
Hari-hari begitu cerah ceria setelah Ron menyatakan cintanya kepada Ayu. Senyum dan tawa Ayu kembali seperti sediakala. Ananda yang beberapa bulan belakangan mencemaskan keadaan Ayu pun kini sudah bisa bernafas lega dengan kembalinya sikap adik angkatnya itu. Mereka pun menjalankan perkuliahan masing-masing dengan lancar. Sesekali bila ada jadwal yang cocok mereka akan berangkat atau pulang kuliah bersama. Tidak jarang bila di siang hari mereka kosong dari jadwal perkuliahan, maka keduanya akan janjian di kantin hanya untuk sekedar makan siang bersama dan membangun quality time mereka berdua seperti saat tinggal di panti asuhan dulu.
Mike juga tidak kalah bahagianya, karena dengan terjalinnya hubungan antara Ron dan Ayu, maka otomatis Ron terpaksa harus pindah ke ibukota dan bekerja di kantor pusat agar dapat terus berdekatan dengan pujaan hatinya itu. Secara tidak langsung Mike akan terbantu dalam urusan pekerjaan, karena dengan adanya Ron maka akan banyak pekerjaan yang selama ini ia kerjakan sendiri bisa didelegasikan kepada adiknya tersebut. Mike tau persis bahwa adiknya ini sangat berpotensi, selama ia mengendalikan kantor cabang di luar kota, omset yang didapat perusahaan tersebut meningkat drastis, bahkan mencapai angka tiga kali lipat dari biasanya. Bisa dibayangkan bila Ron terjun langsung di kantor pusat, tidak hanya satu anak cabang saja yang akan bangkit, tapi mungkin akan merambat keseluruhnya. Ia yakin kolaborasi antara dirinya dan Ron akan sangat berpengaruh pada performa perusahaan.
"Itu apa yah?" tanya Ananda melihat berkas yang ada di meja makan saat mereka sedang sarapan bersama.
"Ini surat yang baru ayah print dan harus ayah tanda tangani untuk melakukan kontrak kerja sama dengan perusahaan pengembang" jawab Mike sambil meneguk susunya.
"Ohhhh" Ananda manggut-manggut.
Selama beberapa hari belakangan ini George dan Maya memang sedang meminta ijin cuti karena mereka harus mengantarkan putra sulungnya Gamaliel yang akan masuk sekolah menengah atas dan tinggal di asrama sampai tiga tahun mendatang menjelang masuk kuliah. Dengan cutinya George, Mike memang agak sedikit kewalahan, ia harus mengerjakan segala sesuatunya sendiri, bahkan sampai hal mengeprint surat kontrak kerja yang biasanya menjadi tugas George.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong kapan Ron akan tiba yu?" Mike bertanya kepada calon adik iparnya itu.
"Besok lusa kak, katanya sekarang sedang menunggu serah terima jabatan dulu dengan pemimpin baru" jawab Ayu.
"Hemmm good job!" Mike tersenyum.
"Uhhhh kenapa anak bunda pagi-pagi sudah menangis?" Ananda langsung menyambut Raf yang sedang di gendong oleh Tika. Ia baru saja bangun tidur dengan mode menangisnya.
"Mau sama ayah?" Mike mengulurkan tangan dan langsung disambut oleh Raf.
"Gaby lanjutkan sarapannya sama kak Ayu ya sayang" Ananda mengelus rambut Putri sulungnya sebelum menyusul sang suami ke halaman.
__ADS_1
"Ia Bun" jawab Gaby sambil mengunyah serealnya.
Selepas Ananda dan Mike keluar, kini hanya tinggal Gaby dan Ayu yang ada di ruang makan.
"Kak, jadi nanti kalau kakak sudah menikah dengan uncle, aku jadinya panggil aunty kan?" Gaby bersemangat.
"Memangnya harus ya?" Ayu agak malu-malu.
"Tentu saja, dulu waktu bunda belum menikah dengan Ayah, aku kan panggilnya kak Nanda, tapi setelah menikah aku jadi panggil bunda" kata Gaby dengan polosnya.
"Baiklah, terserah Gaby saja" Ayu tersipu.
__ADS_1
"Oke aunty sayang" kata Gaby menggoda.
"Ishhhhh belum boleh sekarang!" kata Ayu dengan wajah yang sudah merah merona.