Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO

Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO
Over Protect


__ADS_3

"Kenapa kau tidak bilang kalau ternyata kau ini nyonya besar di perusahaan kami?" Fani terbelalak ketika mengetahui kenyataan bahwa mahasiswa praktek di divisinya adalah istri CEO mereka.


"Aku hanya ingin mendapatkan nilai murni, kalau semua orang tau statusku pasti mereka sungkan!" Ananda tersenyum kikuk.


"Tapi aku sangat puas, dengan adanya kejadian ini maka semua orang jadi tau siapa Bimo yang sebenarnya!" Gusti tersenyum puas.


"Jadi maksudmu kau bersyukur istriku hampir menjadi korban kebejatan bajingan itu!?" Mike masuk ke dalam ruang HRD dengan santainya.


"Sayang!?" Ananda terkejut ketika Mike tiba-tiba memeluk dan menciumnya.


"Tuan Mike!? Ah tidak bukan itu maksudnya, maksud saya adalah dengan adanya istri Anda, maka bukti nyata lebih mudah kami tunjukkan, karena selama inikan pak Bimo selalu bersilat lidah kalau tidak ada saksi!" Gusti jadi serba salah.


"Hahahahhahahah, tenanglah, jangan panik begitu, aku tau maksudmu, aku hanya bercanda!" Mike tergelak melihat kepanikan diwajah anak buahnya.


"Maaf tuan!" Gusti benar-benar jadi salah tingkah.


"Sudahlah, aku kesini hanya ingin memberitahu kalian bahwa mulai hari ini kalian berdua akan memimpin divisi ini, Gusti akan menjadi kepala bagian dan Fani akan menjadi wakilnya, aku juga sudah meminta George untuk mencari staf sebanyak lima orang untuk membantu pekerjaan kalian!"


"Benarkah tuan?" Fani tak percaya.


"Terima kasih!" kata mereka berdua.


"Jangan berterima kasih padaku, berterima kasihlah pada istriku, karena dia sudah menceritakan segalanya!" kata Mike sambil mencium Ananda lagi.


"Terima kasih nyonya!" mereka kembali berterima kasih secara serempak.


"Jangan panggil aku nyonya, aku masih praktek di sini, jadi aku adalah bawahan kalian!" Ananda protes dan kembali membuat Mike tergelak.

__ADS_1


Setelah semua kejadian itu, Bimo mendapatkan hukuman yang setimpal, ia dikeluarkan secara tidak terhormat dari perusahaan karena telah melakukan kecurangan dalam bekerja. Ia juga dijebloskan ke ranah hukum dengan tuntutan perbuatan tidak menyenangkan dan perbuatan asusila. Semua bukti sudah dikumpulkan dan tidak bisa dihindari lagi. Kini divisi HRD sudah berada ditangan orang-orang yang tepat dengan pengawasan yang lebih ketat dari Mike dan George secara langsung.


.........


"Sayang, kenapa aku harus tambah pengawal segala sih!?" Ananda protes karena Mike merekrut seorang wanita tangguh untuk mengawal Ananda kemanapun dia pergi.


"Aku hanya tidak mau kau kenapa-kenapa!" kata Mike dengan santai.


"Tapi kan sudah ada Sita!" Ananda geram.


"Sita saja tidak cukup, buktinya kemarin dia kecolongan!" Sita memang sempat kena hukuman karena dianggap lalai mengawasi Ananda saat kejadian buruk itu terjadi.


"Tapi kan memang bukan salah Sita, mana ada mahasiswa yang sedang praktek kerja dikawal ketat!?" Ananda protes karena Sita jadi kena hukuman atas kesalahan yang tidak diperbuatnya.


"Sudahlah jangan bawel, mau aku lahap lagi?" tangan Mike sudah bergerilya di dalam selimut yang menutupi tubuh polos mereka.


"Aku tidak akan membiarkanmu pergi kemanapun!" senyum jahil tersungging di bibir Mike.


"Ihhhhh lepaskan, jangan sentuh aku!!!" Ananda memberontak.


"Coba saja kalau kau bisa!" kata Mike yang semakin senang melihat istrinya cemberut.


"Kau ini kenap,,," kalimatnya terhenti karena bibir Mike sudah lebih dulu membungkamnya.


"Ahhhh!" Ananda yang awalnya ingin protes malah terhanyut kembali dalam suasana romantis saat suaminya menyentuh bagian-bagian sensitifnya.


"Emmmmhhhhh!" Ananda terus bergelinjang merasakan sensasi dari sentuhan suaminya.

__ADS_1


Pergulatan hebat pun kembali berlangsung hingga mereka sama-sama kelelahan dan terlelap dalam buaian mimpi sambil berpelukan dengan erat hingga pagi.


..........


"Selamat pagi nyonya, perkenalkan saya Abigail, pengawal baru Anda!" kata wanita dengan tubuh tegap yang berdiri di hadapan Ananda.


"Selamat pagi Abigail, senang bisa berkenalan denganmu!" Ananda melemparkan senyumnya, meskipun hatinya masih kesal namun ia tetap harus menerima kenyataan bahwa suaminya tidak bisa terbantahkan.


"Mohon arahan Anda nyonya, apa yang harus saya lakukan untuk Anda!" Abigail menunduk dengan sopan dan hormat.


"Untuk saat ini aku tidak membutuhkan apapun, kau hanya perlu mengikuti apa yang sudah diperintahkan oleh suamiku saja!" kata Ananda sekenanya, ia benar-benar merasa bahwa merekrut pengawal ini tidak ada gunanya sama sekali.


"Ayo Sita, kita berangkat!" Ananda kemudian duduk di kursi belakang, sementara Sita menyetir dan Abigail duduk di kursi depan bersebelahan dengan Sita.


..........


"Ananda, siapa dia?" Fani menunjuk Abigail.


"Pengawal baru, suamiku merekrutnya untuk memastikan aku baik-baik saja!" jawab Ananda dengan kesal.


"Luar biasaaaa,, Sita saja ternyata tidak cukup ya? istri CEO memang beda!?" Fani terkagum-kagum.


"Hebatttt!" Gusti pun berdecak kagum dibuatnya.


"Ishhhh apa sih!" Ananda jadi risih sendiri.


Kini dengan segala keterpaksaan, kemanapun Ananda pergi, ia selalu dibuntuti oleh dua orang yang sudah seperti bayanganya saja.

__ADS_1


"Nasibku, kenapa seperti burung dalam sangkar emas begini sih!?" batin Ananda dengan lesu.


__ADS_2