
"Kak, kenapa adiknya di dorong?" Ananda menegur Gaby dengan lembut saat ia mendorong Raf sampai terjatuh saat mereka sedang berada di ruang keluarga.
"Raf mengganggu aku!" Gaby berkata dengan ketus kepada sang bunda.
"Adik hanya ingin bermain dengan kakak" Ananda mengelus kepala putrinya.
"Aku tidak mau bermain!" kata Gaby lagi.
"Adik, jangan ganggu kakak ya, kita main berdua dulu oke?" Ananda menggendong Raf yang sedang berdiri di dekat Gaby dan Ingin meminta gendong kepada sang kakak.
"No no, tatak!" Raf yang sudah paham saat diajak berbicara menolak bundanya karena sejak libur sekolah Gaby tidak pernah main lagi bersama Raf.
"Kak, adik minta gendong" Ananda menyodorkan Raf kehadapan Gaby.
"Kalau cucuku tidak mau jangan dipaksa!" nyonya Aries membentak Ananda sambil mendorongnya dengan kasar.
"Mom, aku hanya ingin mengajak anak-anakku bermain bersama!" Ananda kaget dengan tindakan fikis nyonya Aries terhadapnya.
__ADS_1
"Cih, kau ini wanita penjilat, pura-pura baik di depan Mike supaya bisa menguras hartanya sajakan!?" nyonya Aries sangat ketus.
"Mom Aku,," Ananda meneteskan air mata dan tidak bisa melawan. Biar bagaimana pun nyonya Aries lebih tua darinya, sejahat apapun ia harus tetap bersikap sopan, begitu batinnya.
"Kau ini hanya memanfaatkan anakmu supaya Mike tidak pernah meninggalkanmu kan? lalu memperalat Gaby supaya suamimu lebih simpati kepadamu! iya kan?" wanita tua itu berkacak pinggang, sementara Gaby hanya terperangah tak percaya melihat tabiat sang grandma yang sangat kasar.
"nyonya ada apa?" Maya yang baru saja menerima telpon peringatan dari suaminya langsung siaga dengan segala kemungkinan terburuk.
"Bu Maya, tolong bawa Raf pergi, aku tidak mau dia melihat hal buruk!" Ananda menyerahkan putranya kepada Maya.
"Baik nyonya, saya akan segera kembali!" Maya kemudian berjalan menjauh dengan cepat karena hendak menyerahkan Raf kepada salah satu dari lima gadis kepercayaannya yang sedang berada di dapur dan kemudian kembali untuk mendampingi Ananda melawan nyonya Aries.
"Ckck, mana ada maling mengaku? kalau iya, pasti penjara akan penuh!" kata nyonya Aries yang semakin menjadi-jadi.
"Mom bisa tanya kepada Gaby, apa pernah selama ini aku jahat padanya? pernahkah aku membedakannya dengan Raf? bahkan aku selalu menomor duakan Raf jika Gaby sedang membutuhkan aku!" Ananda berkata jujur, Gaby pun sadar bahwa apa yang dikatakan oleh bundanya adalah kebenaran.
"Jangan banyak omong, ayo Gaby, lebih baik kau tinggal bersama grandma saja, rumah ini tidak baik untukmu!" kata nyonya Aries sambil menarik tangan kanan Gaby dan menaiki tangga menuju kamar Gaby untuk mengemas pakaian mereka.
__ADS_1
"Mom, jangan seperti ini, kalau Mom ingin membawa Gaby, setidaknya tunggu dulu sampai ayahnya pulang, bicarakan baik-baik!" Ananda menghalangi dengan menahan tangan kiri Gaby yang bebas.
"Grandma, Bunda!" Gaby sangat bingung.
"Lepaskan!" nyonya Aries menepis tangan Ananda dari Gaby.
"Tidak, aku tidak akan membiarkan siapapun membawa putriku pergi dari rumah ini tanpa seijinku dan juga suamiku!" Ananda sudah mulai melakukan perlawanan. Ia masih bisa bersabar jika harga dirinya saja yang diinjak-injak, namun jika sudah berurusan dengan anaknya, maka Ananda bisa berubah menjadi singa betina yang sangat ganas.
"Ohhh berani kau ya?" nyonya Aries yang merasa tertantang mendorong Ananda dengan sangat keras hingga Ananda kehilangan keseimbangan.
"BUNDA!" Gaby berteriak histeris saat melihat sang bunda jatuh terpelanting dari atas tangga dan membentur lantai bawah dengan sangat keras.
"Gaby ayo!" nyonya Aries menarik cucunya.
"Tidak grandma, aku tidak mau pergi!" mata Gaby terbuka dengan situasi yang dialaminya sekarang. Ia berlari dengan kencang menuju tempat sang bunda berbaring dengan dahi yang penuh dengan darah.
"Astaga nyonya?" Maya yang sudah kembali dari menitipkan Raf sangat histeris melihat Ananda sudah tidak sadarkan diri, sementara Gaby menangis tersedu-sedu di sampingnya.
__ADS_1
"Tante Maya, tolong bunda!" Gaby menangis sejadi-jadinya saat sang bunda tak kunjung sadar.