Gadis Penipu Terjerat Cinta Mantan

Gadis Penipu Terjerat Cinta Mantan
Bab 14 - Perasaan kembali?


__ADS_3

Kenan dan Lina makan bersama sembari bercengkrama, dalam waktu singkat mereka langsung akrab, mungkin karena sama-sama orang julid jadi ngomongin apa pun langsung nyambung begitu saja. Seolah bahan pembicaraan pun mengalir bak air di sungai.


"Btw, ko kamu bisa masuk ke-rumah ini sih, lewat mana?" tanya Kalina dengan pandangan ter-edar ke-segala arah.


"Lewat pintu lah, masa terjun dari langit," Kenan sibuk mengunyah kue terakhir yang di ambilnya.


"Kamu gak takut sama para penjaga itu, muka mereka serem banget," ucap Kalina setengah berbisik, takut orang lain mendengar apa yang Ia katakan.


"Mereka bae bae ko, cuma kurang kasih sayang aja makanya jadi gitu," seketika Kalina tergelak karena candaan Kenan.


"Anjir, kurang kasih sayang bisa bikin muka jadi serem ternyata," Kalina tertawa terbahak-bahak sambil memukul bahu Kenan.


"Hooh kamu baru tahu ya," Kenan ikut tertular tawa Kalina.


"Parah sih ngomong sama kang gibah, banyak dosa!"


"Heleh, kaya yang sendirinya enggak," cibir Kenan.


"Eh kamu siapanya Kevin? Ko kamu bisa masuk sini dengan bebas?" tanya Kalina, Kenan tampak membaringkan diri dengan tangan sebagai bantalan.


"Kamu mau tahu aja, apa mau tahu banget?"


"Dih, kampret! Ya udah kalau gak mau bilang, bagi aku mah bodo amat, dah ah, aku masuk dulu," Kalina hendak beranjak, namun Kenan mencengkram lengannya.


"Kenapa kamu nikahin Kakak?" pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut Kenan. Kalina menoleh dengan tatapan datar.


Kalina hanya diam, 'gue harus jawab apa? Gak mungkin kan gue bilang kalau alasan gue nikah sama Kevin itu karena gak mau masuk penjara,' batin Kalina.


"Bukan aku yang nikahin dia, tapi dia yang nikahin aku," ralat Kalina.


"Ya terserahlah, siapa yang ngawinin siapa. Kamu tahu kan dia udah punya istri?"


"Ya justru itu, aku gak tahu. Kalau tahu mah aku juga gak mau. Si Kevin gak bilang, kalau dia dah kawin, aku di tipu sama dia," gerutu Kalina.


"Kamu kenal Kakak dimana?" tanya Kenan semakin tertarik dengan pembahasan.

__ADS_1


"Dimana ya?" Kalina pura-pura berpikir, dia ingin membalas Kenan, tadi dia juga bertanya tapi pria ini malah mempermainkannya.


"So-soan mikir, Kamu Kalina Oktavia mantan pacarnya Kak Kevin saat SMA kan?" tebakkan Kenan tepat sasaran.


"So-tau kamu, tapi emang bener sih, btw kamu tahu dari mana kalau aku mantan pacar Kevin dulu?" tanya Kalina merasa heran.


"Ada deh," Kenan bangkit sembari menggeliat pelan.


"Kenan ngapain kamu disini?" tanya suara yang mereka kenali. Kevin berdiri di ambang pintu keluar, dengan tatapan tajam yang terhunus.


"Kakak sudah pulang, tumben?" tanya Kenan.


"Kamu belum menjawab pertanyaan-ku, sedang apa kamu disini?" Kevin melirik Kalina, tatapan mereka bertemu sejenak dengan segera Kalina menunduk memutus kontak matanya dengan Kevin.


"Aku datang kesini untuk mengunjungimu, tapi sepertinya kedatanganku tidak di sambut dengan baik," ucap Kenan dengan wajah sedih.


"Lin, kemarilah," seperti kerbau yang di cocok hidungnya, Kalina menghampiri tanpa bisa menolak, dan apa yang terjadi tak lepas dari pandangan Kenan.


"Kalau sudah kenyang pulanglah," Kevin mengaitkan lengan di pinggang Kalina, yang membuat Kalina berdiri dengan gelisah.


