
Peresmian cabang baru perusahaan Anderson dan peluncuran produk unggulan memang dilakukan secara bersamaan sekaligus perayaan ulang tahun nyonya Ruth sebagai salah satu komisarisnya.
Ananda dan Ayu yang biasanya tampil dengan gaya sederhana, kali ini disulap oleh make up artist menjadi bak seorang ratu. Mereka terlihat sangat cantik dan elegan dengan balutan gaun malam nan indah.
"Sayang kenapa kau sangat menggodaku?" Ron memeluk sang istri dari belakang saat mereka berada di kamar hotel tempat acara di langsungkan.
"Kak, jangan mulai, kita sudah mau kebawah!" Ayu melihat gelagat suaminya sudah mulai menjurus.
"Sedikit saja sayang" Ron menggerayangi bagian bawah.
"Kakkkkk!" Ayu protes.
"Baiklah. tapi nanti setelah acara kita lanjutkan ya?" Ron merengek.
"Ayo turun" Ayu menarik tangan suaminya menuju lift.
..........
"Kak Nanda" Ayu yang melihat sang kakak sedang bergandengan tangan dengan Mike langsung menghampirinya.
"Kau cantik sekali!" Ananda kagum dengan dandanan Ayu yang sangat berbeda dari biasanya.
"Kakak juga cantik!" Ayu balik memuji kakaknya yang juga cantik maksimal.
"Baiklah, karena kalian sudah berdua, maka aku dan Ron akan berkeliling dulu menyapa tamu undangan ya!?" kata Mike kepada istri dan adik iparnya.
"Iya sayang, kami akan menunggu kalian di sini!" kata Ananda kepada suaminya.
"Tolong jaga istriku ya kakak ipar, jangan sampai lecet!" Ron mengecup bibir istrinya.
"Kakkkk!" Ayu memekik malu karena suaminya selalu bertindak spontan di depan umum.
"Terbalik, seharusnya aku yang menitipkan istriku pada istrimu, karena dia yang jago bela diri!" Mike mengingatkan adiknya.
__ADS_1
"Oh iya juga ya!? hahaha" Ron tertawa kecil.
"Baiklah, ayo Ron!" kemudian Mike dan Ron berkeliling menemui tamu undangan VIP yang sudah mulai berdatangan.
Sementara itu di sudut hotel, Denise yang sejak awal memperhatikan interaksi keempat orang itu sangat kesal. Meskipun tidak mendengar apa yang sedang dibicarakan karena jarak mereka cukup jauh dan suara musik sangat kencang, namun dari bahasa tubuh yang ditunjukkan oleh Ron memperlihatkan bahwa memang ada hubungan spesial antara Ron dan Ayu yang membuatnya naik darah.
"Wah wah wahhhh, upik abu sudah menjadi Cinderella rupanya ya?" sindir Denise yang melihat Ayu sangat cantik malam ini.
Sementara Ayu yang disindir tidak menggubris dan melanjutkan obrolannya dengan Ananda.
"Hey, kau tuli ya? aku sedang bicara denganmu!" Denise yang diacuhkan sangat kesal.
"Anda berbicara padaku?" Ayu berpura-pura bertanya dengan ekspresi datar.
"Memang siapa lagi?" Denise sudah geram.
"Ada apa?" Ayu tetap dengan gaya santainya.
"Memangnya kenapa aku harus menjauhi kak Ron?" Ayu masih bersikap biasa.
"Ron itu milikku!" Denise meng-klaim Ron.
"Benarkah? apa kau ini istrinya?" Ayu mengejek.
"Sementara lagi aku akan menjadi istrinya!" kata Denise dengan percaya diri, tanpa mengetahui bahwa yang sedang diajak bicara olehnya adalah istri sah Ron.
"Ckck, sebegitu yakin kah kak Ron akan menikahimu?" Ayu mencibir membuat Denis memanas.
"Kau ini gadis kampung kurang ajar!" tangan Denise hampir melayang di pipi Ayu, namun gadis itu lebih sigap, ia segera memelintir tangan Denise ke belakang punggungnya.
