
Seminggu sudah berlalu sejak Gaby datang ke rumah keluarga Aries. Ia dan Nyonya Aries tiba di rumah Mike pada sore hari. Nyonya Aries yang sedang menyusun rencana ingin mengambil hak asuh Gaby dari Mike mencoba peruntungannya dengan menginap di rumah mantan menantunya itu.
"Sayang sudah pulang?" Ananda memeluk putrinya dengan penuh kasih sayang.
"Iya" jawab Gaby dengan datar.
"Selamat datang Mom" sapa Ananda kepada nyonya Aries.
"Hemmmm" jawab wanita itu.
"Ayo kak, Raf dari kemarin mencarimu terus lohhh" Ananda menggandeng lengan Gaby.
"Aku lelah Bun, mau ke kamar saja" Jawab Gaby datar.
"Baiklah, kalau begitu istirahatlah di kamar" Ananda tersenyum hangat.
"Mari Mom, biar aku antar ke kamar Mom" Ananda mengangkat tas milik nyonya Aries.
"Tidak usah, aku tidur sama Gaby saja" kata nyonya Aries dengan ketus.
Setelah selesai bertergur sapa, akhirnya Gaby bersama dengan nyonya Aries pergi menuju kamar Gaby, meninggalkan Ananda di ruang tamu dengan perasaan yang terkejut karena sikap putrinya yang berubah drastis.
__ADS_1
"Nyonya, Sepertinya ada yang berbeda dari sikap nona, apakah mungkin nyonya Aries sudah mempengaruhinya?" Maya yang sejak tadi mengatur percakapan mereka menaruh curiga.
"Entahlah, mungkin saja Gaby sedang lelah Bu" Ananda mencoba berfikir positif.
..........
"Kak, makan malamnya sudah siap, yuk kita makan" Ananda menghampiri Gaby di kamarnya.
"Mom, mari makan malam" Ananda tidak lupa mengajak nyonya Aries.
"Kami akan makan di dalam kamar saja sambil menonton film" kata nyonya Aries tanpa melirik ke Ananda.
"Bun aku belum lapar" kata Gaby kemudian, membuat Ananda menyerah.
"Baiklah, bunda akan bawakan makan malam ke kamar saja kalau begitu" akhirnya Ananda mengalah dan pergi dari kamar putrinya dengan hati yang sedih akibat perubahan sikap Gaby terhadap dirinya.
"Mana Gaby?" tanya Mike ketika Ananda sudah turun ke ruang makan seorang diri.
"Katanya mereka ingin makan di kamar sambil menonton film" Ananda berkata dengan sedih.
"Baiklah, biar aku yang mengajaknya!" Mike sudah menduga ada sesuatu yang tidak baik dengan kedatangan Nyonya Aries. Ia kemudian menuju kamar Gaby untuk memanggil putrinya makan malam bersama di ruang makan.
__ADS_1
"Kak, ayo makan!" Mike langsung menatap tajam ke arah anaknya tanpa menghiraukan keberadaan nyonya Aries, ia tidak lagi mau berpura-pura pada wanita itu.
"Dia ingin makan di kamar bersamaku!" kata nyonya Aries, sementara Gaby hanya diam saja karena bingung harus mengikuti ayahnya atau grandmanya.
"Maaf Mom, rumah ini punya aturan, tidak boleh makan di kamar kecuali sedang sakit!" Mike berkata dengan sangat tegas membuat nyonya Aries tidak bisa berkutik lagi karena dia hanyalah seorang tamu yang tidak memiliki kekuatan apapun untuk membantahnya.
Dengan terpaksa akhirnya nyonya Aries mengikuti Mike yang menggandeng tangan Gaby menuju ruang makan. Mereka makan dalam kondisi yang hening, hanya terdengar beberapa kali Ananda bertanya kepada Gaby untuk menanyakan apakah putrinya ingin menambah menu makan malamnya atau tidak.
..........
"Sepertinya dugaan Ayah benar bun" Mike menarik nafasnya panjang.
"Kita jangan gegabah yah, nanti coba pelan-pelan bunda melakukan pendekatan lagi ya sama Gaby untuk mencari tau semuanya" Ananda menenangkan sang suami saat mereka sudah masuk ke dalam kamar dan bersiap untuk tidur.
"Ayah takut kalau Gaby terpengaruh hal-hal yang jahat" Mike menunjukkan wajah khawatirnya.
"Kita berdoa semoga semua tidak seburuk yang kita khawatirkan" Ananda menggenggam erat tangan suaminya untuk mengalirkan energi positif meskipun sesungguhnya dirinya sendiri sangat khawatir dengan kondisi Putri sulungnya itu.
"Sudah, ayo kita istirahat, supaya besok pagi kita bisa lebih segar dan berfikir jernih" imbuh Ananda kepada suaminya.
Mereka pun beranjak tidur dengan saling berpelukan dalam diam dan larut dalam pikiran masing-masing tentang Putri mereka yang mulai berubah karena hasutan dari sang grandma.
__ADS_1