"Jangan melawan, atau kau ingin aku kembali mengurung-mu, kesalahanmu kali ini aku maafkan," bisik Kevin, namun di pandangan Kenan mereka tampak bermesraan membuat dia berdecak kesal.


"Aku mau nginep disini Kak, Mamah ngusir aku dari rumah," keluh Kenan.


"Aku tidak peduli, pokonya kamu harus pergi!" ucap Kevin tak ingin di bantah, dia mengalungkan lengan di pundak Kalina dan menyeretnya menjauh.


"Ayolah Kak, aku mau pergi kemana lagi selain ke rumah Kakak," Kenan berjalan mengikuti langkah Kevin dan Kalina dengan mulut tak henti-hentinya berceloteh, membuat Kevin merasa kesal.


"Terserah, kau mau pergi kemana pun aku tidak peduli," Kevin membawa Kalina masuk ke dalam kamar dan membanting pintu tepat di depan wajah Kenan.


"Siitt!!" Decak Kenan memaki pintu di hadapannya.


Kenan melihat Kelly yang menuruni undakan tangga, dia lantas menghampiri Kakak Iparnya itu, "Hay Kak!" sapa Kenan sembari menaruh dagu di pagar pembatas tangga.


"Kenan, kapan kamu datang kesini?"

__ADS_1


"Udah dari tadi Kak. Kak boleh gak aku nginep disini, sehari aja," Kenan mengatupkan kedua tangannya penuh permohonan.


Kelly tampak berpikir, "aku janji akan bantuin pisahin Kak Kevin dari istri mudanya," Kenan memainkan kedua alisnya, dia yakin Kelly akan tergiur dengan penawarannya ini.


"Emh, tidak. Terima kasih, dalam hal seperti itu aku bisa melakukannya sendiri," tolak Kelly sembari melenggang pergi.


"Yakin nih, gak mau terima tawaran aku?" Kenan berusaha mempengaruhi Kelly. Namun saat dia tengah memberi bisikan-bisikan Saiton di telinga Kelly, Kevin keluar sudah dengan setelah rapinya.


"Widih, mau pergi kemana Kak, rapi betul?" Kenan melirik Kalina yang masih tampak mengenakan pakaian rumahan, yakni Dress selutut berwarna kuning muda dengan rambut yang di ikat sembarangan.


"Ngapain kamu masih disini, bukannya aku udah suruh kamu pergi," Kevin kembali mengusir sang adik, walau tak di gubris oleh pria berusia 22 tahun itu.


"Hari ini aja Kak, tolong izinin aku nginep disini, please!" Kevin melengos membuang muka ke arah lain.


"Yeay, makasih Kak!" Kalina melayangkan tatapan mencibir pada Kenan.


"Terserahlah, aku akan pergi ke acara pesta di kantor dengan Kelly, tolong jaga Kakak Ipar Lina, jika terjadi sesuatu cepat hubungi aku."


"Siap laksanakan!"


Kalina menatap kepergian Kevin dan Kelly dengan pandangan datar, hatinya merasakan sesak, 'apa ini yang dinamakan cemburu? Apa seperti ini perasaan Mbak Kelly saat melihatku bersama Kevin?'


"Ini konsekuensinya jika kau menikah dengan pria beristri, selamanya penampakan itulah yang kau lihat," ujaran Kenan seketika membuat Kalina menoleh.


"Itu bukan urusanmu, kehidupan pribadiku tidak perlu komentar orang lain," tegas Kalina merasa tak suka.


"Oke, oke, aku hanya mengatakan sudut pandang ku," Kenan mengambil satu buah apel dari atas keranjang dan menyantapnya.


"Kenapa kau masih disini, bukankah Kevin sudah mengusir-mu?" cibir Kalina.


"Mana mungkin dia berani mengusir adik yang menggemaskan seperti-ku," Kenan memasang tampang so-imut.


Huek..."geli anjir sumpah," ledek Kalina seraya berlalu.


Hari mulai gelap, pandangan Kalina tetap terarah ke daun pintu, baru kali ini dia begitu mengharapkan kepulangan Kevin, apa perasaan Kalina untuk Kevin telah kembali?

__ADS_1


'Ini tidak benar, tak seharusnya kau punya perasaan terhadap Kevin. Ingat Lin, dia sudah punya Mbak Kelly, kehadiranmu dalam hidupnya mungkin hanya untuk sementara. Begitupun cinta dia untukmu, mungkin akan hilang seiring berjalannya waktu.'


__ADS_2