
Setelah tiba di lokasi acara, semua siswa melakukan serangkaian kegiatan yang sudah disusun oleh para guru.
"Ayo Gaby, kamu bisa, terus masukkan bijinya ke dalam baskom!" teriak teman-teman satu timnya saat Gaby sedang melakukan pertandingan melawan tim lain.
"Woahhhhhh Gaby hebat!" gemuruh kebahagiaan pecah saat Gaby memenangkan pertandingan yang diikutinya.
Suasana begitu ceria, semua anak sangat antusias mengikuti setiap susunan acara gathering. Sementara di sudut taman tempat acara berlangsung, seorang pria yang mengenakan pakaian serba hitam berdiri mengamati Gaby dengan intens.
"Kamu mau kemana?" tanya Niken saat Gaby pergi menjauh.
"Aku mau ke toilet sebentar" kata Gaby sambil menahan.
"Baiklah, cepat kembali ya!" Niken kembali menonton pertandingan yang sedang berlangsung.
"Bu, saya mau ke toilet ya" Gaby meminta ijin kepada guru yang posisinya paling dekat dengannya berdiri saat itu.
"Baik, cepat kembali kalau sudah selesai ya" kata guru itu memberi ijin.
"Iya Bu, permisi" Gaby mengangguk dan kemudian berjalan menuju toilet.
Karena toilet yang terdekat sangat penuh dan mengantri panjang, maka Gaby memutuskan untuk mencari toilet lain yang lebih sepi namun agak sedikit jauh.
"Empphhhhh" Gaby yang baru selesai buang air kecil tiba-tiba dibekap menggunakan sapu tangan yang sudah diolesi obat bius.
Gadis itu kemudian di masukkan ke sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari lokasi dan di bawa pergi menjauh ke luar kota oleh pria yang sudah mengintainya sejak tadi.
"Bu, Gaby kok lama ya, tadi katanya hanya mau ke toilet sebentar" Niken khawatir dengan Gaby.
__ADS_1
"Loh Gaby belum kembali?" tanya ibu guru kepada Niken.
"Belum Bu, dari tadi saya menunggu tapi tidak juga kembali" kata Niken.
"Ayo kalau begitu kita cari" kemudian sang guru memberi tau kepada guru-guru yang lain perihal menghilangnya Gaby.
..........
"Kan sudah bunda bilang, seharusnya kakak tidak usah berangkat!" Ananda menangis saat mendapat kabar dari sang guru yang mengatakan Gaby hilang setelah meminta ijin ke toilet.
"Tenang dulu Bun" kata Mike kepada sang istri.
"Bagaimana aku bisa tenang kalau sekarang putriku sedang dalam bahaya? bisa saja dia sedang dijahati oleh orang di luar sana!" Ananda berteriak histeris karena frustasi membayangkan hal buruk sedang menimpa putri sulungnya itu.
"Bunda" Mike kehabisan kata-kata.
"Seharusnya kemarin ayah tidak mengijinkannya pergi, firasat bunda sudah tidak enak dari kemarin!" Ananda menangis.
"Permisi tuan, saya sudah melacak GPS di ponsel nona, saat ini lokasinya berada di luar kota, dekat dengan kantor cabang tempat tuan Ron dulu memimpin, dugaan sementara motifnya adalah penculikan" kata George menjelaskan.
"Kalau begitu ayo kita menyusul segera!" Mike langsung bereaksi.
"Tunggu dulu, apa ponselnya masih menyala?" tanya Ron.
"Masih tuan, masih aktif" kata George lagi.
"Bagus, aku akan mencoba meminta bantuan kepada Dimas untuk melacak keberadaan Gaby!" kata Ron seraya meraih ponselnya dari saku celana.
__ADS_1
"Halo Dimas, dimana kau sekarang?" tanya Ron saat mantan asistennya itu sudah mengangkat telponnya.
"Halo Bos, saya sedang di rumah" jawab Dimas.
"Bisakah kau membantuku mencari Gaby keponakanku? dia menghilang saat gathering dari sekolahnya tadi siang, dugaan sementara adalah diculik dan sekarang posisinya berada dekat dengan tempatmu, kami sedang memantaunya melalui GPS yang terpasang di ponsel Gaby!" kata Ron menjelaskan dengan detail.
"Boleh share lokasinya bos? biar saya bawa orang-orang kita ke sana segera!" kata Dimas yang langsung berdiri dari tempat tidurnya.
"Baiklah, aku share sekarang juga, aku dan kakakku akan datang secepat yang kami bisa, tolong kau lakukan semaksimal mungkin ya sebelum kami datang!" kata Ron dengan memohon.
"Siap bos, saya usahakan yang terbaik untuk nona Gaby!" Dimas mengangguk.
Untuk masalah kesetiaan Dimas memang sangat tidak diragukan lagi, loyalitasnya pada perusahaan Anderson bisa disejajarkan dengan George, sehingga tidak heran jika pada usianya yang terbilang masih muda yaitu dua puluh tujuh tahun ia sudah bisa menjadi kepala cabang menggantikan posisi Ron.
"Ayo kita berangkat, Dimas sudah menyiapkan orang-orangnya untuk melacak keberadaan Gaby!" Ron menatap Mike dan George secara bergantian.
"Aku ikut!" Ananda mengekor di belakang suaminya.
"Bunda di rumah saja, kasihan anak-anak tidak ada yang menjaga" bujuk Mike.
"Tapi," Ananda berpikir ulang.
"Secepatnya ayah kabari kalau sudah ketemu" kata Mike sambil mengecup kening sang istri.
"Maya, Ayu jaga anak-anakku ya!" Mike titip pesan.
"Baik" Jawab keduanya bersamaan.
__ADS_1
"Mom, aunty, doakan Gaby ya" Mike meminta restu kepada keduanya.
"Hati-hati di jalan" kata nyonya Ruth, sementara nyonya Merlyn hanya bisa menangis terisak.