Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO

Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO
Menunggu Ayah Menjemput


__ADS_3

"Bun, kakak takut, tolong kakak bunnnnn" Gaby terus saja meracau tidak jelas.


"Nona, bangunlah, Anda hanya bermimpi" kata Dimas saat Gaby mengigau.


"Om, aku takut" Gaby memeluk Dimas karena mimpi buruknya tentang kejadian yang baru menimpanya.


"Nona jangn khawatir, Anda sudah aman" Dimas mengelus punggung gadis cilik itu.


"Kapan ayah datang?" tanya Gaby.


"Sekitar empat jam lagi nona" jawab Dimas.


"Om Dimas jangan pergi, disini saja sampai ayah datang!" Gaby menarik tangan Dimas yang hendak berdiri dari tempat tidur.


"Saya hanya ingin mengambilkan Anda minum sebentar" kata Dimas sambil tersenyum.


"Terima kasih" Gaby mengambil gelas yang disodorkan Dimas kepadanya.


"Sama-sama nona" Dimas meraih ponselnya dan melihat dokumen yang di kirimkan oleh anak buahnya tentang sang pelaku.


"Jadi namanya Lucius? terlibat kasus korupsi dan diberhentikan dengan tidak hormat dari perusahaan Anderson?" Dimas seperti bergumam pada dirinya sendiri.


"Om kenapa?" Gaby yang melihat Dimas berbicara tidak jelas bertanya.


"Ah tidak nona, tidak ada apa-apa, Anda istirahat lagi saja, ini masih malam" kata Dimas.


"Aku tidak mau tidur, takut nanti mimpi buruk lagi" kata Gaby cemas.


"Ada saya di sini, nona tidak akan kenapa-kenapa" Dimas meyakinkan.

__ADS_1


"Kalau Om Dimas mengantuk, Om Dimas tidur saja, aku tidak apa-apa kok!" Gaby melihat wajah Dimas yang sudah lelah.


"Tidak nona, saya akan berjaga sampai tuan Mike dan Tuan Ron datang" Dimas berusaha menjaga amanah.


"kalau begitu duduklah, pasti akan sangat melelahkan kalau harus berdiri terus sampai ayah dan uncle datang!" kata Gaby dengan polosnya tanpa pikiran yang aneh-aneh memberi ruang di atas tempat tidur untuk Dimas.


"Terima kasih" Dimas duduk namun kali ini dengan jarak yang cukup jauh, Ia merasa Gaby sudah lebih tenang dari sebelumnya, sehingga tidak lagi membutuhkan sentuhan afeksi untuk menenangkannya seperti awal tadi saat baru datang.


Mereka menghabiskan waktu menunggu Mike dan Ron tiba dengan mengobrol santai seputar sekolah dan bekerja. Meskipun sama-sama tidak nyambung karena jarak usianya yang cukup jauh yaitu empat belas tahun, namun masing-masing mencoba menghargai cerita yang disampaikan oleh lawan bicaranya.


TOK TOK TOK


"Permisi, Tuan Mike, Tuan Ron dan Tuan George sudah datang tuan" kata pelayan wanita.


"Persilahkan masuk" kata Dimas sambil berdiri menyambut kedatangan dua CEO nya.


"Sayang, kau baik-baik saja?" Mike tidak bisa membendung rasa bersalahnya.


"Iya ayah, aku baik-baik saja, Om Dimas sudah menjagaku dengan baik" jawab Gaby.


"Maafkan ayah telah lalai dan melibatkanmu" kata Mike sambil terus memeluk putrinya.


"Tidak ayah, yang salah adalah penjahat itu!" Gaby tidak tau duduk persoalannya.


"Ayo kita pulang, bunda dan grandma sangat mencemaskanmu!" kata Mike sambil membantu Gaby berdiri, meskipun lemas namun kini kakinya sudah bisa menapak.


"Aku sangat merindukan bunda" Gaby tidak sabar memeluk Ananda dengan erat.


"Ayo pulang" Mike memapah sang putri.

__ADS_1


"Terima kasih Dimas atas kerja kerasmu, kalau tidak ada kau, mungkin saja putriku sudah menjadi korban keberingasan bajingan itu!" kata Mike sebelum menaiki mobilnya.


"Sama-sama tuan, sudah menjadi kewajiban saya menjaga nona Gaby" Dimas menunduk hormat.


"Terima kasih!" Ron menepuk bahu Dimas dengan bangga, ia tau bahwa pria muda ini sangat bisa diandalkan dalam berbagai bidang.


"Sama-sama tuan" Dimas mengangguk.


"Lucius aku ambil alih dan akan aku jebloskan ke dalam penjara!" kata George dengan tegas.


"Semoga semua prosesnya berjalan lancar tuan" kata Dimas kepada orang nomor tiga yang sangat berpengaruh di perusahaan Anderson setelah Mike dan Ron.


"Om Dimas terima kasih, aku pulang dulu ya" kata Gaby dari dalam mobil.


"Sama-sama nona, hati-hati di jalan" Dimas tersenyum manis.


Setelah memastikan mobil menjauh dari pandangan, Dimas kemudian kembali masuk ke dalam rumahnya.


"Semoga masa depanmu cerah nona!" doa Dimas untuk Gaby di dalam hati.


..........


Halo sahabat semua, seperti rencana Rosi kemarin bahwa akan membuat cerita khusus tentang kisah cinta Gaby, maka Rosi sudah buatkan Novelnya ya dengan judul Malaikat Kecilku Gabriella. Sekarang isinya masih Prolog saja tentang kisah Gaby, Ananda dan Mike. Nanti jika novel ini selesai, baru Rosi lanjut di sana supaya tidak "jumping" setting waktunya. Jadi sambil menunggu silahkan di simpan di favorit dulu ya, supaya kalau sudah ada bab yang di up bisa langsung dapat notifikasinya.


Oh iya, berhubung banyak yang request jodohnya Gaby itu Om Dimas, maka Rosi akan coba buat sesuai keinginan para sahabat ya.. Nanti kita lihat bagaimana kisah cinta beda usia ini? apakah sama seperti kisah Mike dan Ananda? lalu bagaimana pula dengan Reaksi Mike dan Ananda dengan hubungan mereka? Hemmmmm otak Rosi sudah menari-nari nih heheheheh...


Happy Reading all..


Luv Luv..

__ADS_1


__ADS_2