Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO

Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO
Ruang Hati yang Berbeda


__ADS_3

Setelah seharian menghabiskan waktu di luar, Gaby akhirnya menyerah karena lelah dan menunda praktek memasaknya untuk esok hari.


"Bun aku mau langsung tidur ya, capek!" kata Gaby saat turun dari mobil.


"Iya sayang, tapi jangan lupa mandi dulu biar bersih ya!" Ananda mengingatkan putrinya.


"Oke bosss!" Gaby memberi hormat sebelum kemudian beranjak pergi ke kamarnya.


"Sini biar ayah yang bawa!" Mike mengambil beberapa kantong belanja yang dibawa Ananda dan membawanya ke dapur.


"Terima kasih!" Sementara Ananda membawa sisanya yang lebih ringan.


"Taruh di situ saja!" Ananda menunjuk lantai yang dekat dengan kulkas.


"Ayah mandi duluan ya!" kata Mike yang dijawab hanya dengan anggukan karena Ananda sedang menghitung barang belanjaannya.


Ananda berkutat cukup lama di depan kulkas, memastikan barang belanjaannya tidak ada yang tertinggal. Setelah memastikan semua lengkap, barulah Ananda masuk ke dalam kamar.


"Kemana dia?" Ananda melihat kamarnya kosong, kamar mandi juga sudah kosong namun basah seperti habis dipakai.


"Ah mungkin sudah ke ruang kerja!" kemudian Ananda langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


..........


"Sayang, maafkan aku, sepertinya aku sudah mulai mencintai gadis itu!" Mike memeluk bingkai photo istrinya.


"Kau tidak marah kan?" Mike mengelus wajah di dalam photo itu.

__ADS_1


"Apa kau lihat Putri kita sangat menyayanginya? dia terlihat sangat bahagia saat mereka bersama-sama!" Mike meneteskan air mata.


"Maafkan aku ya, aku tidak akan pernah melupakanmu, kau dan dia tidak bisa dibandingkan, kalian memiliki kelebihan masing-masing dan sama-sama menempati hatiku, tapi kalian berada di ruang hati yang berbeda!" Mike meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia bukan berselingkuh.


"Kau tetaplah wanita yang ku cinta, wanita yang telah melahirkan putri cantik untukku, dan dia adalah wanita yang akan melanjutkan perjuanganmu merawat Putri kita seperti kau merawatnya dulu!" air matanya tidak berhenti menetes.


"Ijinkan aku untuk melanjutkan hidupku bersamanya, demi Putri kita!" Mike menarik nafas dalam dan panjang untuk melepaskan semua beban di pundaknya yang selama ini membuatnya sulit untuk berjalan ke masa depan.


Setelah merenung cukup lama di ruang kerja, Mike akhirnya kembali ke dalam kamar.


"Bunda, apa kau sudah tidur?" Mike meringsek masuk ke dalam selimut dan melingkarkan tangannya ke pinggang Ananda.


"Emmmm, ada apa?" Ananda yang sudah tertidur membuka matanya.


"Tidak, aku hanya ingin memelukmu saja!" Mike membenamkan kepalanya ke leher jenjang istrinya dan menghirup aroma tubuh sang istri dalam-dalam.


"Hemmmm!" Mike menjawab dengan lesu.


"Baiklah, ayo tidur!" Ananda membiarkan Mike memeluknya, toh biasanya mereka juga berpose seperti ini, meskipun dalam kondisi tidak sengaja.


..........


"Selamat pagi!" Mike mengucapkan salam sambil tersenyum manis ketika melihat istrinya membuka mata.


"Selamat pagi!" jawab Ananda dengan suara serak khas orang baru bangun tidur yang terdengar begitu seksi ditelinga Mike.


Posisi tidur mereka tidak banyak berubah sejak semalam. Mike masih bertahan memeluk pinggang istrinya dengan erat dan menempelkan wajahnya di leher Ananda.

__ADS_1


"Apa kau sakit?" Ananda merasa ada yang aneh dengan suaminya sejak semalam.


"Tidak, aku baik-baik saja!" kata Mike sambil mengendusi leher istrinya dengan lembut.


"Lalu kenapa begini?" Ananda berusaha melepaskan diri.


"Jangan bergerak, tetaplah begini!" pelukan Mike semakin erat.


"Ahhhh geli!" Ananda mendesah ketika tangan Mike mulai bergerilya menyusup ke balik baju tidurnya.


"Sayang!" Mike menggeser wajahnya ke arah dagu dan terus naik ke bibir.


"Emhhh" Ananda melenguh ketika bibirnya dibungkam oleh bibir Mike. Perlahan tapi pasti Mike mengecup bibir mungil itu, semakin lama semakin menuntut dan semakin dalam.


"Ahhhhh!" Ananda bergelinjang ketika telapak tangan Mike mendarat tepat di bagian dadanya. Satu sisi Ananda ingin memberontak karena ia takut kalau tindakannya ini salah dan diluar batas. Namun disisi lain ia tidak dapat menolak, bahkan ketagihan dengan setiap sentuhan yang Mike lakukan.


"Sayang, bolehkah aku melakukannya?" Mike meminta persetujuan Ananda.


"Ayah!" Ananda tidak tau harus menjawab apa, ia hanya bisa mendesah memanggil suaminya.


Mike yang merasa tidak ada perlawanan dari Ananda berasumsi bahwa istrinya mengijinkan.


"I love you!" Mike menyatakan cintanya dan menatap wajah istrinya dengan penuh cinta.


"Emmmmhhhhh!" Ananda kembali melenguh karena sensasi geli yang dia rasakan ketika Mike mulai melancarkan kecupannya di tubuh Ananda.


Mike melakukannya dengan perlahan dan lembut, membuat Ananda begitu terlena dan terbang. Akhirnya mereka melepaskan semua hasrat yang selama ini tertahankan.

__ADS_1


"Terima kasih sayang!" Mike mengecup kening istrinya saat mereka sudah selesai. Ananda yang masih terlihat malu-malu membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.


__ADS_2