Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO

Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO
Merubah strategi


__ADS_3

Seminggu telah berlalu sejak kedatangan Ariana. Tidak ada yang berubah, hampir semua berjalan dengan semestinya. Namun demikian Mike tetap saja tidak pernah mengendurkan pengawasannya terhadap anak dan istrinya. Ia sengaja meminta Maya untuk memperketat semua sistem keamanan di rumah mulai dari CCTV hingga para pelayan yang ditugaskan untuk mengawasi gerak gerik nyonya dan nona mereka di setiap sudut rumah saat sedang berintaksi dengan Ariana. Mike juga meminta Ariana untuk tidur di kamar tamu dan tidak banyak berbicara dengan Gaby bila tidak ada orang dewasa yang mengawasinya.


"Kalian tau kan kalau kalian adalah orang-orang kepercayaan tuan Mike yang dianggap bisa membantunya melindungi nyonya dari segala hal buruk yang akan menimpanya? jadi kerjakanlah dengan segenap hati kalian!" begitu Maya menyampaikan pesan rahasia kepada Nani, Tika, Desi, Sita dan juga Abigail.


"Jangan sampai kejadian seperti ini menimpa tuan Mike untuk yang kedua kalinya!" Maya juga sempat menunjukkan video rekaman yang pernah diambil suaminya beberapa tahun lalu sebagai bukti kejahatan Ariana.


"Jagalah Nyonya, nona dan juga bayi yang ada di kandungan nyonya dengan baik!" Maya menatap mereka satu persatu dengan dalam.


"Kami akan melakukannya dengan segenap nyawa kami Bu!" Abigail bersungguh-sungguh diikuti oleh anggukan kepala dari keempat gadis pelayan yang lain.


"Bagus, aku percaya kalian bisa menjalankan semua ini dengan baik, jangan buat tuan Mike kecewa!" Maya tersenyum puas melihat bagaimana mereka sangat setia kepada Ananda.


Tentu saja kesetiaan yang tidak datang begitu saja, melainkan karena kebaikan hati Ananda yang selalu memperlakukan para pelayan di rumahnya seperti keluarga sendiri, sehingga mereka pun tidak segan-segan membalas budi baik majikannya itu, bahkan kalau perlu dengan taruhan nyawa mereka sendiri.

__ADS_1


...........


"Selamat pagi semua!" Sapa Ariana ketika waktu sarapan tiba.


"Pagi Ana duduklah, ini aku sudah masak nasi goreng seafood kesukaan Gaby, cicipi ya" kata Ananda sambil mengulurkan tempat nasi goreng ke hadapan Ariana.


"Terima kasih Ananda" kata Ariana dengan senyum manisnya yang palsu.


"Jadi nak, nanti habis makan kita berangkat ya sama Tante Sita dan Tante Abigail" jawab Ananda dengan lembut.


"Oke bunda" Gaby tersenyum sumringah.


"Tidak mau aunty yang antar saja?" Ariana menawarkan diri menjadi supir mereka.

__ADS_1


"Nyonya sudah memiliki pengawal dan supir pribadi yang siap siaga kemanapun nyonya pergi nona, jadi Anda tidak perlu merepotkan diri sendiri, nikmatilah hari Anda dengan baik!" kata Maya sambil tersenyum ramah.


"Sementara Mike hanya diam saja seperti biasanya, ia sengaja membatasi komunikasi dengan Ariana. Kalaupun ada sesuatu yang ingin dia sampaikan, biasanya Mike akan menyampaikannya melalui George ataupun Maya. Ia menerima kehadiran Ariana di rumah ini hanya semata-mata untuk Gaby saja, selebihnya bagi Mike Ariana hanyalah hewan pengerat yang mengganggu kehidupannya.


"Sial, kenapa semua pelayan di sini begitu waspada dan siaga? sepertinya aku tidak punya celah sedikitpun untuk berbicara empat mata baik dengan Gaby maupun dengan Ananda!" Ariana mengumpat dalam hatinya saat merasakan bahwa semua orang di rumah ini sudah menaruh curiga kepadanya.


"Kalau begini terus aku harus merubah strategi ku!" Ariana memutar otaknya dengan keras untuk mencari ide baru agar dapat menyingkirkan Ananda sebagai nyonya di rumah itu dan berharap untuk bisa menggantikan posisinya.


Pada awalnya Ariana ingin sekali meracuni otak Gaby dengan bujukan dan rayuan kebencian terhadap Ananda. Ia ingin memperalat Gaby dengan mengatakan bahwa jika adiknya kelak lahir, ia pasti akan ditinggalkan dan tidak akan disayang lagi oleh Mike dan juga Ananda. Ia juga ingin mengatakan bahwa Ananda akan merebut semua harta yang seharusnya menjadi hak Gaby dengan alasan kelahiran anaknya kelak. Selain itu, Ariana juga berencana untuk menjatuhkan mental Ananda dengan mengatakan bahwa Mike menikahi Ananda hanya untuk diperalat sebagai pengasuh Gaby yang merangkap sebagai mesin pencetak anak saja tanpa adanya rasa cinta diantara keduanya. Namun apa daya, belum sempat ia mengatakan apapun, Mike yang sudah tau rencana busuknya telah membentengi keluarganya dengan pengamanan yang sangat amat ketat.


"Kalau memang rencana meracuni psikis mereka tidak berhasil, maka dengan terpaksa aku akan bermain fisik untuk dapat memenangkan permainan ini!" bisik Ariana dalam hatinya saat melihat interaksi ketiga orang di hadapannya yang sangat harmonis layaknya kelurga yang utuh.


Sementara dilain pihak, Ananda dan Gaby sama sekali tidak tau menau perihal kejahatan yang pernah diperbuat oleh Ariana kepada Mike. Rahasia itu sengaja ditutup rapat-rapat oleh Mike dari dua orang yang disayanginya agar mereka tidak memiliki beban apapun.

__ADS_1


__ADS_2