
"Kak Ron, ada apa kak ke sini?" Ayu benar-benar terkejut saat melihat Ron tiba-tiba saja berada di kampusnya.
"Tadi aku tidak sengaja lewat sini pas ingin makan siang di mall sebelah kampus, lalu aku ingat kamu kan kuliah di sini, jadi skalian saja aku mampir buat ajak kamu makan bareng" kata Ron dengan santai.
Padahal sesungguhnya Ron sengaja datang karena kemarin dia mendengar bahwa Tian akan mengajak Ayu makan siang di tukang bakso langganan mereka.
"Ohhhh begitu, lalu kakak sama siapa?" Ayu mencari-cari.
"Sendiri, memangnya mau sama siapa lagi?" jawab Ron enteng.
"Aku kira ada Gaby seperti kemarin" Ayu menggaruk kepalanya.
"Gaby kan belum pulang sekolah" kata Ron lagi.
"Oh iya ya, benar juga" Ayu mengangguk-anggukan kepala.
"Ayo, aku sudah lapar" Ron menggandeng tangan Ayu dan menariknya ke arah parkiran mobil, sontak membuat Ayu terkejut dan membulatkan mata.
"Kamu masih ada kelas sampai jam berapa yu?" tanya Ron.
"Sudah habis kak, sebenarnya tadi Ayu rencana mau pulang dan makan di rumah" Ayu menjelaskan.
"Wah, kebetulan dong ya, kita bisa agak lama makannya, aku kira kamu masih ada kelas lagi" Ron menyeringai.
"Enggak kak, sudah selesai hanya dua mata kuliah untuk hari ini" Ayu tersenyum.
"Kamu mau makan apa?" tanya Ron setibanya mereka di restoran.
"Sama seperti kakak saja" Ayu yang baru kali ini makan di restoran Itali bingung harus memilih apa.
Akhirnya Ron memilih beberapa jenis pasta dan pizza untuk mereka makan.
"Habis ini kita nonton yuk, ada film seru loh" kata Ron dengan senyum yang selalu menawan.
__ADS_1
"Emmm, tapi Ayu belum ijin sama kak Nanda" jawab Ayu khawatir.
"Ya sudah aku telpon sekarang ya" kata Ron spontan mengambil ponselnya dari saku celana.
"Halo, kakak ipar"
"....."
"Aku mau minta ijin ajak Ayu nonton film di bioskop ya"
"......"
"Siap kak, beres"
"....."
"Oke, makasih kak"
"Beres, kakak ipar mengijinkan" kata Ron sambil menaruh ponselnya di meja.
..........
"Kita mau nonton film apa nih?" menunjuk daftar film yang ada di papan jadwal.
"Terserah kakak saja, Ayu tidak begitu mengerti film" Ayu berkata jujur, ia memang baru kali ini menonton di bioskop.
"Kita nonton itu saja ya" Ron menunjuk sebuah film bergenre horor.
"Iya kak" Ayu hanya mengangguk-angguk saja.
"Aaaaaaaaaa" Ayu menjerit dan reflek merangkul lengan Ron ketika makhluk menyeramkan tiba-tiba muncul dengan suara yang menggelegar.
"Maaf kak, Ayu kaget" katanya saat sadar sudah merangkul tangan pria itu tanpa ijin.
__ADS_1
"No problem, eheheheheh" Ron terlihat cuek.
Beberapa kali Ayu melakukan tindakan yang sama karena ia benar-benar ketakutan melihat sosok-sosok menyeramkan yang ada di layar.
"Ayu baru pertama nonton di bioskop, eh sekalinya nonton filmnya seram" Ayu berseloroh saat mereka keluar dari ruang teater membuat Ron terkekeh dengan keluguan gadis itu.
"Kamu tuh lucu ya, sama tendangan dan pukulan cuek aja dan tidak merasa takut, eh giliran sama yang bohongan begini malah takut setengah mati" Ron mengacak-acak rambut Ayu dengan gemas.
"Kak Ron" Ayu protes karena rambutnya berantakan, dan lagi-lagi membuat Ron tergelak karena wajah gadis itu benar-benar lucu saat sedang kesal.
"Ayo" lagi-lagi Ron menggandeng tangan Ayu dengan cuek membuat gadis itu merah merona karena malu.
..........
"Woahhhhhh indahnya" Ayu mengedarkan pandangan ke arah lampu-lampu hias yang berkedip sepanjang danau.
"Padahal Ayu sering kesini loh sama Gaby dan kak Ananda, tapi siang hari, baru kali ini Ayu lihat pemandangan danau di malam hari, keren sekali" Ayu masih berdiri di pagar tepi danau dan tidak berpaling dari lampu-lampu itu. Ia menyedekapkan tangannya untuk menangkal hawa dingin yang tertiup oleh angin.
"Ini, pakai" Ron membuka jaketnya dan meletakkannya dikedua bahu Ayu agar gadis itu merasa hangat.
"Eh tidak usah kak, aku tidak apa-apa kok" kata Ayu dengan sungkan.
"Jangan menolak pertolongan orang, itu tidak sopan" Ron membetulkan jaketnya yang merosot karena Ayu hendak mengembalikannya.
"Terima kasih" Akhirnya Ayu pasrah.
Ia kembali menghadap danau dan memunggungi Ron yang ada di belakangnya. Ron yang melihat Ayu dari belakang reflek memeluk pinggang gadis itu dan menaruh dagunya di bahu Ayu.
"Apa kau suka?" Ron berbisik di telinga Ayu, membuat gadis itu merasakan desiran aneh kembali.
"Iya, sangat indah" Ayu sedikit menggerakkan tubuhnya untuk menolak pelukan Ron secara sopan tanpa menyinggung, namun justru Ron memperkuat pelukannya sehingga Ayu semakin meringsek didekapan pria gagah itu.
"Kak sudah malam, Ayu takut kak Nanda khawatir" Karena ia tidak bisa melepas pelukan Ron, akhirnya dia memutuskan minta pulang.
__ADS_1
"Sebentar lagi ya" Entah kenapa Ron masih ingin berlama-lama seperti ini, ia merasa sangat nyaman saat bersama gadis lugu ini, sangat berbeda dengan kebanyakan gadis yang pernah dikencaninya.