
"Ayah Kenapa senyum-senyum sendiri seperti itu?" Ananda heran melihat suaminya yang baru masuk ke dalam kamar dengan wajah sumringah.
"Bocah tengik itu baru mendapatkan pelajaran berharga!" kata Mike dengan senang.
"bocah tengik? siapa?" Ananda tidak paham siapa yang dimaksud.
"Tentu saja si Ron" katanya lagi masih dengan senyum yang mengembang.
"Kenapa dia?" Ananda tau persis bahwa suaminya dan Ron sudah seperti anjing dan kucing yang selalu bersikap berbanding terbalik satu sama lain. Kalau Mike bahagia seperti sekarang, maka sudah dipastikan Ron sedang mengalami sebuah penderitaan.
Tanpa diminta bercerita oleh sang istri, Mike pun dengan suka rela menceritakan kronologis kejadian yang baru saja dialaminya.
"Biar tau rasa bocah tengik itu!" Mike sangat puas.
"Apa Ayu mendengar percakapan kalian?" Ananda lebih mengkhawatirkan perasaan Ayu ketimbang Ron.
"Entahlah, tapi kalau pun Ayu mendengar, setidaknya dia jadi punya sedikit pandangan bagaimana karakter Ron yang sebenarnya dan dia jadi bisa mulai membentengi dirinya supaya tidak mudah termakan rayuan gombal bocah tengik itu yang pada akhirnya nanti malah membuat dia tersakiti!" Mike mengutarakan pendapatnya.
"Kasihan Ayu kalau sampai mendengar" Ananda selalu saja merasa berempati dengan setiap kesedihan yang dirasakan setiap orang.
"Sudah Bun jangan diambil pusing, toh Ayu masih muda, dia juga harus belajar bahwa mencari pasangan hidup itu harus benar-benar selektif, tidak asal pilih karena tampangnya keren saja!" Mike kemudian memeluk istrinya.
"Ayah Ihhhhh!" Ananda memukul tangan suaminya yang sudah mulai tidak terkondisikan.
"Mumpung aman Bun" Mike tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada di depan matanya.
..........
__ADS_1
"Ayu, kamu mau berangkat kuliah?" Ron yang sedari tadi pagi sengaja menunggu Ayu berangkat kuliah, menyapa gadis itu saat ia berjalan ke luar rumah.
"Iya kak, Ayu ada kuliah pagi" jawab gadis itu masih dengan sikap ramah.
"Kak Ron antar ya?" Ron menawarkan diri.
"Ah tidak perlu kak, terima kasih" Ayu menolak dengan sopan.
"Sekalian kak Ron mau pergi searah dengan kampus Ayu" Ron berbohong.
Sebelum Ayu sempat menjawab, ponselnya berdering.
"Iya kak?" Ayu menjawab telponnya.
"...."
"...."
"Oke, bye" Ayu kemudian menutup telponnya.
"Kak, Ayu jalan duluan ya, sudah di tunggu di depan situ" Ayu berjalan sambil menunjuk ke arah pintu gerbang yang sangat tinggi.
"Kamu di jemput sama siapa?" tanya Ron spontan sambil sedikit berteriak karena Ayu sudah menjauh.
"Kak Tian" jawab Ayu singkat tanpa menghentikan langkahnya.
"Shit!!" Ron mengumpat ketika mendengar nama Tian di sebut oleh Ayu. Entah mengapa dia tiba-tiba menjadi kesal saat mengetahui gadis itu dijemput oleh kakak kelasnya yang selalu bersikap berlebihan kepada Ayu.
__ADS_1
.........
"Ayu, bisa kita bicara?" Ron yang sudah menunggu selama seharian penuh, sudah tidak bisa lagi berbasa-basi menunggu kesempatan bicara.
"Ada apa kak?" Ayu berusaha bersikap biasa saja.
"Ayo ikut!" Ron menarik tangan gadis itu menuju taman belakang yang sepi.
"Kak Ron mau bicara apa? kenapa serius sekali?" Ayu berpura-pura tidak paham.
"Apa Ayu mendengar semuanya semalam?" Ron memegang bahu gadis lugu itu.
"Maksud kakak pembicaraan kak Ron dan kak Mike semalam?" Ayu menautkan alisnya.
"Maaf ya kalau Ayu sakit hati dengan perkataan kakak semalam!" Ron menatap mata indah milik Ayu.
"Kenapa kakak harus minta maaf? bukankah semua itu memang benar? Kak Ron memang sudah seperti kakak sendiri buat Ayu, justru Ayu yang seharusnya berterima kasih karena kak Ron sudah mau menjadi kakak yang baik buat Ayu!" Ayu tersenyum dengan manis, meskipun hatinya terasa sakit.
"Apa Ayu menganggap kak Ron benar-benar hanya seperti kakak sendiri?" Ron sangsi.
"Memangnya mau dianggap apalagi kak? apa mau seperti dulu Ayu panggil tuan lagi? heheheheh" seloroh Ayu agar suasana sedikit cair namun justru semakin membuat Ron tidak nyaman.
"Sudah yuk kak, kasihan yang lain menunggu untuk makan malam!" akhirnya Ayu memilih mencari alasan untuk menyudahi percakapan mereka, yang cukup berhasil membuat Ron melepaskan tangannya dari bahu gadis itu.
Tanpa menunggu Ron mengucapkan kata-kata lagi, Ayu pun bergegas pergi meninggalkannya. Ayu memilih untuk menghindari berkontak langsung dengan Ron
"Aku harus bisa bersikap sesuai dengan yang seharusnya!" batin Ayu.
__ADS_1