
"Emhhhhh" Ayu yang masih terpejam merasa ada sesuatu yang bergerak-gerak di dadanya.
"Sayang" suara parau Ron terdengar di telinga Ayu yang masih sangat mengantuk karena sepanjang malam Ron terus saja menggempurnya habis-habisan.
"Kakkkkkkkk" Ayu memekik ketika sadar Ron sedang melancarkan aksinya di subuh nan indah.
"Eugghhhh" lenguh Ayu saat Ron menyentuh bagian yang paling sensitif, tubuhnya langsung bergetar hebat dan darah gadis itu langsung terpompa dengan cepat.
"Kak Ron" Ayu terus saja merespon setiap gerakan tangan suaminya yang sangat lihai.
"Sayang, aku sangat mencintaimu" Ron kini mulai mengungkung tubuh Ayu dan mengendusi setiap incinya.
"Kak ahhhhhhh" Ayu menggelinjang tak henti dan terus saja mengeluarkan suara-suara meracau yang sangat terdengar seksi di telinga suaminya.
Tanpa menunggu lagi, Ron yang melihat Ayu sudah pasrah langsung saja melancarkan serangan bertubi-tubi, membuat istrinya hanya bisa menerima tanpa perlawanan sama sekali.
"Terima kasih sayang" Ron mengecup kening istrinya saat ia sudah tuntas melaksanakan tugas mulianya. Sementara Ayu yang masih malu-malu hanya bisa menyembunyikan wajahnya yang merah merona dan penuh keringat di dada Ron.
"Kenapa kau diam saja hemm?" Ron penasaran dengan sikap Ayu yang jadi lebih pendiam sejak semalam.
"Aku malu" Ayu semakin meringsek di dada Ron.
"Kenapa malu? kau kan sudah jadi istriku, aku suamimu, kita sudah bebas melakukan apapun yang kita mau!" kata Ron yang sangat gemas dengan sikap polos istrinya.
__ADS_1
"Aku tau, tapi kan ini pengalaman pertamaku, aku belum terbiasa dan masih kaget dengan semua ini" Ayu salah tingkah.
"Berarti kalau gitu kau harus banyak berlatih supaya terbiasa, apa perlu aku ajari lagi sekarang juga?" Ron menggoda Ayu.
"Ishhhh kakkk, aku saja masih kesakitan, bagaimana mau lagi!?" Ayu protes dengan tawaran suaminya.
"Habis kau bilang belum berpengalaman, nah supaya kau mempunyai pengalaman yang banyak, maka kau harus banyak berlatih!" Ron kembali gencar menggerakkan tangannya.
"Kak sudah dulu, aku lelah dan lapar!" Ayu memasang wajah melasnya.
"Baiklah, kau mau makan apa?" tanya Ron yang melihat istrinya sangat kelelahan.
"Apa saja" jawab Ayu.
"Kenapa kita tidak turun ke bawah saja?" Ayu ingin keluar dari kamar.
"Apa kau yakin bisa berjalan?" tanya Ron sambil mengulum senyum.
"Bisa kok" Ayu dengan percaya dirinya mengangguk.
"Baiklah, terserah kau saja, ayo bangun!" Ron tidak mengatakan apapun, meskipun ia tau bahwa Ayu pasti akan merasakan nyeri saat ia berdiri nanti.
"Awwwwww" Ayu yang hendak berjalan kembali duduk dan menundukkan badannya menahan sakit.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Ron polos.
"Aku tidak bisa berjalan, ini sakit" Ayu meringis.
"Jadi lebih baik kita makan di kamar saja kan?" kata Ron dengan senyum penuh kemenangan.
"Kenapa kakak bisa tau kalau aku tidak bisa berjalan?" Ayu penasaran.
"Astaga sayang, apa kau benar-benar tidak tau kalau rata-rata gadis yang baru pertama kali melakukannya akan merasa sakit?" Ron benar-benar dibuat takjub oleh sikap polos istrinya.
"Tidak, aku tidak tau" jawab Ayu dengan wajah tidak berdosanya.
"Ya ampun, istriku ini benar-benar ingin dilahap habis ya?" Ron sungguh bahagia karena benar-benar mendapatkan gadis yang berkualitas unggul.
"Ihhhhh apa sih!" Ayu memukul manja.
"Jangan memancingku sayang!" Ron menyeringai jahil.
"Kakkkkk, aku lapar!" Ayu yang tidak ingin melakukannya lagi kemudian mengingatkan suaminya untuk segera memesan makanan.
"Baiklah nyonya Ronald Anderson, tunggu sebentar ya!" Ron berlagak seperti layaknya seorang pelayan yang sedang melayani majikannya, membuat Ayu tergelak.
Sepanjang hari mereka habiskan hanya di dalam kamar hotel. Ron yang masih menikmati awal kebahagiaanya bahkan tidak mengijinkan Ayu untuk berjauhan barang satu senti pun. Ia terus saja mendekap tubuh polos istrinya dan mengeksplornya, meskipun tidak sampai melahapnya habis karena istrinya sudah sangat kesakitan dan kelelahan.
__ADS_1