Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO

Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO
Ananda Pingsan


__ADS_3

"Ayah, kepala bunda pusing!" Ananda yang sedang berdiri di pinggir ballroom berpegangan erat kepada suaminya.


BRUKKK


Tiba-tiba saja Ananda terjatuh sebelum Mike merespon perkataan istrinya.


"Bunda, bunnnn" Mike yang panik langsung menggendong sang istri ke luar ruangan.


"Kak!" Ayu terpekik melihat sang kakak tidak sadarkan diri.


"Nyonya!" Maya pun tidak kalah terkejutnya.


"George, cepat ambil mobil, kita ke Rumah sakit sekarang!" Mike memerintah dengan panik.


"Baik tuan!" George segera berlari menuju area parkir mobil.


"Maya, Ayu, tolong jaga anak-anakku ya!" kata Mike sambil menggendong Ananda ke arah Lobby hotel dan dibalas anggukan oleh keduanya.


"Ayah aku mau ikut!" Gaby merengek.


"Kak, kakak disini saja jaga adik ya, biar ayah yang temani bunda!" Mike memberi pengertian kepada putrinya.


"Ron, pastikan semua acara berlangsung dengan baik, jangan beritahu Mama dan Aunty sampai acara selesai supaya mereka tidak panik!" ia tetap memikirkan semua hal dengan seksama dalam kondisi genting sekalipun.


"Jangan risaukan acara ini, pastikan saja kakak ipar baik-baik saja!" Ron menyemangati sang kakak.


Setelah mobil tiba di lobby, Mike segera masuk dan mobil pun berangkat menuju rumah sakit, meninggalkan acara yang akan segera berlangsung dibawah pengawasan Ron.


..........


"Dokter, bagaimana keadaan istri saya?" Mike menghampiri sang dokter yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan.


"Selamat tuan, istri Anda sedang mengandung, usia kandungannya sudah jalan sepuluh minggu!" dokter itu tersenyum.

__ADS_1


"Benarkah? apa dia baik-baik saja? bagaimana dengan bayinya?" Mike tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Iya tuan, nyonya hanya sedikit kelelahan saja, makanya jatuh pingsan, tapi Anda tidak perlu cemas, kami sudah memberikan penanganan yang tepat, sehingga saat ini nyonya sudah dalam kondisi yang stabil!" ucap sang dokter menenangkan.


"Apa saya boleh melihatnya?" Mike tidak sabar.


"Tentu saja, sebentar lagi nyonya akan dibawa ke ruang perawatan, Anda bisa menemuinya di sana" dokter itu mengangguk.


"Terima kasih dokter!" Mike menjabat tangan dokter itu.


"Sama-sama tuan, saya permisi dulu!" Dokter itu pamit undur diri.


..........


"Bun, bagaimana rasanya sekarang?" tanya Mike saat Ananda sudah masuk ke ruang perawatan.


"Bunda sudah tidak apa-apa yah, sekarang sudah baikan" Ananda merasa lebih segar setelah mendapatkan beberapa suntikan vitamin dan obat dari dokter.


"Sayang, jangan nakal ya, baik-baik di perut bunda!" Mike mengelus dan mengecup perut istrinya yang masih rata, membuat Ananda terharu.


"Mulai saat ini bunda harus lebih banyak istirahat ya, jangan terlalu lelah, nanti bisa pingsan lagi!" Mike mengkhawatirkan istrinya.


"Iya, bunda akan lebih hati-hati" kata Ananda.


Beberapa saat mereka mengobrol berdua di dalam kamar perawatan dan menerka-nerka jenis kelamin anak ketiga mereka. Sementara George yang berada di ruang tunggu menghubungi Maya untuk memberikan kabar suka cita ini kepada seluruh anggota keluarga Anderson.


..........


"Sayang!" nyonya Merlyn berhamburan memeluk menantunya dengan bahagia.


"Mama" Ananda membalas pelukan mertuanya.


"Cucu grandma, jadi anak baik ya, jaga bunda!" kata nyonya Merlyn sambil mengelus perut menantunya.

__ADS_1


Ia dan seluruh anggota keluarga yang sudah menyelesaikan pesta langsung menemui Ananda di Rumah sakit.


"Bunda!" Gaby memeluk bundanya dan mengecup perut rata itu.


"Kak, adiknya bertambah satu lagi" Ananda tersenyum bahagia.


"laki-laki atau perempuan bun?" tanya Gaby antusias.


"Belum kelihatan kak, masih terlalu kecil!" kata Ananda.


"Semoga saja perempuan supaya aku punya teman!" doa Gaby.


"Amin!" Ananda mengamini doa putri sulungnya, karena ia pun sesungguhnya ingin punya lebih banyak anak perempuan dibanding laki-laki.


"Oya, mana Raf?" Ananda mencari keberadaan putranya.


"Saya meminta Sita dan Abigail membawa tuan muda pulang, kasihan sudah terlalu malam kalau harus ke sini" kata Maya menjelaskan.


"Terima kasih Bu Maya" Ananda tersenyum.


"Sama-sama nyonya" jawab Maya.


"Kak aku senang sekali, akhirnya akan punya keponakan baru lagi" Ayu memeluk kakaknya dengan erat.


"Makasih dek" jawab Ananda.


"Cucu grandma, cepat besar ya!" nyonya Ruth tidak mau kalah, ia langsung saja menguyel-uyel perut Ananda dengan gemas, membuat semua orang tergelak.


Mereka pun menyambut kehamilan Ananda dengan penuh suka cita. Beberapa saat mereka bercengkrama di dalam ruang perawatan sebelum akhirnya kembali ke rumah masing-masing karena hari sudah larut malam.


..................


Halo para sahabat semua, terima kasih karena masih setia membaca kisah tentang Ananda, Mike, Ayu dan Ron ini. Mohon dukungannya terus ya melalui like, komen, vote dan juga hadiah di setiap babnya, supaya karya Rosi lebih dikenal banyak pembaca dan bisa semakin menghibur banyak orang. Dan tentunya yang paling utama adalah dukungan para sahabat sangat memotivasi Rosi untuk terus mengembangkan potensi yang saat ini masih dalam tahap belajar. Sekali lagi Rosi ucapkan terima kasih banyak, selamat membaca..

__ADS_1


Luv Luv..


__ADS_2