
TOK TOK TOK
"Dek, lagi ngapain?" Ananda membuka pintu kamar Ayu.
"Kak Nanda?" Ayu terkejut karena tidak biasanya Ananda menghampirinya ke dalam kamar.
"Kamu lagi ngapain? sibuk ya?" Ananda menatap meja di depan sofa yang sedang penuh dengan buku-buku serta laptop milik Ayu.
"Ah enggak kak, cuma lagi nyicil tugas saja" jawab Ayu yang sedang duduk melantai.
"Ada apa kak?" Ayu penasaran.
"Enggak, kakak cuma iseng aja, soalnya Raf sama Gaby sudah tidur dan ayahnya masih di ruang kerja" jawab Ananda berbohong.
Sesungguhnya ia sengaja ke kamar Ayu untuk memastikan bahwa adik angkatnya itu baik-baik saja setelah kejadian beberapa waktu lalu saat Mike dan Ron sedang bercakap-cakap.
"Ngomong-ngomong gimana kuliah kamu dek?" Ananda memulai dengan percakapan umum saat ia sudah duduk di sofa.
"Baik kak, sejauh ini semua berjalan lancar" jawab Ayu.
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu" Ananda tersenyum.
"Lalu bagaimana dengan kamu sendiri?" Ananda mulai mencari celah.
"Maksud kakak?" Ayu bingung dengan arah pertanyaan Ananda.
"Kamu kan sudah besar, sudah jadi anak kuliahan, pasti sudah lebih dewasa kan sekarang, bagaimana dengan kehidupan pribadi kamu sendiri?" Ananda mempertegas.
"Ayu gak ngerti kak" Ayu memang masih sangat polos untuk hal percintaan.
"Apa ada seseorang yang sedang dekat sama kamu? atau mungkin ada yang sedang kamu suka sekarang ini?" Ananda semakin menuju ke poin utama.
"Ohhhhh, maksud kakak tuh tentang cowok?" Ayu mulai paham.
"Sekarang Ayu masih belum berfikir ke arah sana kak, Ayu masih fokus kuliah, masih banyak cita-cita Ayu yang belum tercapai" Ayu menjelaskan.
"Lalu bagaimana dengan Ron?" selidik Ananda sambil memicingkan matanya dengan tajam.
"Kakak kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu? apa ini ada hubungannya dengan kejadian beberapa malam lalu?" Ayu curiga.
__ADS_1
"Bagaimana perasaan kamu sama Ron dek?" Ananda mendesak Ayu.
"Kak, Ayu ini sudah menganggap kak Ron seperti kakak sendiri, sama seperti kak Mike, jadi kakak tidak perlu khawatir sama Ayu karena perkataan kak Ron waktu itu semuanya benar" Ayu tersenyum semanis mungkin menutupi galau di hatinya.
"Tapi Ron kan tampan dek" Ananda memancing reaksi Ayu.
"Tampan bukan jaminan bahagia kak, bagi Ayu menjalin hubungan itu harus berdasarkan dari dua hati yang saling tulus mencintai, kalau salah satunya tidak memiliki cinta yang tulus dan hanya bermain-main, maka hubungan itu pasti tidak akan berjalan dengan baik" Ayu menyimpulkan.
"Kamu sudah dewasa ya ternyata" Ananda mencubit pipi Ayu dengan gemas.
"Ihhhh kakak, sakit tau" kata Ayu bermanja-manja dengan Ananda.
"Heheheheheh,, ya sudah, kalau begitu kakak ke kamar dulu, kamu jangan malam-malam belajarnya, istirahat yang cukup biar sehat" Ananda memberi nasehat.
"Siap kak" Ayu memberi hormat.
..........
Sementara Ron yang sejak awal Ananda masuk ke dalam kamar Ayu sudah menguping di depan pintu kamar kini merasa gamang. Entah mengapa perkataan Ayu baru saja membuatnya tertampar hebat. Hatinya begitu sakit dan teriris-iris. Ia merasa bersalah kepada Ayu dan ingin rasanya meminta maaf.
__ADS_1
Ron cepat-cepat kembali masuk ke kamarnya yang kebetulan bersebelahan dengan kamar Ayu yang berada di jajaran kamar tamu lantai bawah saat Ananda hendak keluar kamar supaya ia tidak terlihat sedang menguping pembicaraan mereka.
Ron merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan mencerna semua perkataan Ayu. Baginya baru kali ini ada seorang gadis yang benar-benar berfikir logis tentang cinta dan tidak hanya asal melihat tampang. Seumur hidup Ron, belum pernah ada satu gadis pun yang menolaknya seperti sikap Ayu dan hanya menganggapnya kakak saat menerima semua perlakuan romantisnya.