
"Mike" Tuan Aries menemui Mike di kantornya.
"Dad, silahkan duduk, ada apa?" Mike bertanya karena merasa aneh dengan kedatangan mantan mertuanya itu.
"Aku ingin membicarakan tentang rencana Mom mu" Tuan Aries berkata jujur.
"Rencana apa?" Mike memicingkan matanya.
"Ia sedang berencana mengajak Gaby tinggal di rumah kami, aku sudah katakan padanya bahwa kau tidak akan pernah mengijinkan itu karena kau sangat menyayangi Gaby, namun Mom mu itu sepertinya tidak peduli, ia akan melakukan segala cara demi bisa mendapatkan apa yang ia inginkan!" kemudian Tuan Aries menceritakan semua rencana yang ia ketahui.
"Kenapa Dad tidak mendukung Mom? kenapa malah memberitahu aku tentang hal ini?" Mike merasa sangat aneh dengan sikap Tuan Aries.
"Aku tau kalau selama ini keluargaku terlalu jahat kepadamu Mike, karena ulah kami kau sudah kehilangan wanita yang paling kau cintai, bahkan kau hampir kehilangan lagi untuk yang kedua kalinya, aku tidak mau itu sampai terjadi lagi untuk yang ketiga kalinya, aku hanya ingin hidup dengan tenang sekarang ini!" Tuan Aries menerawang dengan tatapan nanar.
"Dad" Mike menarik nafas panjang, ia melihat gurat kesedihan dan ketulusan dari pria tua di depannya ini.
__ADS_1
"Terima kasih untuk segala informasi yang kau berikan, bolehkah aku minta tolong?" imbuh Mike.
"Katakanlah, jangan sungkan!" kata tuan Aries tulus.
"Bisakah setelah semua ini selesai, Dad memastikan Mom hidup dengan tenang tanpa mengganggu keluargaku lagi? tolong jaga Mom agar tidak mendekati Gaby lagi dan meracuni pikiran polosnya dengan hal-hal yang buruk!" Mike menatap kepada tuan Aries.
"Pasti, aku akan melakukan apapun yang terbaik bagi cucuku, hanya dia satu-satunya harapan kami, dan aku percaya dia ada ditangan yang tepat, kau dan Ananda adalah orang-orang yang dibutuhkan oleh Gaby untuk menjadi pribadi yang baik!" tuan Aries berjanji.
"Terima kasih Dad!" Mike tersenyum tulus.
"Baik Dad, terima kasih!" Mike mengantar kepergian tuan Aries dengan senyum tulusnya. Ia bersyukur bahwa setidaknya hanya nyonya Aries saja yang perlu dia awasi, sementara suaminya masih bisa berfikir dengan waras.
..........
"Ada apa dia kesini?" tanya George saat mereka sedang makan siang.
__ADS_1
George memang sedang tidak ada di kantor saat Tuan Aries datang, ia harus mengurus kantor cabang baru dan melakukan koordinasi dengan orang-orang lapangan.
"Dia ingin memperingatkan aku tentang niat buruk istrinya!" kemudian Mike menceritakan semua yang tadi ia bahas dengan tuan Aries.
"Hemmmmm" George sudah bisa menebak apa yang bisa saja terjadi selanjutnya bila ini tidak segera diselesaikan.
"Kau taukan apa yang harus Maya lakukan?" tanya Mike dengan yakin
Mike memang seperti sudah memiliki koneksi pikiran dengan sahabatnya yang merangkap asisten pribadinya itu. Untuk hal-hal seperti ini mereka selalu memiliki frekuensi yang sama dan bisa memutuskan sesuatu tanpa harus berdiskusi terlebih dahulu.
"Tentu saja!" George segera menelpon istrinya dan memintanya mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi di rumah keluarga Anderson itu.
Sepanjang hari itu Mike merasa tidak tenang, pikirannya terus saja dihantui oleh hal-hal buruk yang bisa saja terjadi seperti beberapa waktu lalu saat Ariana berada di rumahnya.
"Aku ingin pulang cepat!" akhirnya Mike memutuskan.
__ADS_1