
"Sayang, jangan banyak bergerak dulu!" Mike kini lebih over protect kepada istri dan anaknya.
"Bunda kan hanya ingin jalan-jalan saja yah, sudah tidak betah berlama-lama di kasur" kata Ananda kesal karena suaminya jadi jauh lebih cerewet.
"Baiklah tunggu sebentar, ayah ambilkan kursi roda dulu ya" Mike mengecup pipi istrinya yang kini sudah mulai merona setelah hampir dua tampak pucat seperti mayat.
"Kapan bunda boleh pulang?" Ananda bertanya kepada suaminya saat mereka sudah berada di tengah taman rumah sakit.
"Dokter bilang besok atau lusa kita bisa pulang ke rumah" Mike berjongkok untuk mensejajarkan posisi dengan istrinya.
"Ayah tidak ke kantor?" Ananda mengelus wajah suaminya yang sudah tidak terawat sejak mereka tinggal di rumah sakit.
"George yang akan membawa pekerjaan kantor ke sini, jadi ayah bisa bekerja sambil menjaga bunda" Mike mengenggam tangan sang istri dengan erat.
"Terima kasih ayah, maaf jadi merepotkanmu!" Ananda merasa bersalah karena suaminya harus meninggalkan pekerjaan kantor yang sangat banyak hanya untuk menjaga dirinya.
"Bagi ayah, saat ini yang paling terpenting di dunia ini adalah bunda dan anak-anak" Mike mengecup bibir Ananda lembut.
"Ayah, ini di tempat umum!" Ananda merona karena malu.
"Ayah sangat merindukanmu Bun" bisik Mike menggoda ditelinga Ananda, membuat istrinya bergidik geli.
__ADS_1
"Ayahhhh!!!" meskipun mereka sudah menikah kurang lebih delapan bulan, namun Ananda masih saja bersikap malu-malu saat Mike mengeluarkan jurus rayuan mautnya. Sampai saat ini, bagi Ananda rasanya masih seperti mimpi bisa menikah dengan pria yang sangat sempurna dalam segala sisi seperti Mike.
"Hahahahhahahah" Mike tergelak melihat istrinya tersipu. Kesedihan yang dia rasakan begitu mendalam beberapa hari belakangan ini seperti sirna begitu saja saat melihat istrinya kembali tersenyum.
.........
"Sini kak, biar ayu yang bantu bereskan!" Ayu memasukkan beberapa barang pribadi Ananda ke dalam tasnya.
"Kak Ayu nanti jadi menginap kan di rumah?" Gaby yang selama beberapa hari ini menjaga sang bunda ditemani oleh Ayu, merasa bahwa kehadiran gadis itu seperti menjadi oase tersendiri di tengah rasa sedihnya. Kehadiran Ayu rasanya hampir sama seperti saat pertama kali Ananda hadir dalam hidupnya satu tahun lalu.
"Tapi kakak kan belum ijin sama ibu asuh" kata Ayu sambil tersenyum.
"Baiklah, nanti bunda bantu bilang ya" Ananda mengangguk.
Sesungguhnya ia sendiripun sangat rindu pada Ayu, semenjak ia keluar dari panti, sudah lama sekali rasanya ia tidak pernah memiliki waktu berkualitas hanya berdua saja dengan Ayu.
"Yeeyyy asik, makasih bunda!" Gaby memeluk sang bunda dengan erat.
"Sama-sama sayang" Ananda membalas pelukannya.
"Ayo, kita pulang, George dan Maya sudah menunggu kita di luar!" Mike membawa kursi roda kehadapan Ananda.
__ADS_1
Mereka pulang dengan menggunakan dua mobil. Mike dan Ananda naik ke mobil Mike yang dikendarai oleh George dan didampingi oleh Maya. Sementara Gaby lebih memilih naik ke mobil Ananda bersama Ayu, Abigail, Sita dan supirnya Gaby.
..........
"Woahhhhhh keren sekali rumahnya!!" Ayu yang belum pernah sama sekali berkunjung ke Rumah keluarga Anderson berdecak kagum melihat bangunan mewah yang ada dihadapannya.
"Ayo kak kita turun!" Gaby menggandeng tangan adik angkat bundanya itu menuruni mobil.
"Kau sangat beruntung Gaby!" Ayu terus saja bersikap norak, membuat Sita dan Abigail tersenyum melihat ulang lugunya.
"Nyonya, selamat datang!" Nani, Tika dan Desi berhamburan memeluk Ananda secara bergantian.
Mereka sangat bahagia melihat Ananda kembali dengan selamat, setelah selama beberapa hari hanya mendengar kabarnya melalui Maya.
"Apa kalian baik-baik saja?" Ananda justru mencemaskan ketiga teman baiknya.
"Harusnya itu pertanyaan kami untuk Anda nyonya!" Desi berkaca-kaca di ikuti anggukan oleh Tika dan Nani.
"Ayo masuk!" Mike mendorong kursi roda yang diduduki oleh Ananda. Mereka langsung masuk ke dalam kamar dan beristirahat.
Sementara Ayu dan Gaby masuk ke kamar Gaby. Berbeda dengan Ariana, saat ini justru Mike yang meminta Ayu untuk tidur sementara di kamar Gaby selama sang bunda dalam masa pemulihan supaya Gaby tidak terlalu banyak mengganggu waktu istirahat bundanya.
__ADS_1