
"Grandma memang kita mau masak apa sekarang?" tanya Gaby antusias.
"Gaby mau masak apa?" nyonya Aries bertanya balik.
"Apa saja, aku suka memasak semua jenis masakan" kata Gaby riang.
Ia memang sangat berbakat dalam bidang yang satu ini. Meskipun usianya baru dua belas tahun, namun Gaby sudah sangat pandai memasak sejak ia diasuh oleh Ananda.
"Apa bundamu tidak berniat mendaftarkanmu ke tempat kursus memasak? kalau grandma jadi bundamu, pasti sudah sejak dulu kau masuk kelas memasak!" kata nyonya Aries mencibir Ananda.
"Kata bunda nanti saja kalau aku sudah berada di tingkat SMP, baru bunda masukkan aku ke tempat kursus, kalau sekarang takutnya aku belum siap dan tidak bisa mengatur waktu, nanti kalau aku sudah beranjak remaja katanya!" Gaby menjelaskan alasan bundanya.
"Cihhhh, justru sejak dari kecil lah seharusnya di ajarkan, bukan nanti kalau sudah besar!" nyonya Aries menyudutkan Ananda.
"Tapi kata bunda kalau sekarang kan aku masih terlalu kecil, nanti jadi gampang lelah dan malah tidak fokus belajar di sekolah" Gaby tetap membela Ananda.
"Huh, bundamu itu hanya tidak ingin kehilangan uangnya saja karena harus membayar mahal kursus memasak untukmu!" nyonya Aries terus menyalahkan Ananda membuat Gaby tidak bisa menjawab lagi.
Sepanjang kegiatan memasak, nyonya Aries selalu saja mencari celah untuk menjelek-jelekkan Ananda di depan cucunya itu. Membuat Gaby sedikit goyah dan hampir termakan omongannya.
..........
"Aku sudah meyakinkan diriku untuk meminta Gaby kepada Mike agar bisa tinggal bersama dengan kita!" kata nyonya Aries kepada suaminya setelah makan malam.
"Dia tidak akan mengabulkannya!" kata tuan Aries tegas.
"Kalau begitu aku akan menuntutnya ke pengadilan!" kata nyonya Aries dengan santai.
__ADS_1
"Apa kau benar-benar belum jera dengan semua ini? kita tidak punya hak apapun pada Gaby, kalau pun kau menuntutnya ke pengadilan, yang ada sebelum maju kau sudah akan kalah karena posisimu memang lemah!" kata Tuan Aries yang masih menggunakan akal sehatnya dengan baik.
"Terserah apa katamu, yang jelas aku akan menuntut hakku untuk mengasuh cucu tunggalku, satu-satunya penerus keluarga kita!" kata nyonya Aries dengan egois.
"Dasar keras kepala, tidak heran jika Ariana menurun sifat jelekmu itu!" tuan Aries sudah tidak tahan dengan kelakuan istrinya yang semakin hari semakin menjadi-jadi.
"Aku tidak peduli!" Nyonya Aries yang sudah terbawa nafsu tidak menggubris kata-kata suaminya dan lebih memilih pergi ke kamar Gaby.
..........
"Sayang, kau sedang apa?" tanya nyonya Aries kepada cucunya yang sedang duduk di sofa kamar.
"Aku sedang menonton film grandma" kata Gaby.
"Film apa?" nyonya Aries penasaran.
"Cinderella, ini baru saja keluar di channel TV online favoritku" jelas Gaby saat grandmanya mengernyitkan dahi.
Akhirnya mereka berdua menonton TV bersama-sama.
"Ckck, dasar ibu tiri, dimana mana selalu saja sama, hanya ingin harta suaminya saja, tapi tidak mau menyayangi anak tirinya!" celetuk nyonya Aries saat scene ibu tiri Cinderella menyiksa tokoh utama di film tersebut.
"Sepertinya tidak semua grandma, buktinya bundaku sangat menyayangi aku, dia tidak pernah membedakan aku!" kata Gaby dengan polosnya.
"Ckck, kau ini kenapa polos sekali sih sayang? tentu saja Ananda baik padamu, ayahmu itu masih hidup, coba kalau nanti ayahmu sudah tidak ada, habis sudah kau sama dia. Memangnya kau tidak sadar kalau selama ini kau selalu dibedakan dengan adikmu Raf?" hasut nyonya Aries.
"Tidak, sepertinya bagi bunda sama saja" Gaby mengingat semua kebaikan Ananda.
__ADS_1
"Benarkah? bagaimana saat kalian tidur? apakah bundamu pernah menemanimu tidur seperti dia menemani Raf di kamarnya sampai terlelap? apa dia suka menyuapimu seperti dia menyuapi Raf makan?" tanya nyonya Aries dengan wajah menyebalkan.
"Tidak pernah, karena aku sudah besar, kata bunda aku harus belajar mandiri" Gaby menjelaskan nasehat bundanya.
"Cihhh, sebesar apapun seorang anak, tetap saja sudah kewajiban ibu mereka memanjakannya, apa kau tau kalau dulu ibumu Ariella dan auntymu Ariana selalu aku suapi makan sampai mereka kuliah?" nyonya Aries berbohong.
"Benarkah?" Gaby terkejut.
"Tentu saja, grandma tidak mau kehilangan momen berharga bersama mereka, karena seperti yang kau lihat sekarang, setelah mereka meninggal, grandma tidak punya siapa-siapa lagi yang bisa grandma manjakan, bahkan kau pun sangat jarang datang kemari" pura-pura memasang wajah sedih.
"Grandma jangan sedih, aku janji akan menyayangi grandma seperti ibu menyayangimu" Gaby memeluk grandmanya.
"Benarkah? apa kau akan sering menginap disini?" tanya nyonya Aries.
"Tentu saja!" Gaby mengangguk.
"Kalau grandma yang menginap di rumahmu apa boleh? grandma ingin melihat seperti apa bundamu mendidikmu? apa dia memperlakukanmu seperti dia memperlakukan Raf? atau kau malah dinomorduakan?" nyonya Aries mencari celah.
"Tentu saja grandma boleh menginap di rumahku! memang kapan grandma mau menginap?" Gaby antusias saking polosnya.
"Secepatnya!" kata grandma.
"Baiklah, aku akan bilang ke ayah ya!" Gaby memeluk grandmanya lagi.
.......................
Hallo semua sahabat, terima kasih atas kesetiaannya membaca kisah ini. Mohon maaf ya kalau belakangan ini Rosi UP nya sedikit lambat. Seperti yg Rosi ceritakan, sekarang Rosi masih mendampingi Mama yang dalam proses pengobatan dan juga Rosi nyambi kerja di kantor, jadi akan UP sesuai dengan waktu kosong yang Rosi punya. Tapi Rosi pastikan setiap hari akan UP minimal 1-3 Bab supaya para sahabat tetap terhibur. Sekali lagi terima kasih atas semua dukungannya, baik komen positif, like, vote maupun hadiah.
__ADS_1
Happy Reading all..
Luv luv..