
Kabar duka datang saat kondisi kediaman keluarga Anderson sudah mulai pulih kembali.
"Dad, Mom" Mike memeluk dua orang yang sudah ia anggap seperti orang tuanya sendiri dengan penuh perasaan duka yang mendalam.
"Mike!" wanita tua itu berhamburan memeluk Mike dengan erat.
"Sabar ya mom" Mike mengelus punggungnya dengan lembut.
"Maafkan Ariana, semasa hidupnya dia selalu menyusahkanmu nak" nyonya Aries tak kuasa menahan pedih yang ia rasakan.
"Sebelum Mom dan Dad memintanya, aku sudah lebih dulu memaafkannya Mom" hibur Mike.
"Terima kasih sudah mau datang ke pemakaman Ariana Mike" tuan Aries pun ikut menangis dipelukan menantunya.
__ADS_1
"Sama-sama Dad" Mike tersenyum ketika mereka sudah saling melepaskan pelukannya.
"Sekali lagi, atas nama Ariana, aku meminta maaf atas segala kesalahannya kepadamu dan juga keluargamu semasa hidupnya" air mata tak kunjung henti menetes dari mata tuanya.
"Sudahlah Dad, yang berlalu biarlah berlalu, aku sudah tidak apa-apa" Mike kini memang sudah benar-benar melupakan kesalahan Ariana.
Sejak Ananda memberikan pengertian untuk bisa memaafkan segala kejahatan yang diperbuat oleh Ariana, Mike berubah menjadi bisa lebih tenang dan tidak mudah tersulut emosinya saat mendengar nama gadis itu disebut.
"Sekarang kami sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini, yang kami mau hanya bisa hidup dengan tenang dan memperoleh maaf darimu" kata tuan Aries mengucap kata maafnya dengan tulus.
"Terima kasih nak" nyonya Aries merasa sangat beruntung memiliki menantu sebaik Mike.
"Andaikan Ella masih hidup, aku yakin dia akan menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini karena memilikimu sebagai suaminya!" imbuhnya lagi.
__ADS_1
"Ella sudah bahagia Mom, ia sudah damai di surga!" Mike menggenggam tangan ibu mertuanya untuk memberikan penguatan.
Setelah beberapa waktu hidup di dalam penjara, Ariana mengalami depresi yang sangat berat. Ia tidak bisa menerima semua kenyataan bahwa ia dipenjara karena kesalahannya sendiri. Ia terus saja menyalahkan Ariella kakaknya yang menjadi penyebab hidupnya hancur. Rasa benci yang sudah mengakar di hatinya membuat ia tidak bisa membedakan mana yang baik dan yang jahat. Hanya ada dendam dihatinya. Ia ingin semua yang dulu pernah dimiliki oleh Ariella menjadi miliknya, termasuk Mike yang sangat dicintai dan mencintai Ariella. Obsesinya telah membuatnya menghalalkan segala cara.
FLASH BACK
"Aku Ingin ke toilet sebentar" kata Ariana kepada sipir penjara saat ia sedang makan malam.
"Ayo, biar aku antar" kata sipir wanita yang sedang berjaga saat itu.
Tidak ada kecurigaan sama sekali, sang sipir berdiri di depan pintu toilet. Ia berfikir mungkin Ariana sedang buang air besar. Air yang mengucur dari kran ke dalam ember juga semakin meyakinkan bahwa aktivitas di dalam berjalan normal seperti biasanya orang buang hajat.
Kecurigaan mulai muncul ketika hampir dua puluh menit sipir berdiri di depan toilet namun Ariana tidak kunjung keluar. Saat sang sipir menggedor pintu kamar mandi, Ariana juga tidak menyahut. Akhirnya dengan bantuan dari beberapa sipir yang lain, pintu toilet dapat dibuka dengan paksa.
__ADS_1
Betapa terkejutnya semua orang yang menyaksikan bahwa di dalam ruangan itu Ariana sudah terkulai lemas bersimbah darah. Ada sayatan dipergelangan tangannya yang menandakan ia melakukan percobaan bunuh diri. Ternyata sebelum kejadian berlangsung, tanpa sepengetahuan dari sang sipir, Ariana membawa sepotong beling dari gelas kaca yang sengaja ia pecahkan saat kegiatan makan sedang berlangsung.
Ariana yang sudah tidak sadarkan diri pun akhirnya dibawa ke Rumah sakit. Namun sayangnya, sebelum ia tiba nyawanya sudah tidak tertolong karena terlalu banyak darah yang dikeluarkan, sayatan di pergelangan tangannya terlalu besar. Ariana pun menghembuskan nafas terakhirnya dengan membawa serta dendamnya semasa hidup.