Gadis Penipu Terjerat Cinta Mantan

Gadis Penipu Terjerat Cinta Mantan
Bab 62 - Terbongkar


__ADS_3

Brak... Frang...


Suara benda pecah di iringi teriakan kemarahan menyambut kedatangan Kevin di rumah itu.


"Ada apa ini?" tanya Kevin pada seorang penjaga yang berdiri di depan pintu.


"Saya kurang tau Tuan, hanya saja ada Nyonya Kelly juga di dalam." Jawabnya sambil menunduk, enggan menatap wajah Kevin sebagai suatu bentuk rasa hormat.


Kevin mengangguk lantas masuk, setelah pintu terbuka.


"Jangan katakan itu lagi, hidupku hancur karena kamu, sampai kapan pun aku tidak akan mengakui kamu sebagai Ibuku, Ibuku sudah tiada." Teriak Kelly, membuat Kevin bergegas mendekat.


Tampak, benda-benda berserakan di lantai Kelly menutup telinga menggunakan telapak tangannya, sedang Gwen dan Kenan berdiri tak jauh dari posisi Kelly saat ini berada.


"Ada apa ini?" tanya Kevin, membuat semua orang yang ada di ruangan itu sontak menoleh kearahnya.


"Ngapain kamu kesini hah?" Gwen menyeruak maju dan mendorong tubuh Kevin ke belakang, hingga Kevin mundur beberapa langkah ke belakang, dengan sigap Kenan mencekal lengan sang Ibu untuk mencegahnya melakukan hal yang lebih.


"Lepasin Mamah Kenan, Mamah pengen ngasih anak sialan ini pelajaran. Dasar anak tidak tahu di untung, saya ngerawat kamu sejak kecil, tapi ini balasan kamu terhadap saya? Kamu ingin merebut perusahaan itu dari tangan saya, dasar anak kurang ajar!" Maki Gwen pada Kevin, namun pria itu hanya diam saja, dia seakan menerima setiap makian itu tanpa ingin membantah.


"Itu bukan rencana Kak Kevin, Mah, tapi rencana aku," sanggah Kenan, "itu sudah seharusnya terjadi, Kak Kevin lah pewaris perusahaan kita yang sah, jadi sudah sewajarnya dia yang memimpin perusahaan." Ujar Kenan.


"Apa katamu? Dasar anak tak tahu di untung, mati-matian aku memperjuangkan masa depanmu dan Kelly, tapi kalian, kalian sudah mengkhianati aku," ujarnya disertai tangisan, tubuhnya perlahan merosot dan jatuh terduduk di lantai.


"Aku tidak pernah meminta Bibi melakukan semua ini untukku, aku benci padamu sangat membencimu!" teriak Kelly, dia juga masih belum bisa menguasai tangisnya.

__ADS_1


"Ibu hanya ingin mengamankan masa depanmu Nak, Ibu ingin kamu punya pasangan terbaik di dunia." Lirih Gwen dengan kepala tertunduk.


"Ibu?" Kevin mengambil poin penting dari kata-kata Gwen barusan.


"Apa maksudmu?" tanya Kevin, dia menatap semua orang silih berganti.


"Jawab aku!" bentaknya kesal karena tak kunjung mendapat jawaban.


Kenan memejamkan mata sejenak, lantas berucap, "K-kak Kelly, adalah putri kandung Mamah, dia terlahir sebelum Mamah menikah dengan Papah, dia di berikan pada Bibi Stella dan di rawat olehnya sebagai Putri kandungnya." Jelas Kenan, namun seketika mendapat bentakkan dari sang Ibu.


"Kenan! Dasar anak sialan, kenapa kamu malah mengatakan segalanya pada dia, itu akan dia gunakan sebagai senjata untuk melawan kita, tidakkah kau tahu itu. Kau akan kehilangan seluruh hak mu Nak," ucap Gwen, matanya menatap tajam pada Kevin, air mata di wajahnya sengaja tak ia hapus sama sekali, makeup yang di pakainya nampak sudah tak beraturan.


