
Sementara Kevin, dia baru saja tersadar kemudian bangkit, kepalanya terasa pening akibat minum beralkohol yang di tenggaknya tadi siang. Kevin menatap kosong sebelah ranjang yang biasa di pakai Kalina. Seluruh isi dalam kamar ini memiliki kenangan bersama Kalina.
'Lin, aku merindukanmu, apa kau tidak merasakan itu? Kau juga pergi membawa anak kita, apa kau tidak berpikir panjang, bagaimana nasibnya nanti.' batin Kevin bergumam.
Kevin juga sudah pergi ke panti asuhan dan pura-pura berkunjung untuk mencari tahu keberadaan Kalina, namun nampaknya mereka juga tidak tahu dimana Kalina berada.
Tring...
Sebuah pesan singkat masuk dalam ponsel Kevin, membuat dia langsung meraihnya dan membukanya.
'Tuan, terakhir Nyonya terlihat di terminal bersama Tuan Kenan, dia pergi ke arah kota Bandung.' Isi pesan singkat tersebut.
"Bandung?! Tidak, sepertinya bukan," gumam Kevin pelan.
__ADS_1
'Periksa kapan terakhir kali Kenan menarik uang dari akun Bank-nya, mungkin kita bisa tahu keberadaannya lewat itu,' balas Kevin.
Kevin menggenggam erat gawai di tangannya, matanya menyiratkan kemarahan, "kau sudah membuat kesalahan terbesarmu Nan, selama ini aku memberimu toleransi saat tahu kau menyukai Istriku, karena aku masih menganggapmu adikku, tapi sekarang tidak lagi." Geram Kevin.
Kevin berjalan keluar kamar, dia menyatroni Kelly yang tengah duduk di sopa sambil memainkan ponsel, "hubungi dia!" perintahnya tanpa basa-basi.
Kelly mendongak, "apa maksudmu? Hubungi siapa?" tanya Kelly bingung.
"Apa kau ingin terus berpura-pura!" Kevin mendengus kasar, "aku tahu kau terlibat dalam hilangnya Kalina, jadi cepat hubungi dia dan tanyakan kemana dia membawa Kalina pergi!"
"Aku tidak bisa menghubunginya, dia sudah memblokir nomorku."
"Aku juga sama sepertimu, dia sudah memblokir nomorku," Kelly menunjukkan layar gawai-Nya, agar Kevin mempercayai kata-katanya.
__ADS_1
"Oke kalau begitu, jangan salahkan aku, kalau aku melaporkan ini sebagai penculikan dan dia akan masuk penjara karena ulah kalian," geram Kevin, dia kemudian berlalu pergi.
Jemari Kelly saling meremas satu sama lain, Kenan dalam masalah besar entah apa yang harus dia lakukan, bahkan keberadaannya pun tidak di ketahui. Kelly menelpon seseorang.
"Halo Mah, apa Mamah tahu keberadaan Kenan?" tanya Kelly langsung pada intinya.
Kevin mendengarkan percakapan Kelly dan Ibunya dari balik dinding ruangan itu, "liburan dimana Mah?" lanjutnya lagi.
Kelly terdiam, entah apa yang di katakan Mamahnya, "tidak Mah, aku percaya pada Mamah, tapi ponsel Kenan tidak bisa di hubungi, aku ada suatu hal yang penting yang harus di katakan langsung padanya," dalih Kelly.
"Ya mungkin tidak ada sinyal disana, kalau Mamah tahu nomor Kenan yang lain, tolong beri tahu aku ya Mah, aku ingin menyampaikan hal penting padanya." Kelly pun menutup telponnya.
"Mamah bilang Kenan di Swiss, tapi aku tidak percaya ngapain dia kesana sendirian, liburan dalam kondisi begini" gumam Kelly pelan, "aku harus menyelidikinya, aku yakin ada yang salah disini."
__ADS_1
Kevin pergi diam-diam tanpa menimbulkan suara, 'jadi dia tidak bohong kalau dia tidak tahu Kenan pergi kemana membawa Kalina. Berarti kuncinya hanya satu, wanita tua itu.' Kevin mengepalkan tangannya memusatkan kemarahan di sana.
"Aku akan membuat kalian menyesali ini!"