Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO

Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO
Kejuaraan Bela Diri


__ADS_3

"Kak Sabtu besok Ayu boleh ijin pergi tidak?" gadis itu berbisik kepada Ananda saat semua berkumpul di ruang keluarga.


"Kamu mau pergi kemana dek?" Ananda menengok ke arah Ayu.


"Ini kak" Ayu menunjukkan sebuah surat undangan yang meminta dirinya menjadi perwakilan kejuaraan bela diri antar kampus.


"Kalau begitu biar Sita sama Abigail yang temenin ya" kata Ananda lagi.


"Gak usah kak, kan Ayu perginya sama temen-temen kampus" Ayu merasa tidak enak.


"Kan ini jauh, nanti kalau sampai malam gimana? lagi pula Sita sama Abigail juga jarang ke luar, jadi biar sekali-sekali mereka menikmati kerja sesuai job desknya lagi, kasihan mereka!" Semenjak Ananda cuti kuliah, Sita dan Abigail memang jadi jarang bertugas, mereka jadi lebih sering diperbantukan oleh Maya untuk mengerjakan tugas rumah yang lainnya.


"Ayu gak enak kak" Ayu benar-benar sungkan.


"Kalian lagi bisik-bisik apa sih?" Mike yang duduk di sebelah Ananda, berbicara dengan suara normal, membuat Ron dan gaby menoleh dari permainan catur mereka.


"Ini yah, Ayu minta ijin buat ikut kejuaraan bela diri mewakili kampusnya Sabtu besok, bunda bilang besok biar diantar sama Sita dan Abigail saja karena kan lokasinya jauh, takut pulangnya malam juga, tapi Ayu menolak, katanya gak enak ngerepotin!" Ananda menyodorkan suratnya kepada Mike.

__ADS_1


"Kamu jangan sungkan begitu yu, kamu bisa pakai semua fasilitas di rumah ini kalau memang diperlukan!" kata Mike mendukung Ananda.


"Iya baik" Ayu sebenarnya sangat senang diperlakukan layaknya seperti adik sendiri oleh Ananda. Namun biar bagaimana pun statusnya disini juga sebagai asisten pribadi Gaby, jadi dia tidak bisa semaunya sendiri. Bahkan sampai saat ini saja Ayu masih sungkan memanggil Mike dengan panggilan kakak karena posisinya adalah hanya pelayan.


"Kak Ayu Sabtu besok mau pergi ya?" Gaby penasaran.


"Iya, kak Ayu minta maaf ya karena tidak bisa memasak, kakak ada kejuaraan bela diri dari kampus" Ayu menyesal karena acaranya bertepatan dengan jadwal masak rutin mereka.


"Apa aku boleh ikut? aku mau dong nonton kak Ayu!" tanya Gaby antusias.


"Itukan acara untuk orang besar kak, dari kampus, jadi pasti hanya untuk mahasiswa saja!" Mike menjawab.


"Sebenarnya boleh-boleh saja, justru biasanya akan banyak keluarga yang menonton, tapi kan tempatnya jauh dan pasti pulangnya malam, kasihan nanti Gaby bisa kelelahan" Ayu memberi gambaran.


"Tuh kan boleh!!! bunda???" Gaby menunjukkan mode merajuk kepada Ananda karena tidak mendapat persetujuan dari Mike.


"Bagaimana yah?" Ananda tidak berani menjawab kalau Mike tidak menyetujui.

__ADS_1


"Biar uncle yang temani kalau begitu!" tiba-tiba Ron ikut bicara.


"Yessss, berarti boleh ya!?" Gaby langsung memeluk Ron.


"Pasti boleh dong, kan perginya sama uncle!" kata Ron pongah, Sementara Mike hanya bisa pasrah.


"Jadi kita pergi bertiga ya kak Ayu?" Gaby memberikan penegasan.


"Iya kita bertiga saja!" jawab Ron lagi tanpa persetujuan Mike dan Ananda.


"Maaf ya tuan Ron, jadi merepotkan" Ayu benar-benar tidak enak karena jadi melibatkan banyak orang.


"Santai, kan aku juga mau lihat kamu eheheheheh" Ron selalu menunjukkan sikap santainya.


"Jaga mereka berdua dengan baik, jangan sampai kenapa-kenapa!" Mike berbicara ketus seperti biasanya.


"Iya tenang saja, kau ini selalu saja tidak pernah percaya pada adik sendiri!" seloroh Ron.

__ADS_1


"Cih, bagaimana mau percaya, kau saja selebor begitu!" Mike menunjukkan wajah kesalnya.


"Ayah sudah ahhhh!" Ananda memberi kode dan mengingatkan Mike bahwa mereka sedang bertengkar di depan Gaby, Membuat Mike langsung terdiam dan Ron menyeringai jahil.


__ADS_2