
Setelah menyelesaikan pergulatan panasnya, Ananda bersiap mandi untuk menyiapkan bahan-bahan membuat kue dengan sang putri.
"Awwwwww!!!" Ananda meringis kesakitan saat hendak berdiri dari tempat tidur.
"Kenapa Bun?" tanya Mike saat melihat istrinya kembali duduk.
"Perih!" Ananda mencoba lagi untuk berdiri.
"Sini ayah obati!" Mike yang masih polos langsung berdiri dan menggendong istrinya.
"Ayah!" Ananda terpekik saat Mike membawanya ke kamar mandi.
"Kita mandi bareng ya?" bisik Mike di telinga Ananda sambil membuka baju tidur yang baru saja dikenakan istrinya.
"Ayah malu!" kata Ananda yang kembali polos karena dilucuti oleh sang suami.
Tanpa aba-aba Mike langsung menyalakan shower dan kembali menggerayangi tubuh istrinya di bawah kucuran air.
"Emhhhh ayah, jangan lagi!" Ananda bergetar hebat merasakan sensasi yang disebabkan sentuhan suaminya.
"Sekali saja Bun, please!" Mike kini memeluk istrinya dan ******* bibirnya dengan ganas.
Ananda yang sudah tidak memiliki pertahanan diri lagi hanya bisa pasrah menerima semua perlakuan suaminya itu. Akhirnya pergulatan pun kembali terjadi.
"I love you bunda!" kata Mike dengan suara parau di telinga istrinya.
"I love you too ayah!" Ananda memeluk suaminya dengan erat.
Setelah cukup lama bermain air, akhirnya mereka sepakat untuk menyudahinya.
"Ayah harus tanggung jawab ya, bunda jadi semakin gak bisa jalan!" Ananda cemberut saat mereka sudah keluar dari kamar mandi dan bersiap untuk turun ke bawah.
__ADS_1
"Jangan cemberut gitu, nanti ayah lahap lagi nih!" Mike masih belum bisa melepaskan pelukannya.
"Ihhhhh ayahh, sudah dongggg!" Ananda memberontak.
"Abisnya bunda bikin gemes sih!" Mike mencium bibirnya lagi.
"Nanti Gaby nungguin kita!" Ananda melepaskan ciumannya dan mengingatkan suaminya bahwa mereka ada janji untuk membuat kue.
"Memang Bunda bisa jalan?" tanya Mike menggoda.
"Bisa, pelan-pelan!" Ananda mengangguk yakin.
Setelah berpakaian rapi, mereka pun akhirnya turun. Tidak lupa Ananda membawa sprei yang terkena noda darah akibat ulah suaminya tadi ke bawah untuk dia cuci sendiri.
"Taruh saja di keranjang, biar nanti diberesin sama pelayan!" Mike menunjuk keranjang pakaian kotor.
"Malu dong yah, nanti mereka bisa lihat bekas kita tadi!" Ananda merah merona.
"Ya sudah ayo kita turun!" Mike pun menggandeng tangan istrinya dengan lembut.
.........
"Ayah sama bunda kok lama banget sih?" Gaby protes saat melihat ayah dan bundanya baru turun pada pukul sembilan pagi, padahal biasanya sang bunda adalah orang pertama yang bangun diantara mereka bertiga.
"Maaf ya sayang, badan bunda agak sedikit sakit!" kata Ananda yang langsung duduk di kursi bar untuk meredakan nyerinya.
Sementara Mike hanya mengulum senyum melihat istrinya masih merasakan nyeri akibat ulahnya yang liar.
"Bunda lagi sakit?" Gaby cemas.
"Sedikit, bunda hanya agak susah berdiri saja!" kata Ananda saat hendak berjalan ke mesin cuci untuk mencuci sprei bekas mereka tadi.
__ADS_1
Setelah memastikan air, deterjen dan setelan tombolnya sesuai yang dikehendaki, Ananda pun kembali ke kursi bar dan duduk di sana tanpa banyak bergerak.
"Bunda yakin bisa memasak?" Gaby terlihat ragu.
"Bisa sayang, bunda baik-baik saja kok, hanya saja bunda harus banyak duduk!" Ananda menjelaskan.
"Oke, biar aku saja yang mondar-mandir bun!" kata Gaby.
Gaby pun akhirnya mulai bergerak mengambil semua keperluan yang akan mereka pakai untuk membuat kue. Ia melakukan semua yang diinstruksikan oleh Ananda dengan cukup cekatan. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa menyelesaikan adonan kulit pie dan juga buah apel yang harus diolah terlebih dahulu.
"Yeahhhh matang!" Gaby mengeluarkan pienya dari oven dengan hati-hati.
"Yeaaaaayyyyyy akhirnya!" Ananda pun senang.
"Yuk kita bawa ke meja makan, kita minta ayah jadi tester!" Ananda mengajak putrinya bergerak ke meja makan.
"Ayah, sini cobain dulu!" Gaby berteriak memanggil sang ayah yang sedang menonton TV di ruang keluarga.
"Memangnya sudah matang?" tanya Mike sambil memeluk istrinya yang sedang merapikan meja makan dari belakang.
"Ayo kita coba, sekalian habis itu kita makan siang, kan tadi kita belum sarapan!" kata Ananda sambil mengambilkan nasi untuk suaminya.
"Bagaimana yah?" tanya Gaby sambil menyuapi ayahnya.
"Emmmmmmm delapan puluh lima untuk percobaan pertama!" kata Mike dengan mulut penuh pie.
"Yeeeyyyy lumayan buat pemula!" kata Ananda membesarkan hati sang putri.
"Emmmm enakkk!" Gaby tidak bisa berhenti mengunyah pie buatannya sendiri.
Ia selalu senang dengan sesi memasak bersama sang bunda, karena apapun yang mereka masak selalu berhasil dan menggugah selera.
__ADS_1
Setelah menghabiskan seluruh Pie, mereka pun melanjutkan sesi makan siang dengan menu makanan berat seperti sup iga dan sate. Mereka bertiga menikmati kebersamaan di akhir pekan ini dengan perasaan yang benar-benar bahagia. Terlebih lagi bagi Mike dan Ananda, yang kini sudah benar-benar resmi menjadi suami istri seperti kebanyakan orang. Setelah melewati banyak keraguan diantara keduanya, akhirnya mereka pun bisa bersatu dan saling mengutarakan perasaan cintanya masing-masing.