
Enam bulan kemudian, Baik keluarga Mike maupun Ron, kini memang lebih sering tinggal di rumah utama. Mereka lebih merasa hangat bila tinggal bersama, meskipun sesekali tetap pulang ke rumah masing-masing.
"Kakak sedang apa?" tanya Ayu saat mereka semua berkumpul di ruang keluarga rumah utama.
"Ini, kakak sedang mencari hadiah buat ibu, kan satu Minggu lagi ibu ulang tahun" kata Ananda.
"Aku juga masih bingung kak, tidak tau mau memberikan apa" kata Ayu.
"Kenapa kalian tidak ajak ibu menginap di sini dan merayakan ulang tahun bersama kita saja?" kata nyonya Merlyn.
"Ibu tidak akan pernah mau pergi lama-lama dari panti asuhan ma, ia tidak akan pernah tega kalau harus meninggalkan anak-anak beberapa hari" kata Ananda yang paham bahwa sang ibu asuh adalah tipe ibu penyayang.
"Kalau begitu ajak saja anak-anak panti sekalian menginap di sini" jawab nyonya Ruth dengan enteng.
"Tidak mungkin Mom, jumlah mereka kan banyak, belum lagi para staf pengajarnya, kalau di total bisa sekitar tiga puluh orang" jawab Ayu.
"Kalian sedang membahas apa sih? sepertinya seru sekali!" tanya Ron yang baru bergabung bersama Mike.
"Ini, ibu kan sebentar lagi ulang tahun, aku dan kak Nanda berencana ingin membeli kado tapi kami bingung, lalu Aunty dan Mom mengusulkan kalau ibu dan anak-anak panti untuk merayakan ulang tahun dengan menginap disini saja, tapi kan jumlah mereka banyak, mana muat kamarnya disini!" kata Ayu.
Meskipun rumah utama besar, namun karena jumlah penghuninya mulai banyak, maka jumlah kamar yang bisa dipakai untuk tamu menginap pun menjadi lebih sedikit dari sebelumnya.
"Kenapa tidak dirayakan di hotel kita saja sekalian?" usul Ron.
"Ide yang bagus!" nyonya Ruth setuju, di dukung pula oleh nyonya Merlyn dengan anggukan.
"Apa tidak terlalu berlebihan?" Ananda tidak enak hati.
__ADS_1
"Apanya yang berlebihan? itukan hotel keluarga kita, lagi pula jumlah mereka kan sedikit, tidak akan bikin bangkrut!" kata nyonya Merlyn.
"Betul, ayah setuju, lalu untuk kado, ayah sepertinya ada ide!" Mike tersenyum misterius.
"Apa?" mereka semua bertanya serempak.
"Melihat karakter ibu yang sangat menyayangi anak-anaknya, bagaimana kalau kadonya adalah kita menjadi donatur tetap untuk panti? toh selama ini perusahaan Anderson juga selalu mencari tempat untuk donasikan? kenapa tidak kita pastikan saja bahwa semua anak panti mendapatkan pendidikan yang layak? sehingga nantinya mereka bisa menjadi orang sukses!" usul Mike.
"Setuju!" Ron langsung mengiyakan dan disambut anggukan lagi oleh duo grandma.
Sementara Ananda dan Ayu hanya bisa menatap haru kepada suami dan mertua mereka yang sangat dermawan meskipun harta mereka berlimpah ruah.
..........
"Terima kasih atas segala kebaikan yang sudah diberikan oleh keluarga Anderson untuk kami keluarga panti, maaf jika selama ini kami selalu merepotkan. semoga keluarga Anderson selalu mendapat berkat berlimpah dari Tuhan" Ibu memberikan kata sambutannya saat perayaan ulang tahunnya berlangsung di hotel keluarga Anderson dengan segala fasilitas mewahnya.
"Kami yang seharusnya berterima kasih, karena ibu lah kami bisa memiliki dua menantu yang sempurna" kata Nyonya Merlyn.
"Benar, berkat Ananda dan Ayu rumah kami menjadi kembali hidup, Mike dan Ron kini sudah menjadi pria yang sempurna dengan kehadiran istri dan anak-anaknya" nyonya Ruth berkaca-kaca.
Mereka seperti kembali mengurutkan bagaimana kehidupan keluarga mereka sebelum Ananda dan Ayu hadir. Bagaimana Mike yang sangat kaku dan dingin, Gaby yang pemarah dan pembangkang, Ron yang cuek dan playboy. Semua seperti berubah seratus delapan puluh derajat saat dua gadis lugu itu hadir. Mike menjadi lebih luwes, Gaby menjadi lebih ceria, serta Ron menjadi lebih bertanggung jawab. Terlebih kini ada empat malaikat kecil yang selalu mengisi hari-hari keluarga mereka dengan tawa ria dan celotehan yang menggemaskan.
"Terima kasih untuk semuanya!" ketiga ibu ini pun saling berpelukan bahagia.
..........
"Sayang, sedang apa?" Mike memeluk sang istri dari belakang.
__ADS_1
"Bunda sedang melihat ketiga wanita hebat itu, rasanya sangat bahagia melihat mereka bisa seperti ini, Tuhan sangat baik pada keluarga kita ya!" Ananda membalas pelukan suaminya.
"Iya, ayah juga sangat bersyukur karena Tuhan sudah memberikan kehidupan yang sempurna kepada keluarga kita" Mike kini mengecup pipi sang istri.
"Kalian sedang apa sih?" Ron dan Ayu menghampiri pasangan romantis ini.
"Kami sedang melihat Mama, Mom dan Ibu" jawab Ananda.
"Senang ya kak bisa melihat mereka bahagia" Ayu paham akan maksud perkataan Ananda itu.
"Iya, kakak sangat bersyukur mendapat keluarga yang lengkap" Ananda mempererat pelukannya.
"Itu semua berkat kalian berdua, karena kalian lah kami menjadi seperti sekarang" Ron kini ikut memeluk sang istri seperti Mike.
"Semoga kita bisa terus seperti ini selamanya ya" kata Ayu.
"Amin" semua mengamini doa Ayu.
......THE END......
..................
Halo semua, tidak terasa ya novel ini sudah ada di akhir cerita, sepertinya baru kemarin Rosi coba-coba menulis. Semoga kehadiran novel ini bisa menghibur sahabat semua ya. Nah untuk cerita selanjutnya, kita akan pindah ke lapak sebelah ya. Rosi akan segera memulai kisah Gaby dan Om gemes pilihan para sahabat semua hehehehe.. Mohon terus dukung melalui like, komen, vote dan hadiah ya..
Terima kasih semua..
Happy Reading..
__ADS_1
Luv Luv...