"Jadi Kelly anakmu? Pantas kau sangat ingin menjodohkan kami dulu," Kevin menggeleng tak percaya, "kamu juga sudah menipu Papah, sampai ajalnya tiba dia bahkan tidak tahu kalau istrinya sudah menipunya," ujar Kevin, membuat Gwen memalingkan wajah kearah lain.


"Asal kamu tahu, aku tidak pernah menginginkan semua harta ini, selama ini aku hanya ingin hidup rukun bersamamu, tapi kamu yang menjauhkan diri dariku, mengasingkan diri dan menganggap aku benar-benar sebagai anak tirimu." Ujar Kevin.


Tubuh Gwen bergetar hebat karena tangis yang membuncah dari dalam dirinya, dia tidak menyangka anak tiri yang selama ini dia anggap sebagai saingan terbesar bagi masa depan kedua anaknya ternyata jauh dari prasangkanya.


"Seandainya dulu kau membawa Kelly kehadapan kami sebagai Putrimu, aku tidak akan keberatan menerima dia sebagai adikku, tapi kau memilih jalan rumit ini. Maka kau sendiri yang harus menerima akibatnya." Ujar Kevin penuh penekanan.


Kini perusahaan sudah sepenuhnya dalam kendalinya berkat kenan, wewenang yang di miliki Gwen di perusahaan sudah di cabut total.


"Nan, aku tidak ingin melihat orang ini ada disini untuk sementara waktu, tolong suruh dia pergi kemana saja asal menghilang dulu dari pandanganku." Ucap Kevin, dia berdiri memunggungi Gwen yang masih terduduk di lantai.


"Aku mengerti Kak," Kenan membopong Ibunya dan membawanya pergi dari ruangan itu.

__ADS_1


Tak ada satu kata sanggahan pun yang keluar dari mulut Gwen, dia tahu dirinya sepenuhnya salah, bahkan kata maaf pun enggan keluar dari mulutnya.


Kevin beralih menatap Kelly, "apa kau benar-benar tidak tahu kalau dia Ibumu?" Kelly menggeleng pelan.


Kevin menghela napas berat kemudian mendudukkan dirinya di sopa, "setelah kita resmi bercerai apa rencanamu?"


"Vin, bisa gak kita jangan membahas itu sekarang?"


"Maaf tidak bisa, aku ingin semua masalah ini cepat selesai, termasuk perceraian kita. setelah mengetahui siapa kamu, aku semakin mantap ingin kita bercerai, seharusnya hubungan ini tidak pernah ada sejak awal. Apa lagi Kalina sebentar lagi akan melahirkan." Ujarnya.


"Usia kandungannya masih tiga bulan Vin, masih jauh sampai dia melahirkan, masih ada waktu enam bulan lagi." Keluh Kelly kesal, sembari mengusap sisa-sisa air mata yang tergenang di pipinya menggunakan tisu.


"Tetap saja, waktu enam bulan itu sangat cepat aku harus segera menyelesaikan segalanya dan menikahi Kalina secara resmi." Tambahnya lagi.


"Kamu benar-benar tidak berperasaan ya Vin, setidaknya kamu pikirkan perasaan aku juga."


"Aku memang tidak berperasaan, karena perasaanku sudah habis untuk Kalina." Jawabnya santai yang membuat Kelly seketika berdecak kesal.


"Pergilah liburan keluar negeri setelah perceraian kita selesai, dan tenangkan dirimu."


"Kau mengusirku?"


"Aku bukan mengusirmu, kita sama-sama butuh waktu sendiri, sekarang kita punya Ibu yang sama, aku akan menganggapmu sebagai adikku mulai sekarang, jadi kamu bisa memanggilku Kakak."


"Apa? Kamu sudah gila ya? Mana mungkin aku memanggilmu Kakak?!" tolaknya keras.

__ADS_1


"Memangnya kenapa, apa ada yang salah?" tanya Kevin polos.


__ADS_2