Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO

Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO
Sehari Bersama Ayah


__ADS_3

Setelah sidang keluarga yang cukup alot, nyonya besar akhirnya berinisiatif untuk menghibur nyonya Ruth dengan mengajaknya shopping ke mall bersama Ananda, Gaby, Maya dan juga Ayu. Sementara Raf sengaja ditinggal di rumah bersama Mike agar kegiatan shopping mereka bisa lebih leluasa. Sebenarnya Ananda merasa berat meninggalkan Raf hanya berdua dengan Mike, namun karena semua orang memaksa, maka mau tidak mau akhirnya Ananda menyerah dan tetap ikut pergi shopping tanpa Raf.


"Raf, ayolah jangan menangis terus" Mike begitu putus asa karena Raf tak kunjung berhenti menangis digendongannya.


"Sepertinya memang aku lebih baik lembur di kantor saja kalau begini!" ia menghela nafas panjang.


"Kau sedang apa?" Ron datang menghampiri Mike.


"Kau pikir memangnya aku sedang apa hah?" Mike menjawab dengan ketus.


"Kenapa sih kau ini tidak bisa sedikit saja bersikap baik padaku?" Ron menjatuhkan dirinya di atas sofa ruang keluarga dengan santainya.

__ADS_1


"Ini semua gara-gara kau!" Mike menatap sinis.


"Kenapa gara-gara aku?" Ron merasa tidak bersalah.


"Tentu saja karena kau datang kemari maka mama dan aunty jadi ikut datang juga dan karena mereka mengajak istriku pergi maka aku yang harus bertugas menjaga Raf!" Mike melempar bantal ke arah wajah Ron yang tergelak mendengar penjelasannya.


"Seharusnya kau bersyukur, kalau tidak begini, mana kau tau kalau ternyata mengasuh anak itu susah, yakan!?" Ron sok bijak, namun perkataan itu cukup membuat Mike terhenyak.


"Cih, sok bijak sekali kau ini!" kata Mike.


Meskipun di rumah ini banyak pelayan, namun Ananda memang lebih memilih untuk melakukan semuanya sendiri. Ia selalu memasak dan menyiapkan keperluan suami dan anak-anaknya tanpa bantuan yang lain. Peran pelayan di rumah hanya sebatas membersihkan rumah dan menyiapkan segala sesuatu yang bersifat teknik saja.

__ADS_1


"Sini, biar aku ajarkan bagaimana caranya mendiamkan Raf!" Ron mengambil alih keponakannya dari tangan Mike.


"The wheels on the bus goes round and round, round and round, round and round....." Ron menaruh Raf di karpet dalam posisi telentang, kemudian dia menyanyikan lagu anak-anak sambil melakukan gerakan-gerakan lucu yang pada akhirnya mengundang tawa Raf.


Untuk urusan yang berhubungan dengan anak kecil, Mike memang kalah jauh dengan Ron. Meskipun Ron belum menikah apalagi punya anak, namun dengan sikapnya yang spontan dan ceria membuat anak-anak mudah sekali dekat dengannya.


"See??? begitulah seharusnya kau bersikap, jangan terlalu kaku seperti kanebo kering!" Ron kemudian pergi meninggalkan Mike dan Raf begitu saja, yang sontak membuat Raf kembali menangis.


"Dasar bocah tengik, kenapa kau buat anakku menangis lagi!?" Mike mengumpat.


Sementara Ron yang sudah berjalan menjauh dari Mike dan Raf tergelak melihat kakak sepupunya yang kembali kelimpungan saat anak laki-lakinya menangis lagi.

__ADS_1


Namun kemudian Mike pun mencoba mempraktekkan apa yang Ron lakukan barusan, dan ternyata cukup berhasil.


"Hey tuan muda, apa kau tau, hanya di depan kau saja aku rela bertingkah aneh seperti badut begini!" Mike mengajak putranya berbicara layaknya pria dewasa.


__ADS_2