
Sementara pesta sedang berlangsung, seseorang yang sejak acara dimulai, menatap dengan ekspresi yang sulit diartikan dari dalam sebuah mobil yang terparkir tepat di depan cafe. Matanya terus saja fokus menatap ke sudut cafe, tempat dimana Ayu duduk sendirian dan sibuk dengan lamunannya. Jantungnya berdegup kencang ketika gadis yang sejak tadi ditatapnya tiba-tiba berjalan keluar cafe dan mendekat ke arah mobilnya, seperti mencari-cari sesuatu.
"Bodohnya kau Ronald Anderson!" gerutu Ron dalam hatinya ketika melihat Ayu akhirnya menemukan apa yang dicarinya. Gadis itu berjalan ke arah kanan mobil Ron dan tersenyum pada seseorang yang berdiri disana.
"Tidak seharusnya kau bertindak bodoh seperti ini Ron!" umpatnya lagi di dalam hati merutuki kebodohannya ketika mengetahui kenyataan bahwa Ayu keluar cafe karena ingin menemui seorang pria yang tidak lain adalah Tian kakak kelasnya, pria yang sangat dibenci oleh Ron.
Tanpa menunggu lama, Ron membawa mobilnya keluar dari parkiran cafe dan meluncur dengan kecepatan diatas rata-rata untuk melampiaskan kekesalannya yang sudah datang secara diam-diam dan menerima kenyataan bahwa gadis yang dia ingin lihat sejak enam bulan lalu bersama dengan pria lain.
.........
"Kakak tidak ingin masuk dulu?" tanya Ayu ketika Tian hendak berpamitan.
__ADS_1
"Ah tidak, kakak kan tidak diundang, lagi pula tujuan kakak ke sini kan hanya ingin memberikan medali ini saja kok!" Tian menolak untuk masuk.
"Terima kasih ya kak, jadi merepotkan karena harus datang ke sini" Ayu merasa tidak enak.
"Jangan begitu, kan sekalian jalan searah, kakak juga kebetulan mau pergi ke Rumah Shinta dan bermalam mingguan" kata Tian dengan santai.
"Ciyeeeee akhirnya jadi juga kak?" kata Ayu menggoda Tian yang baru saja resmi berpacaran dengan Shinta teman satu kampus mereka.
"Jangan lupa ya pajak jadiannya!" Ayu menagih kepada Tian.
"Kamu mau di traktir apa memangnya?" Tian bertanya.
__ADS_1
"Apa saja yang penting enak hehehehe" Ayu terkekeh melihat Tian yang salah tingkah karena ia goda.
Sejak Ayu menolak cinta Tian, mereka justru jadi lebih akrab layaknya kakak dan adik. Tian tidak terlalu ambil pusing setelah ditolak oleh Ayu, karena pada dasarnya rasa sukanya kepada Ayu ternyata hanyalah rasa kagum saja karena gadis itu termasuk gadis yang hebat dalam bidang ilmu bela diri. Justru sejak saat itu Tian jadi sering curhat kepada Ayu saat dirinya sedang mendekati wanita lain, termasuk saat ia ingin mengajak Shinta berpacaran. Dengan senang hati Ayu pun membantu Tian mendekatkannya pada gadis yang dia sukai itu.
"Ya sudah, kakak jalan dulu ya, kasihan calon kakak ipar kamu nanti kelamaan menunggu hehehehe" Tian berseloroh.
"Isshhhhhh dasar!" Ayu agak sedikit geli dengan sikap Tian yang sok kepedean tersebut.
"Bye!" Tian kemudian berjalan menjauh dan melambaikan tangannya ke arah Ayu.
"Hati-hati di jalan kak, salam untuk Shinta ya!" seru Ayu sambil melambaikan tangannya mengantarkan kepergian Tian.
__ADS_1
Setelah memastikan Tian berlalu dari hadapannya dan membawa motornya menjauh dari cafe, kemudian Ayu kembali masuk ke dalam dan bergabung dengan keluarga yang lain, tanpa mengetahui bahwa sejak tadi sebenarnya pria yang ia nanti-nantikan datang dan mengamatinya dari jauh, bahkan Ron juga merasa cemburu dan akhirnya pergi begitu saja dengan kesalahpahamannya terhadap Tian.