Gadis Penipu Terjerat Cinta Mantan

Gadis Penipu Terjerat Cinta Mantan
Bab 7- Berbohong!


__ADS_3

"Kenapa, ngelamun?" tanya Kevin sembari duduk di samping Kalina.


Kalina menggeleng pelan, dering ponsel mengalihkan atensinya, dia meraih ponsel tersebut dan menatapnya, "Ibu," pekiknya, tenggorokannya seketika tercekat, otak Kalina berputar seketika mencari sebuah alasan yang dapat ia katakan pada Ibu-nya.


"Ibuku menelpon, kamu diem ya," ucapan Kalina seketika di angguki Kevin.


"Halo Bu." Ujarnya.


"Lin, kamu ko belum pulang ini udah larut. Kamu dimana sekarang?" tanya sang Ibu dari sebrang telpon.


"Kayanya Lina gak bakalan pulang deh Bu, Kalina dapat kerjaan di luar kota, untuk beberapa hari," Dalih Kalina memberi alasan.


"Lah, ko kamu gak bilang dulu sama Ibu, kasian adek-adek kamu dari tadi belum makan, katanya mereka mau nungguin kamu sampe pulang biar makan bareng." Suara Ibunya terdengar kecewa.


"Maafin Lina Bu, Lina belum sempet pegang hp jadi gak bisa kabarin ibu." Kalina menggigit bibir bawahnya, sejujurnya Kalina tak ingin berbohong tapi mau gimana lagi, keadaan ini memaksanya untuk untuk menyembunyikan kebenaran.


"Ya udah, jaga diri baik-baik-ya, jaga kesehatan, jangan tidur terlalu malam." Kalina mengiakan pesan sang Ibu.


Kalina menghela napas sambil menaruh kembali ponselnya, "kenapa gak jujur aja sama Ibu kamu kalau kamu udah nikah?"


"Kamu gila ya? Mana mungkin aku bilang sama Ibu, apa kata beliau nanti. Meski-pun aku bukan putri kandungnya, tapi beliau menyayangi aku dan adik-adik lebih dari putrinya sendiri, jadi aku gak mau bikin dia kecewa." Kalina menghempaskan diri ke ranjang.


"Sudahlah, biar nanti aku pikirkan lagi alasannya, yang penting untuk sekarang aku sudah aman," tambahnya.


Kruyuk... tiba-tiba perut Kalina berbunyi, membuat gadis itu refleks menoleh pada suaminya, "Vin, boleh minta makan gak?" Kalina tersenyum canggung.


"Ayo ikut aku," Kevin bangkit dan mengajak Kalina untuk berjalan mengikutinya.


Kalina di bawa ke-ruang makan bak istana kerajaan, dengan deretan kursi yang berjajar di masing-masing samping meja makan, di salah satu kursi sudah tampak Kelly duduk dengan pandangan datar, seorang maid wanita yang melayaninya seketika mundur saat Kevin dan Kalina hadir di ruangan itu.

__ADS_1


Kevin menarik kursi untuk Kalina, "duduk sini," ucapnya, dan Ia sendiri duduk di kursi pemimpin yang berdampingan dengan Kalina.


Brak...!!


Kelly menaruh garpu beserta pisau ke atas meja dengan kasar, Ia beranjak hendak pergi, namun Kalina seketika berdiri, "Mbak, tolong jangan pergi, aku--," Kevin menekan tangan Kalina menyuruhnya untuk kembali duduk.


"Vin, kamu bilang kamu akan minta maaf sama Mbak Kelly, sekarang lah saatnya," ucap Kalina sambil menatap Kevin penuh permohonan.


Kelly tertawa mencemooh, "cih, jangan so-suci kamu ya dasar Pelakor. Kamu pikir dengan kamu bersikap so-baik di depan aku, aku akan terima kamu? No, aku bukan wanita bodoh, ****** sepertimu selamanya tidak akan pernah diterima di keluarga kami." Kelly berlalu dengan wajah kesal.


"Sudah ku bilang jangan bicara dengannya," geram Kevin kesal karena Kalina tak mau mendengarnya, "urusan aku dengan Kelly biar aku yang mengurusnya, duduk dan makanlah." Perintah Kevin telak.


Kalina menunduk dalam, dia menuruti perintah Kevin dan kembali duduk, "makanlah, tadi katanya kamu lapar," Kevin mengisi piring Kalina dengan berbagai lauk dan nasi.


