
Kevin menaruh kepalanya di tepi tempat tidur Kalina, tanpa sadar dia mulai terlelap. Kalina menatap kosong langit-langit kamar, sebetulnya sejak Kevin memasuki ruangan pun Kalina sudah sadar, hanya saja dia enggan melihat wajah Kevin.
'Cintamu terlalu besar Vin hingga aku sulit mencernanya,' Kalina menyapu air mata dari sudut matanya.
Kalina mencintai Kevin, tapi kehidupan bersama Kevin terlalu berat untuk di jalani, Kalina sungguh tak sanggup jika harus selamanya terkurung dalam sangkar emas, dia ingin hubungan yang sehat, saling percaya saling mencintai seperlunya, terutama saling memiliki satu sama lain, tapi dalam pernikahannya dengan Kevin ada wanita lain yang ikut terlibat, bahkan jauh lebih dulu darinya.
Kalina menarik tangannya dari genggaman Kevin, membuat pria itu seketika terbangun, "Lin, sayang kamu sudah sadar?!" Kevin memeluk Kalina erat.
"Lin, aku benar-benar takut saat melihat kamu tak sadarkan diri, aku pikir kamu tidak akan bangun lagi. Jangan seperti ini lagi ku mohon, dalam sekejap seakan duniaku akan runtuh," Kalina menatap wajah Kevin yang penuh dengan kekhawatiran.
"Sekarang aku sudah baik-baik saja, jadi kau tidak usah khawatir," jawab Kalina dingin.
"Kamu makan dulu ya, dokter bilang kamu kekurangan nutrisi dan terkena anemia karena makan tidak teratur." Kalina hanya menjawab dengan anggukan kepala.
Kevin menyuapi Kalina dengan sabar, dalam hal perhatian dan kasih sayang Kevin memang tak ada duanya, Kalina tak memungkiri hal itu, namun sikap keras kepala dan cemburuan-nya juga tak kalah besar.
"Ayo makan lagi," pintanya, namun Kalina menolak.
"Sudah cukup, aku sudah kenyang Vin," tolak Kalina.
"Kamu mau buah, atau yang lainnya?" tawarnya, Kalina hanya menggeleng sebagai jawaban.
"Kalau begitu kamu ingin apa lagi, coba katakan?"
"Aku ingin pulang ke panti asuhan!" Jawab Kalina datar. Seketika air muka Kevin berubah, napasnya memburu tatapannya terlihat garang.
"Kau bisa meminta apa pun dariku Lin. Tapi tidak dengan meninggalkanku." Kevin beranjak dari kursinya lantas berlalu keluar.
__ADS_1
Kedatangannya di sambut tatapan heran Kelly dan Kenan, mereka tengah duduk sambil minum kopi, "ada apa Kak, apa Kalina belum sadar?" tebak Kenan.
Kevin beranjak duduk dengan wajah kesal, "sudah, tapi dia ingin pulang ke rumahnya."
"Kak ingat kata Dokter jangan membuat dia terbebani, jika tidak mentalnya kemungkinan akan terganggu, Kakak tidak ingin itu terjadi kan?" ucap Kenan.
"Tapi aku juga tidak ingin dia pergi dariku," keluh Kevin.
"Membiarkannya pulang bukan berarti kau dan dia berpisah kan? Berikan dia ruang Kak, dia juga manusia dia ingin kebebasan, cintamu yang membelenggu dirinya membuat dia tertekan. Cinta itu bukan sebuah paksaan, turunkan ego-mu untuk sesaat," ucap Kenan.
"Cih, kalian membicarakan Kalina seolah aku tak ada," ucap Kelly tak suka, meskipun perasaannya mulai memudar tetap saja dia tak suka jika Kenan dan Kevin membahas soal Kalina di hadapannya, suka tak suka faktanya Kelly masih Istri sah Kevin.
"Maafkan aku Kelly, tapi kau tahu aku tak punya perasaan apapun padamu, pernikahan ini bertahan karena keluarga kita."
Kelly mendecak lidah, "Iya aku tahu, kau tidak perlu memperjelasnya, itu bagai menabur garam di atas luka," ucapnya.
Kenan mengangguk mengiakan, "kalau Kakak merasa khawatir kenapa tidak Kakak temani saja dia pulang."
