Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO

Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO
Berharap Kembali


__ADS_3

"Kau sedang melihat apa?" tanya seorang model kepada Denise saat mereka sedang mempersiapkan syuting iklan untuk produk terbaru.


"Ah tidak, aku hanya sedang menunggu kesempatan kosong untuk menyapa Ron saja!" kata Denise.


"Kau kenal dengan Presdir Ron?" tanya sang model tidak percaya.


"Presdir? maksudnya Ronald Anderson?" Deniss tidak percaya.


"Tentu saja, dia itu pewaris tahta nomor dua setelah Presdir Michael Anderson!" jelas sang model lagi, membuat Denise terperangah.


"Ohhhh begitu ya!?" Denise hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja.


Selama ini ia hanya tau kalau Ron adalah anak orang kaya, tapi ia tidak pernah menyangka jika ternyata Ron adalah pewaris tahta kerajaan bisnis Anderson.


"Ron, apa ada waktu, bisa kita bicara sebentar?" Denise akhirnya memberanikan diri untuk menyapa Ron yang sedang duduk sendiri di sudut studio dan sibuk dengan ponselnya.


"Ada apa?" Ron hanya menatap sekilas, lalu ia kembali fokus ke layar ponselnya untuk berbalas pesan singkat dengan sang istri yang sedang berada di jalan dari kampus menuju ke tempat kerja Ron, karena mereka ingin mencari kado ulang tahun untuk nyonya Ruth.


"Aku ingin mengajakmu makan bersama siang ini, apa kau bisa?" Denise membuang semua rasa malunya.


Sejak pertemuan mereka beberapa hari yang lalu, ia sudah bertekad untuk meminta kesempatan kedua kepada Ron. Terlebih saat ini dirinya mengetahui bahwa Ron adalah pewaris tahta kerajaan bisnis terbesar di negara ini, ia tidak ingin membuang kesempatan emas untuk bisa menjadi nyonya besar Anderson.

__ADS_1


"Maaf aku sudah ada janji!" kata Ron singkat.


"Kalau besok atau lusa?" Denise masih terus berusaha mencoba melakukan pendekatan.


"Apa yang kau inginkan sebenarnya? katakan saja sekarang, tidak usah bertele-tele, aku sibuk tidak ada waktu!" kata Ron dengan ketus.


"Aku hanya ingin minta maaf, aku ingin kita memulai semuanya dari awal lagi!" Denise meraih tangan Ron, namun segera di tepis oleh sang empunya.


"Kau sudah ku maafkan sejak lama, namun untuk kembali seperti dulu itu sangat mustahil!" kata Ron dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Aku mohon beri aku kesempatan sekali lagi Ron, aku sudah berubah, saat ini aku sudah tidak pernah bermain-main lagi seperti dulu!" kata Denise dengan tatapan iba.


"Cih, kau berubah atau tidak, itu bukan urusanku, lagi pula aku sudah bahagia dengan hidupku yang sekarang!" Ron mencibir Denise, membuat gadis itu mulai kesal.


"Sayang!" Ron segera bangkit berdiri ketika melihat sosok Ayu mendekat dan mengabaikan Denise yang masih memohon padanya.


"Kak!" Ayu melambaikan tangan kepada suaminya dan mempercepat langkahnya.


"Kau sudah datang?" Ron merangkul pinggang sang istri dari samping dengan satu tangan kemudian mengecup pipinya dengan lembut.


"Kak malu!" Ayu memukul suaminya dengan manja namun Ron tetap acuh dan mempererat pelukannya.

__ADS_1


"Ayo!" tanpa berkata sepatah katapun Ron dan Ayu pergi meninggalkan Denise yang terperangah melihat adegan mesra mantan kekasihnya itu.


"Siapa gadis itu? kenapa Ron memperlakukannya begitu mesra? apakah dia kekasih barunya? atau hanya sekedar mainannya saja? tapi kenapa tiba-tiba selera Ron menjadi kampungan seperti itu sih? sial, kenapa sainganku sangat tidak selevel begitu!?" banyak pertanyaan muncul di benak Denise ketika sepasang kekasih itu pergi meninggalkannya seorang diri.


"Lihat saja nanti, aku pastikan Ron akan bertekuk lutut dihadapanku, dan gadis kampungan itu akan ku tendang jauh-jauh dari hidup kami!" Ia sama sekali tidak tau bahwa Ron sudah menikah dengan Ayu.


..........


"Itu tadi mantan kekasih yang aku ceritakan padamu!" Ron membuka percakapan saat mereka sudah berada di dalam mobil dan meluncur menuju Mall.


"Aku tau!" jawab Ayu dengan wajah biasa saja.


"Apa kau tidak cemburu?" Ron bertanya dengan hati-hati.


"Tidak!" dia menjawab enteng.


"Kenapa?" Ron heran.


"Bukankah kakak bilang jijik padanya? masa aku harus cemburu pada sesuatu yang menjijikan sih? yang benar saja! hahahahahhaha" Ayu tertawa renyah.


"Kau ini benar-benar ya, kalau tidak sedang di jalan raya, pasti sudah aku makan kau sampai habis tak bersisa!" Ron mencubit pipi istrinya dengan gemas.

__ADS_1


"Kak Ron!" Ayu merajuk, membuat suaminya tergelak melihat ekspresinya.


Ia sangat bersyukur memiliki istri yang sangat pengertian dan dewasa dalam berpikir, meskipun secara usia mereka jauh berbeda, Ayu masih sembilan belas tahun, sementara Ron tiga puluh enam tahun.


__ADS_2