kalina, mangarahkan wajah gadis itu menatap kearahnya.


"Tatap mataku, Lin. Apa disini terlihat bahwa aku tidak tulus padamu, apa disini tertulis bahwa aku akan mencampakanmu? Lin, aku tahu kamu takut dengan posisimu sekarang, tapi sayang sampai kapan pun dalam keadaan apa pun, kamu selamanya akan menjadi Istriku. Aku tidak akan ragu, untuk menghadapi siapa pun yang berani menentang hubungan kita."


Kalina melepaskan genggaman tangan Kevin, "kamu terlalu berlebihan Vin, bagaimana aku bisa melihat kamu tulus atau tidak dari bola matamu."


"Karena kamu melihatnya dengan mata, bukan dengan hati." Jawab Kevin.

__ADS_1


"Sekarang, aku tanya sekali lagi. Apa kamu mau menyerahkan dirimu, padaku?"


Kalina terdiam seketika, tenggorokannya serasa tercekat. Jantungnya berdegup dengan cepat.


"Lin?" tanya Kevin lembut, namun penuh pekasaan, "sayang, aku tidak akan memaksa, jika kamu memang belum siap, hanya saja jangan terus mendorongku menjauh darimu. Karena dalam hidupku, satu-satunya wanita yang aku cintai hanya kamu."


Kevin beranjak, namun langkahnya terhenti karena Kalina menggenggam tangannya, Kevin menoleh, "baiklah," jawab Kalina setengah berbisik.


"Baiklah apa?" Kevin tersenyum samar, dia pura-pura tidak mengerti arti kata-lata Kalina, sengaja agar wanita itu mengulangi kata-katanya.


"Ya itu, yang tadi kamu bilang. A-aku siap." Kalina memperjelas perkataannya dengan wajah tertunduk malu.


Kevin terkekeh pelan, "oke, emh... Aku punya hadiah untukmu. Tapi sebenarnya bukan untukmu sih, tapi untukku." Gumamnya seraya berlalu.


Kalina mengernyitkan dahi merasa bingung dengan ucapan Kevin. Tak lama kemudian, pria itu kembali dengan sebuah paper bag di tangannya, dia memberikannya pada Kalina.


"Pakai ini!" ujarnya sambil berdehem pelan.


"Apa ini?" tanya Kalina seraya menilik isi paper bag tersebut.


"Jangan di lihat disini, pokonya, kamu harus memakainya." Kevin mendorong Kalina masuk ke-ruang ganti.


"Hah, dasar aneh." Keluh Kalina, dia merogoh isi paper bag tersebut dan mengeluarkannya.


Mata Kalina seketika terbelalak, melihat pakaian yang Kevin suruh Ia mengenakannya, "apa-apaan ini?!" Kalina menatap ngeri baju jaring tipis dengan renda di bagian dadanya. Di tambah sepasang pakian dalam dengan pita merah muda di samping dan belakangnya.


"Vin, baju apa ini?" pekik Kalina kesal.


"Pakai saja sayang dan perlihatkan padaku."


"Aku tidak mau!" Tolak Kalina.


"Lin, please!"


"Tapi aku malu Vin, masa Ia aku pakai baju beginian depan kamu." Keluh Kalina.


"Aku suami kamu, jadi kamu gak usah malu. Ayo buruan pakai, aku nunggu kamu nih."

__ADS_1


"Sial!" Pekik Kalina kesal, Kevin hanya cengengesan sambil tidur terlentang di atas ranjang.


"Vin, malu ah." Suara Kalina terdengar lagi, dia sepertinya merasa ragu untuk mengenakan pakaian tersebut di depan Kevin.


"Gak usah malu, ayo buruan keluar!" Desak Kevin, dia mulai kesal.


Klek...


Pintu terbuka, refleks Kevin langsung menatap sejurus.


Deg... Jantungnya berdegup cepat, Saliva Ia telan, matanya seolah enggan berkedip, menatap Kalina yang memakai pakaian transparant yang dia belikan membuat Kevin terpana sekaligus terpaku di tempat.


"V-vin, a-aku ganti ya. Sumpah aku malu banget," Kalina berdiri dengan posisi berkerut, hingga tonjolan dadanya tampak menyatu.


Kevin memejamkan mata, sial adik kecilnya langsung bereaksi. Sebetulnya Kevin juga malu, ini kali pertamanya dia melihat wanita setengah telanjang dalam keadaan sadar.


Ehem, 'Ayolah Kevin, kau itu seorang pria kau seharusnya tidak gugup begini. Ini kesempatan yang akan sulit kau dapatkan lagi, jika tidak sekarang kapan lagi.' Gumam Kevin dalam hati.


"Kemarilah, untuk apa malu." Kevin mengulurkan tangan meminta Kalina mendekat.


Walau enggan Kalina tetap mendekat, dia duduk di samping Kevin dengan canggung. Kevin tersenyum lembut dengan pandangan sayu, "kamu sangat cantik sayang, kedepannya, aku ingin setiap malam kamu mengenakan pakaian seperti ini saat kita tidur."


"Apa?!" Pekik Kalina terkejut, kali ini saja Kalina harus menahan rasa malunya dengan ekstra, apa lagi tiap malam dia harus mengenakan pakaian begini, harus setebal apa wajahnya agar tidak merasa malu, "kamu gila ya Vin, masa aku harus pake baju beginian tiap malam, aku gak mau." Tolak Kalina.


"Sayang, seiring berjalannya waktu kamu akan terbiasa." Kevin menenangkan.


"Ayolah, aku mohon. Aku sudah beli banyak di lemari, akan jadi sia-sia kalau tidak di pakai." Kevin terkekeh.


Plak...


Kalina menggeplak lengan Kevin karena kesal, "jadi kamu udah persiapan selama ini, dasar mesum!"


"Gak papa dong mesum sama Istri sendiri," ucapnya membela diri.


"Emang gak papa sih, tapi aku tetep kesel." Keluh Kalina.


"Biar keselnya ilang, ayo kita mulai."

__ADS_1


Hmp...Belum sempat Kalina berucap bibirnya sudah lebih dulu di sergap Kevin, membuat Kalina mengurungkan niatnya untuk berujar.


Aku akan menyerahkan seluruh hidupku padamu Vin, meski aku tidak tahu apa yang aku lakukan ini benar atau salah. Meski rasa takut terus menghantui, aku akan mencoba untuk percaya padamu.


__ADS_2