"Dengar nona, aku tidak punya urusan dengan Anda, jadi Anda berurusan dengan orang yang salah!" kata Ayu dengan santai sambil terus memelintir tangan Denise.
Dalam hal berkelahi dan menghadapi masalah seperti ini Ayu memang lebih hebat dibandingkan Ananda, selain memang ia jago bela diri, nyali Ayu untuk menjawab setiap perkataan lawannya pun sangat besar.
__ADS_1
"Lepaskan aku! akan kuadukan kau kepada Ron!" kata Denise mengancam.
"Coba saja kalau bisa! hahahahaha" Ayu tertawa mencibir.
"Dasar wanita jalang!" Denise berteriak memaki Ayu.
"Wowwww apa kau sedang menghina dirimu sendiri?" Ayu mengejek.
"Lepaskan aku!" Denise memberontak, Ayu yang merasa bahwa lawannya tidak berbahaya melepaskannya begitu saja.
"Dasar kau wanita murahan, beraninya merebut Ron dariku!" Denise menyalak.
"Kalau kau mengatakan aku wanita murahan karena merebut Ron, lalu aku harus menyebutmu apa? toilet umum kah?" Ayu semakin mengejek.
"Kurang ajar! apa maksudmu?" Denise yang ingin menyerang kembali mengurungkan niatnya mengingat Ayu adalah lawan yang tangguh.
"Hemmm sepertinya kau lupa ya, baiklah aku tanya sekarang, dulu saat kau berpacaran dengan kak Ron, kau sudah tidur dengan berapa banyak pria sampai tidak tau siapa ayah dari bayi yang kau kandung? lalu setelah putus apakah kau sudah tobat? atau jangan-jangan malah makin menjadi-jadi? kalau ditotal, kira-kira sudah berapa banyak yang memakai tubuhmu itu?" Ayu menohok Denise.
"Kau!" Denise tidak bisa berkata-kata lagi, ia merasa sangat dipermalukan di depan umum.
"Kenapa? apa semua yang aku katakan benar? kalau benar, bukankah kau tidak ada bedanya dengan toilet umum yang dipakai oleh banyak orang? asal kau tau ya nona, suamiku itu tidak level memakai barang bekas, makanya dia lebih memilihku sebagai istrinya, karena aku masih original dan bersegel!" kali ini Ayu menang telak, Semua mata yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa tertegun melihat keduanya.
Ananda pun sampai berdecak kagum atas keberanian dan kehebatan adiknya itu. Ia bahkan sampai lupa meminta bantuan karena terperangah dengan adegan yang sedang terjadi. Sementara Ron yang menyaksikan bagaimana Ayu melawan, tersenyum puas dari kejauhan. Ia sangat bangga pada istri kecilnya itu.
"Sayang, ada apa ini?" Ron yang sudah melihat Ayu bisa mengendalikan situasi, kemudian menghampiri mereka berdua diikuti oleh Mike dan George dibelakangnya.
"Tidak ada apa-apa sayang, aku hanya sedang berkenalan dengan nona ini, tadi dia memperkenalkan dirinya sebagai kekasihmu" kata Ayu sambil bergelayut manja di tangan Ron.
"Oh ya Denise, aku lupa memperkenalkannya kepadamu ya? ini Ayu, dia istriku!" Ron merangkul pinggang istrinya dan mengecup bibir Ayu dengan lembut di depan banyak orang. Kali ini Ayu tidak bereaksi malu seperti biasanya, karena ia justru ingin membuktikan kepada Denise bahwa dialah pemilik Ron yang sebenarnya.
"Selamat menikmati pesta malam ini nona Denise, kami permisi dulu ya!" Ayu kemudian memberi kode pada Ron untuk berjalan menjauh dari kerumunan, diikuti oleh Mike yang juga mengajak Ananda mencari tempat yang lebih nyaman, meninggalkan Denise yang sedang diurus oleh George.
"Nona Denise, mohon kerjasamanya untuk bekerja dengan profesional jika Anda masih ingin menjadi model di perusahaan kami!" kata George dengan tegas, kemudian ia pun berjalan menjauhi Denise yang masih syok dan menjadi tontonan banyak orang.
__ADS_1