Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO

Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO
Menjadi Seorang Chef


__ADS_3

"Kak, apa terigunya sudah cukup?" tanya Gaby antusias saat sedang menyiapkan bahan-bahan sebelum mencoba resep baru kudapan kesukaannya.


"Sudah, itu sudah lebih dari cukup" Ayu menakar gula yang sedang dia pegang.


"Apa bisa aku minta tolong ambilkan loyangnya?" tanya Ayu sambil menunjuk loyang kue yang ada di sebelah Gaby.


"Ini kak!" kata Gaby sambil menyodorkan loyangnya.


"Terima kasih" Ayu menerima loyang itu sambil tersenyum.


Akhir pekan memang sudah menjadi hari yang paling menyenangkan bagi Gaby dan juga Ayu. Kini kegiatan memasak sudah seperti rutinitas wajib bagi kedua gadis itu. Bagaimana tidak, mereka bisa dengan bebas mencoba semua menu masakan sesuai selera. Bakat memasak mereka berdua juga jadi semakin terasah. Kesamaan hobi memasak membuat mereka menjadi akrab seperti layaknya sahabat. Kehadiran Ayu dalam hidup Gaby dirasakan cukup berdampak baik oleh Mike dan Ananda, terlebih saat ini, ketika Ananda harus membagi waktunya dengan mengurus Raf, maka Ayu bisa menggantikan peran Ananda sebagai asisten dan memenuhi semua yang Gaby butuhkan.


..........

__ADS_1


Sementara itu di ruang keluarga,


"Sekarang aku hanya ingin menikmati hidupku saja kak!" kata Ruth pada akhirnya menyudahi perjuangan panjangnya untuk mencarikan Ron jodoh.


Setelah melewati drama panjang, akhirnya Ruth memilih untuk menyerah dan pasrah. Ia tidak mau lagi membebani hidupnya dan berharap terlalu berlebihan terhadap sang putra.


"Semua akan indah pada waktunya, percayalah!" Nyonya besar Merlyn memberikan penguatan kepada adik iparnya.


"Kau lihat kan bagaimana Mike dulu setelah Ella pergi? dia begitu dingin terhadap setiap wanita yang hendak aku jodohkan dengannya, tapi coba lihat sekarang, ketika cinta sudah menghampirinya, ia terlihat kembali hangat dan menjadi dirinya sendiri seperti dulu lagi!" nyonya besar mengenang masa-masa suram sebelum Ananda hadir di tengah keluarganya.


"Mama, Aunty, ini kudapannya" Ananda membawa nampan berisi kudapan hangat buatan Ayu dan Gaby yang baru saja matang.


"Wahhh ini enak sekali, apa ini buatan Gaby?" tanya nyonya Ruth dengan takjub.

__ADS_1


"Iya aunty, ini resep baru yang Gaby coba bersama Ayu" Ananda menjelaskan.


"Sepertinya bakat memasak Gaby sangat menonjol ya?" nyonya Ruth tidak henti-hentinya mengunyah.


"Dia memang ada bakat memasak aunty" Ananda sangat bangga dengan pencapaian putri pertamanya.


"Apa ini resep dari Ayu lagi?" nyonya besar penasaran.


"Iya ma, Ayu memang lebih jago memasak dari pada aku. Dulu saat di panti dia lebih sering mendapat jatah piket memasak, sementara aku lebih sering mendapat jatah mengasuh adik-adik kecil" Ananda menjelaskan.


"Ayu itu asisten pribadi Gaby kan?" nyonya Ruth tidak terlalu mengenal Ayu.


"Betul Aunty, Ayu adalah adik angkatku yang berasal dari panti. Ia baru saja lulus sekolah, saat ini sambil bekerja di sini sebagai asisten pribadi Gaby, ia juga sedang melanjutkan kuliahnya di jurusan tata boga, dia bercita-cita ingin menjadi seorang chef dan memiliki sebuah restoran, makanya ia sangat cocok dengan Gaby" Ananda bercerita.

__ADS_1


"Kalian hebat ya, meskipun hidup dalam segala keterbatasan namun tetap memiliki semangat juang yang besar. Andaikan putraku seperti kalian huffffffffff" nyonya Ruth menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Sabar ya Aunty" Ananda mengelus tangan nyonya Ruth sambil menguatkan hatinya.


__ADS_2