"Itu tidak mungkin, Kalina belum mengatakan soal pernikahan kami pada Ibu asuhnya," perkataan Kevin sontak membuat Kelly dan Kenan menoleh.
"Hah, Ibunya belum tahu kalau Kalina sudah menikah?" Kenan memastikan, Kevin menganggukkan kepala sebagai jawaban.
"Keluarga Kalina hanya tahu jika dia bekerja dan tidak bisa pulang untuk sementara waktu," terang Kevin.
"Astaga, bagaimana kalian bisa menikah?" Kenan semakin merasa penasaran.
"Kau ingat beberapa bulan kebelakang, banyak nasabah yang melaporkan tentang seorang wanita yang mengatasnamakan pekerja dari perusahaanku, dia banyak melakukan penipuan yang mengakibatkan perusahaanku merugi hampir seratus juta lebih, dan aku pun mencoba memancingnya dengan hal serupa, aku menyuruh karyawan-ku berpura-pura menjadi nasabah dan memancingnya keluar. Saat aku ingin menangkapnya, aku tidak menyangka ternyata dia adalah Kalina, wanita yang membuat aku tak bisa berpaling pada wanita lain, jika kau jadi aku apa yang akan kau lakukan? Memasukannya kedalam penjara, atau memilih mengikatnya di sisimu?"
__ADS_1
Kenan terdiam bingung harus berkomentar apa, "aku tidak bisa membiarkannya pergi dari sisiku sekali lagi, aku sadar cintaku padanya sama sekali tidak pernah hilang."
"Hem, mungkin jika Kakak mengikatnya dengan seorang anak dia akan menyerah dan ingin tinggal di samping Kakak selamanya." Usul Kenan.
"Seorang anak?" Kevin terdiam sejenak, "bagaimana cara aku mendapatkannya?" dia bertanya dengan wajah polos.
Kelly mengerjapkan matanya, dia dan Kenan saling melempar pandang satu sama lain, "jangan bilang kau tidak tahu bagaimana cara mendapatkan seorang anak," cibir Kelly.
"Tentu saja aku tahu, aku tidak bodoh! Tapi masalahnya adalah, Kalina tidak pernah mau aku sentuh," Kevin menunduk malu.
Kenan mengulum senyum, begitu pun dengan Kelly dia tak menyangka ternyata baru dialah orang yang tidur dengan Kevin walau saat itu Kevin sedang mabuk.
"Jadi Kakak dan Kalina belum pernah melakukan itu?" tanya Kenan.
Kevin menggeleng sebagai jawaban, "jadi Kalina masih perawan dong?" tanya Kenan antusias.
Kevin menggaruk tengkuknya yang tak gatal, "seharusnya Ia." Kenan melebarkan matanya entah apa yang pria itu pikirkan.
"Wah, aku salut dengan ketahanan mu Kak, kalian tidur bersama tapi tidak terjadi apa pun di antara kalian, atau kau diam-diam melakukannya sendiri di kamar mandi," goda Kenan, yang seketika membuat wajah Kevin berubah merah.
"Adik kurang ajar, minta di pukul kamu hah?" Kevin menggeplak kepala Kenan merasa kesal karena di ledek adiknya sendiri.
"Ish Ish, punya istri dua tapi melepaskan hasrat seorang diri, kau benar-benar pria yang langka Kak," Kenan semakin menggoda Kevin.
"Bisa diem gak, aku cekik kamu ya." Ancaman Kevin tak sedikit pun membuat Kenan takut, Kelly pun ikut tersenyum dia baru tahu ternyata beginilah sisi Kevin yang sebenarnya, cintanya untuk Kalina memang tak bisa di anggap remeh, dia rela meredam hasratnya sendiri dan tetap setia menunggunya. Padahal disana ada Kelly yang juga halal dia sentuh.
"Ampun Kak, aku cuma becanda ko. Tapi kan emang bener, Kakak bukan cuma punya Kalina, tapi Kak Kelly juga," perkataan Kenan seketika membuat senyum di wajah Kelly lenyap.
__ADS_1
"Aku tidak pernah menganggap pernikahanku dengan Kelly ada, Kelly tahu sendiri alasan mengapa aku menikahinya, aku tidak pernah membencimu Kelly, justru aku menghormatimu makanya aku tidak pernah menyentuhmu. Karena saat aku bersamamu waktu itu, Kalina lah yang aku lihat."