
Setelah semua orang disibukkan dengan segala macam persiapan pernikahan, akhirnya hari yang dinantikan tiba. Ayu dan Ron melangsungkan ikatan janji suci pernikahan mereka di Ballroom hotel bintang lima milik keluarga Anderson dengan segala fasilitas mewahnya. Makanan yang tersaji sangat berlimpah ruah dengan varian menu dan jumlah porsi yang besar.
Seluruh keluarga menggunakan seragam dengan sponsor merk fashion ternama milik rekanan Mall keluarga Anderson. Anak-anak panti yang selama ini hidup dalam kesederhanaan, dijamu dengan begitu mewahnya tanpa adanya diskriminasi sama sekali. Nyonya Ruth, Nyonya Merlyn dan Ibu Asuh juga terlihat sangat anggun dengan balutan gaun malam yang dipesan khusus untuk orang tua mempelai. Tuan dan Nyonya Aries juga menyempatkan diri hadir dan didaulat sebagai saksi dalam pernikahan. Lima gadis yang selama ini menjadi pelayan setia Ananda di kediaman Anderson pun mendapat kehormatan menjadi bridesmaid dan mengiringi Ayu maju ke pelaminan.
"Aku menyesal menikah denganmu sekarang!" Ron berbisik di telinga Ayu saat mereka sedang tidak mengobrol dengan tamu undangan.
"Kenapa?" Ayu terkejut dengan ucapan pria yang kini sudah menjadi suaminya itu.
"Iya, aku sangat menyesal menikahimu sekarang, seharusnya dari dulu aku sudah menyatakan cintaku!" Ron melemparkan senyum jahilnya, membuat Ayu merah merona.
"Ih kakak gombal" Ayu memukul manja lengan Ron.
"Panggil aku sayang mulai detik ini!" bisik Ron.
"Tidak mau!" Ayu menggeleng karena malu.
"Kau minta dihukum ya?" Ron kemudian mengecup bibir istrinya dengan lembut.
"Kakkkkkkk,, banyak orang, malu!" Ayu mendorong Ron agar menjauh darinya, namun usahanya gagal karena Ron sudah terlebih dahulu melingkarkan tangannya ke pinggang gadis itu.
__ADS_1
"Memang apa salahnya? aku kan mencium istri ku sendiri!" Ron mengerlingkan mata.
"Tapi ini kan di tempat umum!" Ayu cemberut membuat Ron semakin gemas.
"Dan ini hari pernikahan kita, jadi kita bebas berciuman di depan umum karena kita adalah Raja dan Ratunya!" Ron kembali mengecup bibir Ayu yang sontak membuat gadis itu semakin salah tingkah.
"Ayu, selamat ya sayang, akhirnya belah duren juga!" Seloroh salah seorang teman kampus Ayu yang datang bersama rombongannya. Tian dan Shinta pun termasuk dalam rombongan yang menghadiri pesta itu.
"Terima kasih ya kalian sudah mau datang" Ayu mengecup pipi teman-temannya satu-persatu.
"Astaga Ayu, dapet dimana sih kakak gemes model begini, aku mau dong kalo masih ada yang nganggur!" celetuk teman yang lain saat melihat betapa tampannya Ron. Sementara yang dipuji hanya mengulum senyum saja mendengar dirinya di sanjung-sanjung.
..........
"Sayang, maaf ya" Mike yang sedari tadi menggandeng Ananda berkeliling ruangan untuk menjamu para tamu penting, kemudian berhenti di sebuah sudut yang cukup jarang orang.
"Maaf untuk apa?" tanya Ananda.
"Maaf karena dulu aku tidak membuatkan resepsi pernikahan kita seperti ini" Mike menatap bersalah.
__ADS_1
"Tidak ada yang perlu dimaafkan yah, meskipun awal pernikahan kita tidak semulus Ayu dan Ron tapi yang terpenting adalah saat ini kita sudah hidup bahagia. Bagi bunda saat ini yang paling utama adalah kebahagiaan Anak-anak dan juga ayah. Selama kalian bahagia, bunda juga akan bahagia" Ananda tersenyum tulus.
"Terima kasih sayang atas semuanya" kemudian Mike mengecup pipi istrinya.
Mike sangat bersyukur mendapatkan istri yang sangat pengertian seperti Ananda. Meskipun usianya masih terbilang sangat muda, namun pola pikirnya sudah jauh melampaui usia yang sesungguhnya. Pengalaman hidup Ananda di panti asuhan sangat membuatnya bersikap dewasa.
..........
"Gaby sayang, kapan mau menginap di rumah grandma?" Nyonya Aries yang sedang melakukan pendekatan terhadap Gaby, membujuknya untuk mau menginap di kediaman Aries.
"Nanti kalau Gaby libur sekolah yang Grandma" kata Gaby.
"Memang kapan Gaby libur sekolahnya?" tanya nyonya Aries.
"Dua Minggu lagi, setelah kenaikan kelas" Gaby menjelaskan.
"Baiklah, kalau begitu nanti grandma akan minta ijin kepada ayahmu ya!" kata nyonya Aries kemudian.
"Oke grandma!" Gaby menjawab dengan polos sambil terus menikmati hidangan yang ada.
__ADS_1
Semua orang di dalam gedung larut dalam bahagia. Mereka semua berkesempatan mengobrol dan bercengkrama bersama orang-orang yang mereka kenal atau sayangi sambil menikmati hidangan mewah yang disajikan.