Gadis Penipu Terjerat Cinta Mantan

Gadis Penipu Terjerat Cinta Mantan
Bab 42 - Pil KB


__ADS_3

Kevin dan Kalina keluar kamar dengan jemari yang saling bertautan, seolah tak pernah ada pertengkaran yang terjadi di antara keduanya.


"Ck, Ck, lihatlah mereka, dua sejoli yang penuh drama," bisik Kelly di telinga Kenan.


"Kakak cemburu?" balas Kenan.


"Hah cemburu? Kau bercanda, semua itu sudah tidak mempan lagi padaku, justru aku lihat malah sebaliknya." Ucap Kelly sembari mengunyah sarapannya.


Kenan menghela napas berat, "aku akan kembali ke-rumah, lagi pula Mamah sudah memaafkan ku," ucapan Kenan membuat semua mata tertuju kearahnya tak terkecuali Kalina.


"Kau yakin?!" Kevin memastikan.


"Ya Kak, aku juga ingin mulai mengurus perusahaan, jarak dari sini lumayan jauh akan lebih baik jika aku kembali." Ucap Kenan meyakinkan.


"Terserah kau saja, kau datang kesini atas kemauan-mu sendiri, jadi aku tidak akan mencegah-mu pergi," jawab Kevin tanpa beban.


Kenan menatap mata Kalina, yang di tatap seketika memutus pandangannya mengalihkan pandangan kearah lain.


Kevin menaruh garpu dan sendoknya kembali, "pelayan!" Ucapnya setengah berteriak, "aku ingin sarapan di kamar bersama Nyonya, tolong siapkan."

__ADS_1


"Baik Tuan!" Dengan sigap para pelayan menyiapkan apa yang di minta Kevin.


Kevin bangkit begitu pun Kalina, sejak tadi tak sekali-pun jemari mereka terlepas, seakan itu menunjukan bahwa hubungan cinta mereka seerat genggaman tangan masing-masing.


Siang hari selepas sarapan, Kalina berbaring sembari menonton Drama di laptop milik Kevin, sedang pria itu tengah sibuk mengobrak-abrik laci entah apa yang dia cari.


"Kamu nyari apa sih Vin?" tanya Kalina, dia tampak terganggu dengan aktivitas yang Kevin buat.


"Kamu ingat gantungan ponsel yang kamu berikan dulu, aku merasa masih menyimpannya di suatu tempat," ucap Kevin masih pada aktifitas yang sama.


"Gantungan HP?" Kalina tampak berpikir, "itu udah lama Vin, kamu masih nyimpen benda jelek itu," Kalina mengernyitkan dahinya.


"Jelek, kamu bilang itu jelek? Padahal benda itu yang membuat aku gak bisa lupain kamu Lin." Kevin menatap tak percaya.


Kevin kembali melanjutkan aktifitasnya, dia menjelajah setiap lemari dan laci yang ada di kamanya itu, namun tiba-tiba saja dia menghentikan aktifitasnya di depan lemari Kalina.


"Lin, apa ini?" suara Kevin tedengar lain.


"Apa?" Kalina balas bertanya, dengan mata masih terfokus pada layar laptop.

__ADS_1


Kevin berjalan dengan aura membunuh, Brak...! Dia menutup layar laptop dengan kasar.


"Astaga, Kevin!? Kamu apa-apaan sih?!" bentak Kalina karena terkejut.


Kevin melemparkan benda dalam genggamannya ke atas kasur, "apa ini?" desaknya dengan pandangan tajam.


"I-itu, obat," jawab Kalina gugup.


"Aku tahu itu obat, kenapa ini bisa ada di lemari kamu?"


"I-itu, a-aku--," Kalina tak mampu menjawab, dia mengigit bibir bawhanya.


'Sial, kenapa aku sampe lupa kalau naruh pil KB di dalam lemari sih, mampus sekarang, singanya ngamuk lagi.' Batin Kalina bergumam.


"Aku gak percaya kamu bisa lakuin ini sama aku Lin, kamu tega," mata Kevin berkaca-kaca.


"Hey, kamu berlebihan Vin, itu hanya pil KB bukan racun, lagi pula aku yang makan, bukan kamu." Balas Kalina tak terima.


"Kamu gak ingin mengandung anakku?" Pertanyaan itu terlontar dari bibir Kevin yang bergetar.

__ADS_1


"Bukan begitu Vin, aku hanya--," perktaannya seketika di potong Kevin.


"Katakan Ya atau tidak?"


__ADS_2