
Sepanjang perjalanan pulang dari rumah sakit Ayu hanya diam saja.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Ron saat melihat sang istri diam seribu bahasa.
"Tidak apa-apa" jawab Ayu singkat.
"Kalau tidak apa-apa kenapa diam saja?" Ron takut Ayu marah karena tadi bertemu dengan Denise mantan kekasihnya itu.
"Tidak, aku baik-baik saja" Ayu memalingkan wajahnya ke luar jendela mobil.
"Sayang" Ron menggenggam tangan istrinya.
"Kakak fokus saja menyetir, aku tidak apa-apa!" kata Ayu tanpa berpaling.
Setibanya mereka di rumah,
"Sayang, aku tau pasti terjadi sesuatu sama kamu!" Ron memeluk sang istri dari belakang.
"Hiks hiks" Ayu yang sudah menahan semuanya dari sejak di rumah sakit sudah tidak bisa menahan lagi semua rasa sesaknya.
__ADS_1
"Heyyy kenapa?" Ron memutar tubuh istrinya sehingga mereka saling berhadapan.
"Aku iri dengan kak Nanda!" Ayu menangis sejadi-jadinya.
"Kenapa iri?" kata Ron.
"Aku juga ingin hamil hiks hiks" Gadis itu sesenggukan.
"Sayang, jangan bersedih, kita kan baru menikah dua bulan lebih, wajar kalau belum hamil, yang penting kita terus berusaha" Ron menenangkan istrinya.
Ia sangat lega karena ternyata yang membuat istrinya sedih bukanlah Denise mantan kekasihnya, melainkan karena kehamilan Ananda.
"Kak aku kan sedang sedih!" Ayu memukul dada suaminya yang bidang.
"Makanya supaya tidak sedih lagi aku akan menghiburmu!" kata Ron sambil mulai bergerilya dibalik gaun pesta sang istri.
"Aku mau mandi saja, badanku lengket semua" kata Ayu tidak merespon.
"Ya sudah ayo kita mandi bersama!" Ron langsung membuka kancing baju yang dikenakan istrinya.
__ADS_1
"Kenapa sih kau ini modus sekali?" Ayu kini sudah stengah polos.
Sementara Ron yang sudah on fire tidak menggubris protes sang istri sama sekali, ia hanya sibuk mengeksplor setiap inci tubuh sang istri di bawah kucuran air kran.
"Emhhhhhhh ahhhhhhhh" Ayu yang awalnya menolak pun akhirnya menyerah ketika Ron semakin gencar bergerak di area sensitif milik istrinya.
"Kakkkk,, awwwwwww,,, ahhhhhhhh" Ayu terus bergelinjang ketika Ron semakin menelusup semakin dalam.
Mereka saling berpagut dengan lihainya. Ayu yang sudah mendapatkan banyak pelajaran dari Ron sudah mulai pandai membalas setiap permainan yang dilakukan oleh suaminya itu.
"Kakkkkkkk,,, awwwwwhhhhhh, uhhhhhhhhhh,,,, yesssssss" Ayu akhirnya meledak dengan getaran yang sangat dahsyat.
Tanpa memberi jeda, Ron terus saja menyecar sang istri hingga beberapa kali ledakan terjadi.
"Kakkkk aaaaa kuuuuu suuuu dahhhhhh ahhhhhhh" Ayu mencengkram punggungku suaminya saat merasakan desakan itu lagi.
"Ayo sayang, kita bersama arggggggghhhh" Ron mempercepat ritme geraknya hingga mereka berdua mencapai puncak ledakan secara bersama-sama.
"Kakkkkk,,, ahhhhh Ayu ahhhhh" Ayu merapatkan dirinya kepada suaminya, memastikan mereka tidak ada jarak sama sekali sehingga sensasinya benar-benar terasa hingga puncak.
__ADS_1
Setelah selesai dengan ritualnya, mereka kemudian membersihkan diri dan merebahkan diri di atas tempat tidur, tentu saja masih dalam keadaan polos, karena Ron seperti tidak rela kalau istrinya terlapis oleh sehelai benang pun meskipun mereka sudah selesai. Baginya tubuh polos istrinya adalah candu yang membuatnya terus saja ketagihan. Hampir setiap malam Ron tidak pernah absen untuk bermain dengan benda kenyal sang istri hingga ia benar-benar terlelap. Ayu yang merasakan pijatan dan sentuhan lembut di tubuhnya pun merasa relaks dan menjadi lebih cepat terlelap. Begitulah ritual pengantin baru itu hampir setiap malamnya tanpa absen.