
"Ayah sudah pulang?" Ananda menghampiri suaminya dan mengambil tas dari tangan Mike.
"Bunda belum tidur?" Mike melingkarkan tangannya di pinggang sang istri yang sudah mulai melebar karena kehamilannya.
"Belum, kan ayah belum pulang!" Ananda kali ini tidak perlu membuka dasi sang suami seperti hari biasanya karena pakaian formal yang biasa dipakai oleh Mike kini berubah menjadi setelen kaos dan jaket serta celana jeans.
"Bunda" Entah mengapa Ananda semakin hari semakin membuatnya bergairah. Perut istrinya yang semakin membuncit justru membuat daya tarik tersendiri bagi Mike.
"Apa yah?" Ananda mencium gelagat suaminya.
"Bun, sekali yuk?" tangan Mike sudah tidak terkondisikan.
"Ayah kan baru pulang kerja! memang gak capek?" Ananda berusaha melepaskan diri.
"Sebentar saja bunnnnnn" Mike merengek seperti Raf yang meminta susu.
"Ayah mandi dulu gih!" Ananda masih tidak mau merespon.
"Sama bunda ya?" Brisiknya ditelinga sang istri.
"Nanti kalau bunda masuk angin gimana?" Ananda beralasan sambil mengelus perutnya.
"Ya sudah ayah mandi dulu, tapi habis itu sekali ya?" Mike masih bernegosiasi.
Setelah suaminya masuk ke kamar mandi, Ananda naik ke atas tempat tidur dan menarik selimut sampai menutupi perutnya. Ia menatap pintu kamar mandi dan pikirannya mulai menewang, menerka-nerka sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan sang suami hari ini, kenapa sangat berbeda dari biasanya. Meskipun sebenarnya Ananda sangat menyukai tampilan suaminya yang terlihat jauh lebih muda dan tampan, namun ia juga khawatir justru akan membuat banyak wanita semakin tergoda pada Mike.
__ADS_1
"Segar Bun!" Mike keluar kamar mandi hanya dengan handuk melilit di pinggang.
Bagi Ananda ini sungguh pemandangan yang membuatnya sulit menelan saliva. Meskipun dalam kondisi hamil, namun nalurinya tetap saja normal seperti wanita kebanyakan. Terlebih lagi suaminya adalah pria sempurna yang sudah pasti akan mudah membuatnya tergoyah.
"Kenapa belum berpakaian?" Ananda berusaha bersikap normal.
"Kan kita mau main satu kali dulu" Mike langsung saja melepas handuknya dan mengungkung tubuh istrinya.
Tanpa aba-aba, Mike yang sudah diujung tanduk langsung melancarkan aksinya, sementara Ananda hanya bisa pasrah menikmati semua perbuatan suaminya tanpa ada perlawanan sedikit pun, membuat Mike semakin menggila.
"Ayah" Ananda memulai pembicaraan setelah mereka selesai bermain.
"Hemmmm" Mike mendekap sang istri lebih erat ke dalam pelukannya.
"Hari ini ayah kenapa sih?" Ananda bersikap sebiasa mungkin.
"Ayah jangan bohong, kan kita sudah janji akan saling jujur!" Ananda menatap lekat suaminya.
"Ehemmmmm" Mike hanya berdeham karena sejujurnya ia malu mengungkapkan isi hatinya.
"Ayah sudah tidak mau jujur sama bunda ya?" Ananda benar-benar sedih.
"Kok bunda ngomong gitu sih?" Mike menangkup wajah istrinya dengan kedua tangannya.
"Habis ayah dari pagi bunda tanya selalu mengelak!" Ananda memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Sebenarnya ayah takut!" kata Mike akhirnya berusaha jujur.
"Takut apa?" Ananda kembali menatap suaminya.
"Sejak bunda hamil, bunda semakin cantik karena rajin berdandan, ayah merasa minder karena sudah tua, ayah takut bunda diambil orang, makanya ayah merubah penampilan supaya bisa mengimbangi bunda!" Mike menatap istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Ayah!?" seketika Ananda terhenyak mendengar penjelasan sang suami. Ia tidak menyangka jika sang suami begitu mencintainya dan tidak ingin dirinya di rebut oleh orang lain.
"Apa bunda masih cinta sama ayah?" Mike kemudian bertanya dengan wajah iba.
"Astaga ayahhhhhh, kenapa sih punya pikiran aneh begitu? dengar ya ayah sayang, kalau bunda gak sayang dan cinta sama ayah, buat apa bunda repot-repot hamil sampe dua kali begini? buat apa juga bunda sampai harus hampir kehilangan nyawa dua kali? buat apa bunda susah-susah jadi ibu sambung buat Gaby padahal di luar sana banyak perjaka muda?" Ananda benar-benar tidak bisa menahan rasa gemasnya dengan sikap sang suami.
"Bunnnnnn" Mike yang mendengar semua perkataan istrinya pun akhirnya sadar bahwa ketakutannya memang tidak beralasan, terlebih dengan segala yang sudah mereka lalui bersama selama dua setengah tahun membangun rumah tangga.
"Justru sebenarnya bunda hari ini takut luar biasa!" Ananda akhirnya mengeluarkan unek-uneknya.
"Kenapa?" Mike penasaran.
"Karena ayah berubah, bunda pikir ayah memasuki fase puber kedua, bunda takut kalau ayah benar-benar tebar pesona di luar rumah dan mencari daun muda yang lain!" Ananda menekuk wajahnya.
"Bun, fase puber kedua ayah sudah lewat, kan ayah sudah melaluinya bersama bunda, jadi ayah sudah tidak butuh yang lain lagi!" Mike sangat bahagia ketika mendengar pengakuan istrinya yang justru mengkhawatirkan dirinya bersama wanita lain.
"Kalau begitu mulai besok ayah tidak usah aneh-aneh lagi, jadi diri sendiri saja, bunda lebih cinta ayah apa adanya!" Ananda merajuk.
"Oke, demi bunda apapun ayah lakukan!" Mike kembali melancarkan aksinya.
__ADS_1
"Ayahhhh ihhh sudah malammmmm!" Ananda memberontak, namun Mike tidak menggubris dan akhinya pergulatan sengit pun kembali terulang.