
"Bunda, kenapa kak Sita dan Kak Abigail ikut mengantarku ke sekolah, kan sudah ada pak supir?" Gaby bertanya kepada Ananda saat mereka sedang sarapan pagi bersama keluarga besar Anderson di rumah utama.
"Mulai sekarang Sita dan Abigail akan menjadi asisten pribadi kakak, jadi kemana pun kakak pergi mereka akan ikut!" kata Ananda kepada putrinya.
"Tapi bagaimana kalau bunda mau pergi kuliah?" Gaby bertanya.
"Bunda kan masih cuti melahirkan, masih sering di rumah, belum tau kapan akan masuk kuliah lagi, jadi lebih baik Sita dan Abigail menemani kakak saja!" Ananda menjadi lebih over protect terhadap anak-anaknya sejak kejadian beberapa hari lalu.
"Tapi nanti kalau bunda sudah kuliah lagi bagaimana?" tanya Gaby lagi.
"Nanti bunda dan ayah akan pikirkan kembali!" kata Ananda lagi.
"Hemm baiklah, terserah bunda saja" Gaby kini lebih nurut dengan semua yang dikatakan bundanya, karena ia tau itu pasti demi kebaikan dirinya juga.
Sementara Mike hanya menjadi pendengar saja tanpa membantah setiap perkataan yang diucapkan sang istri. Ia yakin bahwa semua yang Ananda lakukan adalah demi kebaikan Putri mereka.
"Ayo Ron, kita berangkat, nanti kesiangan!" Mike kemudian mengajak Ron berangkat.
..........
"Kenapa kau senyum-senyum sendiri seperti orang bodoh?" tanya Ron kepada Mike saat mereka sudah berada diperjalanan menuju kantor.
"Bukan urusanmu!" kata Mike ketus seperti biasa.
"Ckck dasar laki-laki judes!" Ron mencibir sang kakak.
"Kalau aku memberitahumu pasti kau akan berulah!" kata Mike dengan misterius.
"Apa?" Ron penasaran.
__ADS_1
"Bukan apa-apa!" Mike semakin misterius.
"Cih dasar pelit!" Ron mendengus kesal.
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam dalam pikiran masing-masing. Ron yang sedang menyetir fokus memperhatikan jalanan yang ada di sekelilingnya. Sementara Mike masih dengan pikirannya mempersiapkan diri untuk rencananya nanti malam bersama sang istri.
..........
"Selamat pagi tuan!" George yang sudah tiba terlebih dahulu menyapa Mike di ruangannya.
"Selamat pagi George!" jawab Mike dengan riang.
"Sepertinya hari ini Anda sedang bahagia?" tanya George kepada atasannya.
"Permen terakhirku habis hari ini, kau tau kan maksudnya?" Mike tersenyum penuh arti.
"Jadi Anda sudah bisa?" George ikut tersenyum karena paham akan maksud Mike.
"Oh ya, ngomong-ngomong hari ini ada kegiatan penting apa? bisakah kalau aku pulang lebih awal?" tanya Mike kepada asistennya itu.
"Tidak ada agenda penting tuan, hanya ada rapat internal saja setelah makan siang, setelah itu tidak ada kegiatan apa-apa lagi" jelas George.
"Bagus!" Mike menghempaskan tubuhnya di kursi kebesarannya, ia sudah tidak sabar menunggu nanti malam.
..........
"Bun" Mike pulang pada waktu yang tepat saat sang istri sedang mandi.
"Astaga!" Ananda terlonjak melihat suami sudah berdiri di ambang pintu.
__ADS_1
"Aku sangat merindukanmu!" Mike yang sudah tidak sabar langsung memeluk istrinya yang sudah polos.
"Ayah mau apa?" Ananda belum sadar bahwa ia sudah melalui masa nifasnya.
"Permen ayah sudah habis" bisik Mike di telinga sang istri.
"Tapi ini kan masih sore yah!" Ananda takut ada yang memergoki.
"Ayah sudah mengunci pintunya" Mike mengantisipasi, membuat Ananda tidak bisa mengelak lagi ajakan sang suami.
"Ayah ishhhhh,, ahhhhhhh" Mike mulai bergerilya di titip favoritnya.
"Ayah sudah menunggu ini sejak lama bunnn" Mike melepas semua yang ia kenakan dengan brutal.
"Ahhhhhhhhh,,, eughhhhhh,,,, ayahhhhhh!" Ananda yang juga sudah lama tidak mendapat perlakukan dari suaminya sangat mendambakan setiap sentuhan itu.
Setelah mengeksplor satu sama lain sambil membersihkan diri di bawah shower, kemudiannya Mike menggendong sang istri menuju tempat tidur untuk memulai pertarungan yang sesungguhnya. Mereka yang saling merindu akhirnya bisa melepaskan hasrat terpendamnya secara bersama-sama.
"Terima kasih untuk segalanya bunda, ayah sangat mencintai bunda" Mike mengecup kening sang istri dan mendekapnya dengan erat setelah pertarungan mereka selesai.
"Bunda juga sangat mencintai Ayah" balas Ananda sambil mengelus dada bidang sang suami.
..........
Halo semua, terima kasih untuk kesetiaannya membaca kisah ini. Mohon dukung Rosi terus ya melalui like, komen, vote dan juga hadiah.
Oya, untuk kisah Gaby di Novel "Malaikat Kecilku Gabriella" belum Rosi mulai ya, Rosi baru menulis beberapa bab awal untuk prolog saja yang berasal dari ringkasan novel ini. Tujuannya adalah supaya novelnya bisa langsung di review oleh pihak noveltoon dan bisa segera publish dan naik kontrak hehehehe. Selain itu Rosi juga ingin memberi sedikit latar belakang Gaby saat kecil supaya nanti jika ada pembaca yang baru bisa langsung paham alurnya tanpa harus membaca novel ini terlebih dahulu (meskipun harapannya dimulai dari membaca novel pertama dulu sih). Nah berhubung sekarang masih dalam tahap proses tebang pilih informasi yang perlu dan tidak perlu Rosi masukkan di novelnya Gaby, jadi bagi para sahabat yang sudah baca ini boleh diabaikan saja ya. Nanti Rosi pasti akan infokan di sini kalau Novel Gaby sudah ready ro read.
Terima kasih semuanya..
__ADS_1
Happy Reading...
Luv Luv...