
"Kau atur saja semuanya George, aku tidak ingin bertemu dengannya lagi, kau tau kan kalau sampai aku melihatnya mungkin saja dia bisa habis di tanganku!" Mike begitu menyimpan dendam terhadap Ariana.
"Baik tuan, saya akan urus semuanya sampai tuntas, saya pastikan ia akan mendapatkan ganjaran yang setimpal!" jangankan Mike yang menjadi korban, George yang hanya menjadi saksi dari kebrutalan Ariana saja sangat membenci gadis itu.
Setelah kejadian mengerikan itu, Ariana langsung melarikan diri dari rumah keluarga Anderson. Sesungguhnya ia tidak benar-benar menghilang, karena sejak awal kedatangannya, Mike memang memerintahkan George mengutus beberapa orang untuk mengawasi gerak-gerik gadis itu. Saat ini Ariana diketahui sedang bersembunyi di apartemen milik seorang laki-laki yang dikenal sebagai teman kencan sekaligus kaki tangannya dalam menjalankan segala aksi kejahatannya. Mereka memang sudah tinggal bersama sejak beberapa tahun silam tanpa ikatan yang jelas, lebih tepatnya hanya untuk saling memuaskan hasrat duniawi masing-masing saja.
..........
Ting Tong... Bel di unit apartemen itu berbunyi.
"Sial, siapa sih malam-malam begini mengganggu?" pria yang diketahui bernama Fred itu mendengus kesal karena aktivitas panas yang sedang dilakukannya bersama Ariana terganggu di tengah jalan.
"Coba kau lihat dulu, siapa tau penting!" Ariana mendorong tubuh kekar Fred agar beranjak dari tempat tidur dan membukakan pintu.
"Arghhhhhh!!!" Fred geram namun tetap melakukan apa yang diperintahkan Ariana.
__ADS_1
Ia mengambil celana dan mengenakannya dengan wajah masam. Sementara Ariana lebih memilih tetap berada di atas kasur dan menarik selimut yang ada di bawah kakinya untuk menutupi tubuh polosnya.
"Permisi, apakah benar ini tempat tinggal tuan Fred?" beberapa orang dengan seragam kepolisian berdiri di depan pintu.
"Be, benar!" Fred tergagap.
"Apa nona Ariana juga sedang berada di sini?" imbuh sang polisi yang memimpin rombongan itu.
"Dia ada di dalam!" Fred yang merasa dikepung berkata jujur.
"Bisa kami bertemu?" tanya polisi itu lagi.
"Ada polisi di depan!" Fred masuk ke dalam kamar dengan wajah pias.
"Sial!" Ariana mengumpat kasar.
__ADS_1
"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" Fred mulai panik.
"Kau tenang saja, aku akan meminta dadku membereskannya!" Ariana langsung mengenakan pakaiannya.
Setelah menunjukkan surat penangkapan, Ariana dan Fred langsung di giring ke kantor polisi.
..........
"Maaf nak, kali ini dad tidak bisa membantumu lagi, perbuatanmu sudah sangat keterlaluan!" suara pria itu terdengar sangat lemah.
"No way dad, aku tidak mau menyia-nyiakan hidupku di dalam penjara!" Ariana sangat histeris mendengar ayahnya menolak membantu.
"Kenapa kau tidak jera juga? dad pikir dengan semua yang sudah terjadi kau akan menyesalinya dan berubah menjadi lebih baik lagi! tapi apa nyatanya? kau sama sekali belum berubah!" Tuan Aries begitu kecewa, sementara istrinya hanya bisa menangis melihat kondisi putri kesayangannya yang tidak pernah belajar dari kesalahan.
"Dad please!" Ariana semakin tak terkendali.
__ADS_1
"Belajarlah dari kesalahanmu nak! kau harus bisa menerima segala konsekuensi dari setiap perbuatan yang telah kau lakukan! begitulah seharusnya kita hidup!" sang ayah akhirnya mengatakan hal yang seharusnya ia katakan dari dulu.
"Aku tidak mau kau terjerumus lebih dalam lagi, biar bagaimana pun kau tetap putriku, aku tetap menyayangimu apa adanya, setelah semua ini berlalu kau bisa membuka lembaran baru, kita akan mulai semua dari awal lagi!" pria tua itu tersenyum getir.