Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO

Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO
Rumah Utama


__ADS_3

Setelah melewati bulan madu selama satu bulan penuh di pulau nan indah, akhirnya Ron dan Ayu kembali ke ibu kota. Mereka pulang sementara ke rumah utama tempat di mana Ron dan Mike dibesarkan, sambil menunggu Ron mempersiapkan rumah barunya yang akan dia hadiahkan kepada sang istri sebagai hadiah pernikahan mereka.


"Sayang, selamat datang di rumah" sambut nyonya Ruth kepada menantu kesayangannya.


"Terima kasih Mom" Ayu membalas pelukan mertuanya yang hangat.


"Pengantin baru, bagaimana bulan madunya, enak tidak?" nyonya Merlyn menggoda keponakannya.


"Aunty!" ayu merah merona karena malu, sementara kedua nyonya itu tergelak melihat menantu mereka.


"Auntyyyyyy Uncleeeeee!!!!" Gaby yang baru saja turun dari mobil berlari mendekati Ayu.


"Halo sayang" Ayu memeluk keponakan barunya dengan erat.


"Kak, ada apa dengan dahimu?" Ayu yang tidak tau tentang jatuhnya Ananda dari tangga terkejut.


"Tidak apa-apa, nanti aku ceritakan" Ananda berusaha menenangkan adiknya yang panik.

__ADS_1


"Benar tidak apa-apa?" Ayu masih penasaran.


"Iya, tidak apa-apa! Oya, bagaimana dengan bulan madunya? apa kau merasa sakit?" Ananda berbisik menggoda.


"Issshhhhh kakkkkk!!" Ayu memukul lengan kakak angkatnya, membuat sang kakak tergelak.


"Apa Ron menyakitimu selama satu bulan ini?" Mike memicingkan mata, berpura-pura menuduh Ron berbuat jahat.


"Hey, jaga ucapanmu, justru aku membuatnya sangat bahagia, iya kan sayang?" Ron mengecup bibir Ayu dengan lembut.


"Jaga sikapmu, ada anak kecil disini!" Mike langsung mendengus kesal melihat ulah sang adik yang tidak melihat situasi.


"Sudah, sudah, ayo kita masuk!" ajak nyonya Merlyn yang sangat bahagia karena semua anggota keluarganya bisa berkumpul bersama dengan lengkap.


Dengan kesibukan masing-masing, momen seperti ini memang jarang sekali terjadi, terlebih lagi nyonya Merlyn dan nyonya Ruth lebih banyak menghabiskan waktu mereka di luar negeri untuk mengurus bisnis fashion yang digeluti oleh keluarga Anderson, sehingga rumah utama lebih sering kosong dan hanya di huni oleh para pelayan dan penjaga saja.


"Apa ini masih sakit?" tanya nyonya Merlyn menunjuk dahi menantunya saat mereka semua sudah duduk di ruang keluarga.

__ADS_1


"Sudah tidak ma, besok perbannya sudah boleh dicopot" Ananda selalu berusaha meredam suasana panas yang hendak terjadi.


"Kak, kau berhutang cerita!" Ayu menagih kepada sang kakak, dengan terpaksa akhirnya Ananda dan Mike saling melengkapi bercerita tentang kejadian yang dialami keluarga mereka karena ulah nyonya Aries.


"Ckck, pantas saja tabiat anak bungsunya buruk ibunya saja begitu, untung saja Ella mengikuti tabiat baik ayahnya!" nyonya Merlyn sangat geram.


"Benar ma, sejauh ini tuan Aries masih baik, bahkan beliau mempercayakan Gaby kepadaku!" Ananda kembali menetralisir keadaan untuk menjaga hati Gaby agar tetap tenang.


"Kali ini kau tidak boleh lengah lagi Mike, mereka harus diawasi dengan sangat ketat, karena kejadiannya sudah berulang kali dan hampir merenggut nyawa kakak ipar!" Ron yang biasanya bersikap sangat cuek pun menjadi geram mendengar semua kejadian itu.


"Aku sudah menyuruh beberapa orang untuk mengawasi mereka selama dua puluh empat jam, aku juga sudah mengancam untuk menyeret mereka ke ranah hukum kalau sampai ini terulang lagi!" Mike sangat serius.


"Sudah, jangan dibahas lagi, biarlah ini jadi pelajaran berharga buat keluarga kita, sekarang lebih baik kita menikmati hidangan yang sudah aku pesan untuk menyambut kedatangan kalian!" nyonya Ruth mendinginkan situasi dengan mengajak mereka makan bersama.


"Woahhhhhh menunya keren sekali!!" Gaby yang selalu antusias dengan menu-menu masakan seperti mendapat hadiah dari langit, ia bahkan bisa melupakan kesedihannya dengan mudah tentang grandma dan grandpa nya yang batu saja mereka bahas.


"Apa kau mau mencoba membuatnya?" Ayu menatap penuh arti.

__ADS_1


"Tentu saja!" Gaby sangat antusias.


Sepanjang hari mereka habiskan dengan bercengkrama bersama keluarga besar Anderson. Suasana rumah utama yang biasanya sepi kini menjadi sangat ramai, apalagi sejak kelahiran Raf, celotehan batita itu selalu saja menjadi oase tersendiri bagi keluarga mereka.


__ADS_2