
Ananda yang sudah dinyatakan sehat, akhirnya bisa kembali ke rumah dan berkumpul bersama semua anggota keluarganya. Mike yang selama ini menyembunyikan kenyataan bahwa dalang dari meninggalnya Ella dan kecelakaan Ananda adalah karena ulah Ariana pun akhirnya memilih menceritakan kebenarannya. Ia menganggap sudah saatnya Gaby mengetahui kebenaran itu meskipun akan sangat menyakitkan dan sulit dimaafkan. Gaby yang sudah semakin menyadari betapa berartinya sang bunda dalam hidupnya pun menjadi semakin posesif kepada Ananda. Ia tidak mau hal buruk terjadi lagi dalam hidup Ananda setelah dua kali Ananda hampir kehilangan nyawanya karena ulah dari anggota keluarga Aries.
"Bun, apa aku boleh tidur bersama bunda malam ini?" Gaby yang masih syok setelah mendengar seluruh kronologi yang diceritakan oleh sang ayah, tidak ingin jauh-jauh dari sang bunda.
"Boleh sayang, kakak mau tidur di kamar bunda atau bunda yang tidur di kamar kakak?" Ananda bertanya.
"Aku tidur di kamar bunda saja, aku ingin tidur bertiga dengan ayah dan bunda" kata Gaby sambil memeluk sang bunda yang sedang duduk di sofa ruang keluarga.
"Oke" kata Ananda sambil membalas pelukan sang putri.
Sementara sang ayah yang sejak siang sudah menahan hasrat ingin berdua saja dengan bunda, hanya bisa menelan kekecewaan karena adanya pihak ketiga diantara mereka nanti malam.
..........
__ADS_1
"Permisi tuan, baru saja tuan Aries menelpon saya, dia meminta ijin ingin bertemu dengan Anda sekeluarga untuk yang terakhir kalinya!" George melaporkan apa yang disampaikan oleh tuan Aries kepadanya baru saja.
"Cih, buat apa lagi?" Mike mendengus kesal.
"Mereka ingin mengucapkan salam perpisahan dengan nona Gaby" kata George.
"Aku rasa sudah tidak perlu yang seperti itu!" kata Mike ketus.
"Ayah, jangan begitu, biar bagaimanapun mereka tetap orang tua, kita sebagai anak harus tetap menghormati mereka!" Ananda selalu bersikap baik.
"Sayang, jangan seperti itu, biar bagaimanapun mereka tetap grandma dan grandpa kakak, orang tua dari ibu Ella" Ananda mengingatkan statusnya, membuat Gaby hanya bisa terdiam.
"Baiklah, katakan kalau mereka bisa menemui kami di taman kota, aku akan memberi mereka waktu lima menit untuk mengucapkan salam perpisahan kepada Gaby!" kata Mike pada akhirnya.
__ADS_1
"Baik tuan, saya akan atur waktunya!" kata George kemudian.
..........
"Gaby sayang" nyonya Aries memeluk cucunya dengan erat sambil menangis.
"Maafkan grandma" kata nyonya Aries menatap wajah cucunya dengan lekat, sementara Gaby hanya diam mematung karena takut.
"Mike, Ananda, maafkan Mom, bisakah aku mendapatkan kesempatan sekali lagi?" kata wanita tua itu sambil berlutut memohon ampun dihadapan mereka.
"Aku rasa ini cukup untuk yang terakhir kali, setelah ini, bila takdir mempertemukan kita, anggap saja kita tidak pernah saling kenal" kata Mike dengan dingin tanpa menatap nyonya Aries yang sedang berlutut di hadapannya.
"Terima kasih Mike atas segala kebaikanmu selama ini terhadap keluarga kami" Tuan Aries akhirnya buka suara.
__ADS_1
"Baiklah Dad, waktu lima menit sudah habis, kami permisi, ayo Gaby!" Mike dan Ananda menuntun tangan putri sulung mereka secara bersamaan dan pergi meninggalkan kedua orang tua itu diiringi oleh beberapa pengawal bersenjata lengkap yang sengaja mereka bawa untuk berjaga-jaga bila kedua orang itu ingin berbuat sesuatu yang di luar batas lagi.
"Kau sudah puas kan sekarang?" tuan Aries pun beranjak pergi menuju lapangan parkir tempat mobilnya berada, meninggalkan sang istri seorang diri dalam keadaan berlutut di tengah taman kota dengan perasaan yang berkecamuk menjadi satu.