
Setelah Ariana tertangkap dan dijatuhi hukuman yang setimpal, akhirnya kehidupan keluarga Anderson kembali tenang. Kini hal yang paling membuat tegang di rumah mewah itu adalah penantian akan kelahiran sang penerus tahta nomor dua di keluarga Anderson.
"Sayang, jangan terlalu banyak gerak, nanti kau kelelahan!" Mike sangat over protective terhadap istrinya.
Semenjak kejadian percobaan pembunuhan itu, Mike tidak pernah mengijinkan Ananda untuk keluar rumah tanpa dirinya. Ananda diminta cuti kuliah untuk waktu yang belum ditentukan sampai kapan, atau bahkan mungkin tidak akan pernah lanjut kuliah lagi kalau melihat Mike yang begitu ketat memberikan penjagaan kepada istrinya itu.
"Ayah, akukan hanya ingin pergi ke dapur membantu Gaby dan Ayu yang sedang memasak kudapan, bukan ke luar negeri!" Ananda jengkel dengan sikap suaminya itu.
"Kenapa kau tidak bekerja di kantor saja sih?" gerutu Ananda dalam hati.
"Aku tau kalau kau hanya mau ke dapur, tapi di dapur itu banyak benda berbahaya, kalau kau kenapa-kenapa bagaimana? lihat dirimu, untuk bergerak saja sulit, bagaimana bisa menghindari bahaya di dapur hemmm?" Mike memeluk pinggang istrinya yang kini tidak ramping lagi.
__ADS_1
"Baiklah, aku tidak akan ke dapur, tapi biarkan aku duduk di teras belakang ya, aku ingin mendengar suara gemericik air kolam renang!" Ananda benar-benar jenuh terus-terusan berada di dalam kamar hanya berdua dengan sang suami.
Sejak keluar dari rumah sakit, Mike memang memutuskan untuk bekerja dari rumah. Ia meminta George membawa seluruh pekerjaan yang seharusnya di lakukan di kantor untuk dikerjakan di rumah sambil menemani Ananda.
"Kau itu memang tampan, tapi kalau harus melihatmu selama dua puluh empat jam secara terus-menerus dengan segala aturan yang menyebalkan itu, lama-lama aku pun jadi sebal!" Ananda kembali mengomel dalam hatinya.
..........
Sementara itu di dapur,
"Sudah" jawab Ayu sambil mengaduk adonannya.
__ADS_1
Ayu yang sudah lulus sekolah, akhirnya di angkat menjadi asisten pribadi Gaby menggantikan posisi Ananda dahulu sebelum menikah dengan Mike. Mereka sangat akrab, bahkan sudah seperti saudara sendiri. Malahan Gaby sering kali memaksa Ayu tidur di kamarnya hanya untuk sekedar mengajaknya mengobrol sebelum tidur. Padahal Ayu sendiri juga sudah diberikan fasilitas kamar pribadi oleh Mike, ia diperlakukan cukup spesial dibandingkan pelayan yang lain karena sudah dianggap adik sendiri oleh Ananda.
"Apa lagi yang harus dimasukkan kak?" Gaby bertanya antusias.
"Nanti setelah adonannya masuk ke dalam loyang, kita bisa taburi bagian atasnya dengan kacang almond dan kismis sebagai toping" Ayu menuang adonan ke dalam loyang cetakan kecil yang berjumlah dua lusin secara perlahan.
"Hemmmm pasti akan sangat lezattt!" Gaby menelan salivanya.
"Tentu dong!" Ayu pun sudah tidak sabar untuk icip-icip.
"Kau tau kak, aku sebenarnya kangen ingin masak bersama dengan bunda seperti saat dulu bunda belum hamil, tapi jangankan untuk masak, untuk berjalan saja bunda sudah tidak kuat lama-lama!" Gaby mengingat keseruan saat ia dan bundanya dulu selalu menghabiskan akhir pekan mereka di dapur.
__ADS_1
"Jangan sedih, kan hanya tinggal beberapa Minggu lagi, habis itu bundamu pasti akan kembali memasak di dapur, kakak tau persis sifat bundamu, dia tidak akan pernah betah untuk tidak memasak sendiri makanannya!" Ayu memang sudah faham benar sifat kakak angkatnya itu.
"Semoga saja nanti setelah adikku lahir bunda bisa kembali beraktivitas dengan normal ya kak, aku sangat merindukan bunda!" Gaby berharap dengan sepenuh hati. Namun dia juga sangat paham kondisi kesehatan fisik sang bunda yang tidak begitu baik, terlebih setelah mengalami musibah yang hampir merenggut nyawanya.