Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO

Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO
Bertemu Mantan Kekasih


__ADS_3

"Ron?" sapa seorang gadis berparas cantik saat Ron sedang melakukan kordinasi lapangan bersama Mike untuk peresmian kantor cabang baru mereka.


"Denise?" Ron menatap dengan wajah datar.


"Apa kabar?" tanya gadis bernama Denise itu dengan manja.


"Baik, seperti yang kau lihat!" Ron tidak tertarik mengobrol sama sekali.


"Ron, ayo!" Mike yang mengenal gadis itu sengaja menyela percakapan mereka.


"Ayo!" Ron mengangguk kepada Mike dan meninggalkan gadis itu tanpa pamit kepadanya.


"Sedang apa dia di sini?" tanya Mike penasaran saat mereka berjalan menjauh dari tempat Ron berdiri tadi bersama gadis itu.


"Mana ku tau, memang kau pikir aku siapanya?" Ron kesal dengan pertanyaan itu.


"Dia menjadi salah satu model dari iklan yang mempromosikan produk-produk kita tuan!" kata George memberi informasi kepada Mike.


"What? kenapa kau memakainya? kau taukan aku sangat membenci gadis murahan itu?" Ron murka mendengar informasi yang disampaikan oleh asisten pribadi sang kakak.

__ADS_1


"Bukan saya yang merekrutnya tuan, dia direkrut langsung oleh agensi model yang menangani promosi produk kita!" kata George.


"Ckck, tapi kan kau bisa menolaknya!" Ron berdecak kesal.


"Tidak bisa tuan, kita harus tetap profesional tidak bisa melibatkan hati untuk pekerjaan sebesar ini!" jawab George mantap.


"Kau yang harus belajar memilah urusan pribadi dan pekerjaan Ron, jangan pakai perasaanmu untuk menyelesaikan proyek ini, lagi pula kau kan sudah ada Ayu, jadi seharusnya kehadirannya bukan masalah besar bagimu!" Mike menepuk bahu adiknya itu.


"Justru karena ada Ayu, aku tidak ingin terlibat lagi dengannya, aku tidak mau Ayu sampai salah paham!" Ron mengkhawatirkan sang istri.


"Kalau begitu kau harus ceritakan dengan jujur apa yang baru saja kau alami kepada istrimu nanti, beri dia penjelasan, sebelum dia mendapatkan informasi yang salah dari orang lain!" Mike menasehati Ron.


..........


"Sayang" Ron memeluk istrinya saat mereka hendak beranjak tidur.


"Ya?" Ayu menengadahkan kepalanya melihat sang suami.


"Apa aku boleh bercerita kepadamu?" tanya Ron dengan hati-hati.

__ADS_1


"Tentu saja!" kata Ayu sambil tersenyum.


"Tadi siang aku bertemu dengan mantan kekasihku, dia ternyata menjadi salah satu model untuk iklan produk kecantikan yang sedang diluncurkan oleh perusahaan kita. Maaf ya kalau aku harus membahasnya, tapi aku hanya ingin jujur dan ingin kau tau kalau aku sudah tidak ada perasaan apapun kepadanya, aku tidak ingin kau salah paham jika nanti suatu saat kalian bertemu dan dia bercerita yang tidak-tidak!" Ron mengecup kening istrinya.


"Tidak apa-apa kak, aku malah senang kakak mau jujur kepadaku, meskipun itu mungkin membuat kita tidak nyaman, namun aku tidak masalah" Ayu mengelus pipi suaminya.


"Terima kasih ya, sebenarnya tidak hanya itu yang ingin aku sampaikan, aku ingin bercerita juga tentang kisahku dulu bersamanya, aku ingin kau tau dan kau percaya kepadaku kelak!" Ron sangat takut istrinya tersinggung.


"Cerita saja kak, tidak apa-apa" Ayu tersenyum tanda tidak keberatan.


"Dulu kami berpacaran saat duduk di bangku kuliah, aku sangat mencintainya, bagiku dulu dia adalah satu-satunya wanita yang akan menjadi pendamping hidupku. Aku sangat bahagia bisa bersama dengannya, sampai suatu saat aku mengetahui bahwa dia sedang mengandung, aku syok karena jelas-jelas itu bukan benihku, selama kami berpacaran aku tidak pernah menyentuhnya sama sekali, karena bagiku hubungan itu sangatlah sakral, aku hanya akan melakukannya bila sudah menikah. Saat aku tanya siapa ayah dari bayi itu, dia sendiri pun bingung, dia tidak tau dengan pasti siapa pria yang sudah menghamilinya, karena ternyata disaat yang bersamaan dia berhubungan dengan beberapa pria sekaligus. Sejak mengetahui fakta itu, aku sangat kecewa, aku merasa cintaku yang selama ini sangat tulus dipermainkan begitu saja. Dia pernah meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, namun aku sudah terlanjur kecewa, aku sangat jijik padanya bila mengingat dia sudah melakukannya dengan banyak pria. Sejak saat itulah aku berusaha menolak untuk berkomitmen dengan wanita manapun, aku hanya bermain-main dengan gadis-gadis nakal untuk membuat mereka merasa jera dan tidak mengulangi lagi perbuatan salah mereka. Sampai akhirnya aku bertemu dirimu, kau mengubah segalanya, kebaikanmu, keluguanmu, ketulusanmu meruntuhkan tembok besar di hatiku yang selama ini aku bangun untuk menghalau cinta yang datang" Ron menatap dengan penuh cinta kepada istrinya.


"Kakkkk" Ayu sangat terkejut dengan semua ungkapan hati sang suami, ia tidak menyangka bahwa selama ini Ron memendam luka yang cukup dalam seorang diri.


"Terima kasih kau sudah menerimaku apa adanya, maaf kalau selama ini aku belum bisa membuatmu bahagia, aku hanya ingin berkata jujur saja, aku tidak mau menutupi apapun darimu sayang!" Ron memeluk istrinya erat.


"Terima kasih juga kakak sudah jujur padaku, bagiku kejujuran kakak sudah lebih dari segalanya!" Ayu membalas pelukan sang suami.


Mereka menghabiskan malam itu hanya dengan saling berpelukan dalam diam sampai akhirnya mereka sama-sama terlelap.

__ADS_1


__ADS_2