Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO

Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO
Kritis


__ADS_3

"Sayang bangunlah, ayo buka matamu, lihat aku!" Mike menangis putus asa saat melihat istrinya terbaring bersimbah darah di dalam ruang IGD rumah sakit miliknya.


"Tuan maaf bolehkah Anda keluar, kami ingin memberikan pertolongan pertama untuk istri Anda" kata dokter jaga IGD.


"Mike, ayo, kau harus tenang, bersabarlah, dokter sedang memberikan penanganan yang terbaik!" George menepuk bahu sahabatnya itu dan mengajaknya keluar ruangan.


"Aku tidak akan pernah melepaskan siapapun yang melakukan ini kepada istriku!" Mike mengepalkan tangan menahan amarahnya.


"Aku sudah menyuruh orang untuk menyelidiki siapa pelaku yang sebenaranya, jadi tenanglah!" George sangat paham bagaimana perasaan Mike saat ini.


"Aku tidak mau kehilangan istriku untuk yang kedua kalinya, aku bisa gila George!" teriak Mike begitu frustasi.


Ini adalah kali kedua bagi Mike kala harus menyaksikan istrinya mengalami kecelakaan yang cukup fatal. Dulu ketika Ariella kecelakaan, Mike bahkan harus merelakan istrinya pergi. Trauma yang dalam membuat pribadi Mike berubah drastis kala itu. Luka batinnya bahkan baru sembuh kurang dari satu tahun belakangan ini karena kehadiran Ananda.


"Entah apa yang akan terjadi pada Mike jika Ananda kenapa-kenapa" begitu batin George saat menatap sedih sahabatnya.


Selain Mike, Gaby pun tidak kunjung berhenti menangis di pelukan Maya.

__ADS_1


"Aku ingin bunda, aku ingin bunda!" begitulah Gaby merajuk dipelukan Maya.


"Sabar nona, kita berdoa ya supaya bunda cepat sembuh" Maya membelai rambut Gaby dan memeluknya erat untuk memberi penguatan.


Sama seperti Mike, bagi Gaby, Ananda adalah hidup barunya. Ia tidak akan bisa bertahan jika harus kehilangan figur ibu untuk yang kedua kalinya.


"Kasihan sekali nasibmu sayang, diusia yang sekecil ini harus berkali-kali mengalami cobaan berat!" Maya menitikkan air matanya.


Ceklek... Pintu ruang IGD terbuka


"Luka-lukanya sudah kami bersihkan, namun saat ini kondisinya masih belum stabil karena benturan di kepala dan perutnya membuat keadaan nyonya dan bayinya tidak begitu baik. Nyonya akan kami bawa ke ruang ICU untuk perawatan yang lebih intensif sampai nanti masa kritisnya lewat tuan!" sang dokter menjelaskan panjang lebar.


Mike tidak kuat lagi untuk berdiri saat mendengarkan penjelasan dari dokter, lututnya begitu lemas, kalau saja George tidak menahannya pasti Mike sudah terjatuh ke lantai.


"Ayo Mike kita duduk!" George memapah Mike untuk duduk di kursi terdekat.


"Maya, bagaimana keadaan Ananda?" nyonya besar yang baru saja tiba menggunakan pesawat pribadinya langsung menghampiri Maya dan bertanya dengan panik.

__ADS_1


"Masih kritis nyonya" jawab Maya dengan sedih.


"Bagaimana bisa terjadi?" Nyonya besar langsung terduduk lemas di kursi sebelah Maya.


"Saya juga tidak tau persis kejadiannya nyonya, karena saat itu nyonya Ananda sedang berada di kampus. Ia baru saja selesai kuliah dan hendak masuk ke dalam mobil yang ada di sebrang gedung kampus bersama dengan Sita dan Abigail, lalu tiba-tiba ada motor yang lewat dengan kecepatan tinggi menabrak mereka bertiga hingga nyonya Ananda terpental ke sebrang trotoar!" Maya bercerita dengan menahan tangisnya.


"Bagaimana dengan Sita dan Abigail?" nyonya bertanya lagi.


"Sita mengalami patah tulang di bagian tangannya. Sementara Abigail mendapatkan luka robek di lutut karena ia terseret saat hendak menahan laju motor itu" Maya menjelaskan apa yang ia peroleh dari suaminya.


"Jadi Ananda yang paling parah?" nyonya mulai terisak sementara Maya hanya mengangguk.


"Apa sudah ketauan siapa pelakunya?" nyonya mulai tidak bisa mengendalikan tangisannya.


"George sedang mencari tau nyonya!" jawab Maya sambil memeluk nyonya besar dan Gaby sekaligus.


Sementara itu disudut ruang tunggu Ariana hanya duduk diam dengan ekspresi wajah yang datar dan tidak terbaca.

__ADS_1


__ADS_2