
"Brengsek!" Mike membanting sebuah amplop coklat berisi data-data hasil penyelidikan yang dilakukan oleh anak buahnya.
"Selama ini tanpa diketahui banyak orang ia sudah sering melakukan tindak kriminal tuan!" George menjelaskan.
"Yang terakhir terjerat kasus narkotika, ia ditemukan hampir over dosis di kamar hotel saat sedang mengkonsumsi obat terlarang yang sama persis ia berikan kepada Anda beberapa tahun lalu!" George menambahkan informasi yang sontak membuat Mike terbelalak.
"Kenapa dia sangat kejam seperti itu? dia berani melakukan percobaan pembunuhan pada istriku, ah tidak, bahkan dia tega menghabisi nyawa kakak kandungnya sendiri?" Mike kehabisan akal memikirkan bagaimana seorang gadis cantik seperti Ariana yang memiliki segalanya bisa bersikap layaknya penjahat kelas kakap.
"Apa orang tuanya tau akan semua ini?" tanya Mike.
"Mereka tau tuan, justru merekalah yang selama ini menutup-nutupi semua keburukannya di depan publik" George mengangguk.
"dan mereka tetap diam? bahkan ketika mereka tau kalau Putri pertamanya meninggal karena dibunuh oleh putri kedua mereka?" Mike terbelalak.
"Dari data yang saya dapatkan, beberapa kali ia memang pernah diantar ke psikiater oleh kedua orang tuanya, dia seperti itu karena merasa tertekan, sejak kecil ia selalu merasa menjadi nomor dua dan tersisih karena keberadaan sang kakak yang dianggap lebih sempurna dalam segala hal" George sangat ngeri membayangkannya.
__ADS_1
"Bagaimana dia tidak tersisih jika perangainya saja sangat buruk seperti itu!" Mike kembali mengingat kejadian saat dirinya dijebak dulu.
"Mereka beranggapan bahwa selama ini sikap merekalah yang memicu nona Ariana menjadi jahat, oleh karena itu setelah nyonya Ella meninggal, kedua orang tuanya seperti mencurahkan semua perhatiannya kepada nona Ana untuk menebus segala kesalahan yang terjadi di masa lalu!" George menarik nafas berat.
"Aku ingin bertemu dengan mereka untuk membicarakan hal ini. Tolong kau atur semuanya, pastikan dia tidak kabur dan mendapatkan hukuman yang setimpal!" Mike mengepalkan tangannya murka.
"Baik tuan" George sudah menduga ini akan dilakukan oleh Mike, mengingat betapa ia sangat mencintai kedua istrinya itu.
..........
"Mike, ada apa kau datang ke sini?" tanya tuan Aries ayah dari Ariella dan Ariana yang tidak lain adalah mertua Mike.
"Mike!?" sontak membuat ayah mertuanya kaget.
"Maaf, Aku harus bertindak tegas!" Mike menatap tajam.
__ADS_1
"Aku mohon Mike!" pria tua itu berkaca-kaca.
"Aku mungkin tidak punya hak untuk marah jika ini hanya tentang Ariella, karena kalian saja yang jelas-jelas orang tua kandungnya seolah-olah menganggapnya tidak terjadi sesuatu!" Mike menarik nafas berat.
"Tapi ini juga tentang istri dan anakku, aku tidak akan membiarkan siapapun melukai orang-orang yang aku sayangi!" Mike sangat tegas.
"Aku mohon!" pria itu kini berlutut.
"Maaf dad, aku mohon ijinkan aku memproses ini sesuai proses hukum yang berlaku!" kata Mike.
"Tapi Mike!?" dia bergetar hebat menahan pedihnya.
"Aku sangat menghormati Mom dan Dad seperti aku menghormati kedua orang tuaku, tapi ini sudah diluar ambang batas toleransiku, aku tidak bisa hanya berdiam diri saja menyaksikan istriku dan anakku hampir kehilangan hidup mereka, terlebih aku sudah pernah kehilangan istriku di masa lalu!" Mike meneteskan air matanya yang terasa begitu pedih.
"Maaf!" hanya kata itu yang terlontar dari mulutnya.
__ADS_1
"Dad tidak perlu minta maaf, ini murni kesalahan Ariana, jadi dialah yang berhak mendapat ganjarannya!" Mike bersiap berdiri.
"Aku permisi dulu dad, semoga lain waktu kita dipertemukan dalam situasi yang lebih baik!" Mike menunduk hormat sebelum akhirnya berlalu dari hadapan ayah mertuanya. Meninggalkan pria tua itu yang terlihat sangat lemah dan menyedihkan karena harus kehilangan putri pertamanya dan menyaksikan putri keduanya akan segara menjadi seorang tahanan.