"Sudah cukup, aku bukan Ba*bi yang bisa makan sebanyak itu," keluh Kalina kesal.


"Tapi kalau di lihat-lihat hidungmu memang terlihat seperti binatang itu," goda Kevin.


Kalina menggeplak pundak Kevin karena kesal, dia terus saja mengejek Kalina membuat wanita itu semakin marah. Aksi mereka tak lepas dari pengawasan sang Istri pertama, yaitu Kelly. Kelly merasa cemburu dan marah, tak sekali-pun Kevin mau mengajaknya bercanda seperti saat dia bersama Kalina, jangankan bercanda makan-pun dalam keadaan membisu.


'Vin, kenapa kamu gak bisa bersikap seperti itu juga terhadapku? Aku juga Istrimu, dua tahun sudah pernikahan kita, tapi tak sekali-pun sikapmu berubah, tapi dengan wanita ini, kamu bisa tertawa lepas, apa kurangnya aku?' Kelly mencengkram dadanya yang berdenyut nyeri, menatap suaminya tertawa penuh cinta dengan wanita lain.


Air mata seketika membanjiri seluruh wajah Kelly, meski Ia berusaha menahannya rasa sakit itu terus saja mendorong air matanya keluar.


Selepas makan malam, Kalina dan Kevin kembali ke-kamar mereka, Kevin tampak sibuk dengan laptopnya, sedang Kalina dia tengah menonton artis K-Pop favoritnya di salah satu situs video pendek berlambang donat.


"Kamu liat apa sih, asik banget?" Kevin mendekat, dia ikut menatap layar gawai Kalina.


"Aku lagi liat Bias-ku, ganteng kan?" Kalina menatap penuh kagum pada sosok laki-laki berkulit putih dengan mata sipit.

__ADS_1


"Kamu suka cowok kaya gitu? Aku juga bisa ko dandan kaya mereka," Kevin melipat tangan di dada.


"Kamu, gak cocok ah. Udah kaya gitu aja, lagian kamu dan dia itu beda, dari mulai warna rambut, bentuk tubuh sama senyumnya juga beda, liat Gumi smile nya, aw gemes banget tau gak sih."


Plak... Kevin melempar sandal rumahan yang masih Ia kenakan ke lantai dengan tampang memberengut kesal, "kenapa sih Vin?" Kalina menilik heran, pasalnya dia tak menyadari jika Kevin sedang cemburu.


Dia tak menjawab, tangannya terlipat di dada tatapannya datar, "apa sih aneh banget, tiba-tiba marah gak jelas," gerutu Kalina.


"Kamu suka pria di video itu?" tentu saja Kalina langsung mengangguk karena dia salah satu fans dari boy group ternama dari Korea Selatan itu.


"Kamu gak takut dosa, selingkuh dari suami kamu tepat di depan matanya sendiri?" Kalina menatap cengo wajah Kevin.


"Kapan aku selingkuh?"


"Itu barusan!"


"Hah, ini maksudnya?! Astaga Kevin, aku hanya sekedar fans, lagian cinta sama idola dan sama suami itu berbeda, gak bisa disamain lah." Kalina menggeleng tak percaya.


"Jadi secara gak sengaja kamu bilang cinta sama aku?" Kevin tersenyum pelan.


"Dih, apaan sih? Malah nyambung kesana lagi, siapa juga yang cinta sama kamu, mimpi!" Kalina tidur memunggungi Kevin yang masih saja terduduk di sampingnya.


Kevin ikut membaringkan tubuhnya di samping Kalina, "Vin, kamu mau tidur di situ?" refleks Kalina bangkit kembali.


"Ya, iyalah, dimana lagi?"


"Di sopa sana, aku gak mau ngambil resiko kalau-kalau nanti malam kamu gak sadar terus meraba kemana-mana," Kalina bergidik ngeri.


"Ogah. toh ini kamar aku, mau tidur dimana pun sah-sah saja." Kevin enggan beranjak.

__ADS_1


"Kalau gitu aku saja yang tidur di sopa." Kalina hendak beranjak dari ranjang, namun ancaman Kevin seketika menghentikan niatnya.


"Awas saja kalau berani turun!" Ancam Kevin penuh penekanan.


__ADS_2