
"Ayah sakit" Ananda merintih dengan lirih saat kontraksi diperutnya mulai terasa lebih sering dari biasanya.
"Tahan ya Bun, sebentar lagi" Mike mengecup kening istrinya untuk memberikan kekuatan.
Semua dokter terbaik di panggil bersiaga untuk kemungkin yang terburuk. Trauma Mike akan tragedi naas itu membuatnya sangat cemas menghadapi hari persalinan Ananda. Kepanikan terjadi di ruang dokter, semua siaga dengan segala peralatan tercanggih yang dimiliki rumah sakit.
"Apa istri saya bisa melahirkan secara normal dok?" Mike sedikit ragu melihat kondisi Ananda yang terlihat lemah.
"Semoga semua berjalan lancar ya tuan" Dokter hanya bisa melakukan yang terbaik, sementara semua kehidupan sudah diatur oleh Tuhan.
"Nyonya, atur nafas ya, jangan khawatir, asal Anda yakin semua pasti bisa dilalui dengan baik" Dokter wanita yang memimpin persalinan memberi motivasi.
"Argggghhhhh" Ananda mendorong bayinya dengan sekuat tenaga untuk dapat keluar.
"Awwwwwwww " sementara Mike yang berada di samping Ananda tidak luput dari sasaran tangan Ananda yang mencari tempat mencengkram.
"Sedikit lagi nyonya, lebih kuat ya" Dokter memberi arahan.
"Awwwwwwwww awwwwwwww awwwwwww sakit bunnnnn" Mike menjerit dengan histeris menyaingi jeritan istrinya.
Pria tampan yang biasanya terlihat berwibawa dan rupawan itu seketika berubah menjadi semerawut akibat menahan rasa sakit karena rambutnya dijambak dan tangannya dicakar dengan brutal oleh sang istri secara reflek saat memperjuangkan kelahiran anak mereka. Tim dokter yang berada di dalam ruangan bersalin pun hanya bisa tersenyum geli melihat pemandangan itu.
"Kapan lagi kita bisa melihat CEO rumah sakit ini yang biasanya terlihat sangat tampan berwibawa berubah menjadi semerawut seperti ini!?" begitu kira-kira batin mereka sambil cekikikan.
..........
__ADS_1
"Lihat kak, adikku tampan ya?" Gaby sangat senang ketika diajak oleh Ayu melihat adik laki-lakinya dari balik kaca kamar bayi.
"Tentu saja, kalau kau cantik, sudah pasti adikmu pun akan tampan!" Ayu memberi pujian.
"Selamat datang nyonya" Ayu menunduk hormat dan dibalas dengan senyuman hangat oleh sang nyonya besar.
"Sayang, yang mana adikmu?" nyonya besar yang baru tiba langsung tidak sabar ingin melihat cucu laki-lakinya.
"itu grandma, yang pakai selimut biru" Gaby menunjuk sebuah box berisi bayi mungil dengan pakaian dan selimut berwarna biru langit cerah.
"Ahhhh gantengnya cucu grandma!" mata nyonya besar berkaca-kaca. Ia sangat betah berlama-lama menatap bayi mungil itu.
"Grandma tidak mau melihat bunda?" Gaby yang sudah merasa cukup puas melihat wajah adik barunya ingin kembali ke dalam kamar rawat Ananda.
Jika melihat proses panjang hingga akhirnya Mike bisa menikah kembali dengan Ananda, rasanya ia sangat bersyukur bisa berada di titik seperti sekarang. Terlebih beberapa waktu lalu hampir saja nyawa Ananda dan bayinya tidak tertolong.
..........
"Sayang, selamat ya, akhirnya cucuku lahir ke dunia ini dengan selamat, terima kasih sudah memberiku cucu yang sangat tampan!" nyonya besar memeluk dan mengecup kening menantunya dengan penuh kasih sayang.
"Terima kasih ma" Ananda membalas pelukan nyonya besar.
"Bagaimana kondisimu saat ini?" tanya nyonya besar.
"Aku baik-baik saja ma, tapi mungkin mama bisa tanya sama anak laki-laki mama" kata Ananda sambil melirik jahil ke arah suaminya.
__ADS_1
"Memangnya kenapa dengan Mike?" nyonya besar penasaran.
"Sayang sudahlah, jangan dibahas lagi!" Mike merajuk sambil memeluk pinggang istrinya dan bergelayut manja dibahunya.
Ia sangat malu jika mengingat bagaimana ekspresinya saat menemani istrinya melahirkan tadi dan menjadi korban pelampiasan rasa sakitnya.
"Ini nyonya" George menunjukkan rekaman proses kelahiran tuan mudanya sambil mengulum senyum jahil.
"Mau mati kau George!?" Mike melotot ke arah sahabatnya itu namun tidak ditanggapi serius oleh George.
Sejak Ariella meninggal, George memang sangat jarang bersenda gurau dengan sahabatnya ini. Ia sengaja merekam momen menggelikan ini supaya bisa membangun kembali suasana hangat yang selama ini seolah hilang ditelan duka berkepanjangan.
"Hwahahahahahahahahaha" nyonya besar tidak dapat membendung tawanya saat melihat bagaimana Mike menjadi korban keganasan Ananda.
"Maaaaaaa" Mike benar-benar tidak punya muka lagi dihadapan keluarganya. Wibawa yang selama ini dia jaga mati-matian hancur karena video yang direkam oleh George.
"Sayang!" Mike kembali merajuk manja kepada Ananda.
"Ayah, kenapa malu? bukankah justru nanti kalau putra kita sudah besar dia akan bangga padamu? karena saat dia lahir tidak hanya aku yang merasa sakit, tapi ayahnya juga merasakan sakit. Pengorbananmu luar biasa ayah!" Ananda mengecup pipi suaminya.
"Tentu saja, pengorbanannya memang luar biasa, luar biasa memalukan maksudnya hahahahahhaha" George menang banyak.
"Sialan kau!" Mike melempar kotak tissue ke arah kepala sahabatnya, membuat George semakin tidak bisa menghentikan tawanya melihat sikap Mike yang sudah kembali seperti dulu lagi.
"Aku senang melihatmu kembali hidup dengan normal lagi Mike, semoga Ananda dan bayinya kelak bisa menjadi penebus luka masa lalumu dan juga Gaby!" batin George tulus.
__ADS_1