Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO

Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO
Baby Twin


__ADS_3

"Kak, perut aku sakit" keluh Ayu saat bangun tidur. Ia memang sudah mulai merasakan kontraksi yang cukup konsisten beberapa kali sejak tengah malam.


"Apa sudah mau lahiran?" tanya Ron panik mengingat usia kandungan istrinya sudah mencapai sembilan bulan.


"Sepertinya begitu" kata Ayu.


"Kalau begitu ayo kita ke Rumah sakit!" Ron kemudian membantu Ayu berpakaian dan menggendongnya ke halaman.


"Dek, kamu kenapa?" Ananda yang sedang mempersiapkan sarapan terkejut.


"Ayu mau lahiran kakak ipar" ujar Ron tanpa menghentikan langkahnya.


"Astaga" Ananda menutup mulutnya karena panik.


"Awwwwww" Ayu berteriak ketika kontraksinya mulai kumat.


"Sabar ya sayang" Ron terus berjalan.


"Kakak panggil ayahnya Gaby dulu ya" Ananda berlari ke dalam kamar dan membangunkan suaminya.


"Kalian menyusul saja kakak ipar, aku akan berangkat terlebih dahulu bersama Ayu!" Ron takut Ayu tidak bisa menahan jika harus menunggu lagi.


"Baiklah, segera kami menyusul" kata Ananda yang sedang menyusuri tangga menuju kamarnya.


..........


Setibanya di rumah sakit, Ayu langsung dibawa ke ruang bersalin untuk diperiksa.


"Bagaimana dok?" tanya Ron cemas.


"Masih bukaan lima tuan, kita tunggu beberapa waktu lagi ya" kata sang dokter.


"Berapa lama lagi istri saya harus menunggu?" Ron benar-benar tidak berpengalaman.

__ADS_1


"Tergantung kondisi fisik nyonya dan bayinya tuan, akan berbeda tiap orang" jawab dokter itu lagi.


"Kakkk" Ayu sudah terlihat pucat dan berkeringat menahan sakit.


"Apa istri saya bisa normal?" tanya Ron melihat kondisi istrinya yang sangat lemah.


"Jika nyonya yakin, mudah-mudahan bisa tuan" sang dokter menenangkan Ron yang dari tadi sangat cemas dan panik.


"Ron" Mike dan Ananda masuk ke dalam ruangan.


"Kak" Ayu memanggil Ananda.


"Iya dek, kakak disini, tenang ya atur nafasnya" Ananda menggenggam tangan adiknya.


"Ayu takut" ia menatap sang kakak.


"Ayu pasti bisa, optimis ya" Ananda memberi semangat.


"Permisi, sepertinya sudah bisa" kata sang dokter yang baru saja mengecek bukaan terakhir Ayu.


"He em" Ron yang memang belum pernah mendampingi orang melahirkan terlihat polos.


"Apa ayah sengaja ingin merekamnya?" tanya Ananda dengan curiga saat melihat suaminya sangat tidak sabar menonton adegan Ron teraniaya.


"Ini akan jadi dua kali lipat lebih seru dibandingkan penderitaan ayah waktu lahirnya Raf dulu bun!" kata Mike yang memang hanya sekali merasakan dijambak dan dicakar oleh Ananda, sebab saat proses melahirkan Sera Ananda sudah bisa lebih mengendalikan diri dan melampiaskannya hanya dengan menggenggam tangan Mike saja.


"Ayo nyonya, tarik nafas dan dorong" kata sang dokter sambil mengamati jalan lahir sang bayi.


"eughhhhhhhh" "Awwwwwwww" Ayu dan Ron sama-sama berteriak kesakitan karena Ayu memang mencengkram kepala Ron dengan brutal sehingga banyak rambut suaminya yang rontok.


"Sekali lagi lebih kuat nyonya, sudah hampir keluar!" kata sang dokter sambil tersenyum melihat bagaimana CEO tampannya berubah jadi kacau karena sang istri.


"Eughhhhhhhhhhhhh" "Aaaawwwwwwwww" kembali suami istri ini berteriak bersamaan karena menahan sakit.

__ADS_1


"Owek owek" bayi pertama berjenis kelamin laki-laki sudah keluar dan langsung ditangani oleh seorang perawat untuk dibersihkan.


"Untunglah sudah lahir" Ron bernafas lega karena bisa lepas dari cengkraman sang istri.


"Kak, sakit!" Ayu mengeluh lagi.


"Sial aku lupa!" dengus Ron yang lupa kalau bayi yang dikandung sang istri kembar.


"Ayo nyonya, kita berjuang sekali lagi ya, tarik nafas yang dalam dan dorong" kata sang dokter mengarahkan.


"Eugggggghhhhhhhhhh" Ayu mendorong sang bayi


"Awwwwwwwwwwwww sakittttttt yangggggg" untuk kedua kalinya Ron merasakan cengkraman sang istri. Jika tadi hanya rambut yang rontok, kini kulit tangannya menjadi banyak goresan karena kuku Ayu cukup panjang untuk melukai tubuh suaminya yang mulus itu.


"Ayo nyonya sekali lagi lebih kuat" sang dokter memberi dukungan.


"Eughhhhhhhhhhhhh" Ayu mendorong sekuat tenaga agar bayinya bisa keluar.


"Awwwwwwww awwwwwww Awwwwwwww" Ron berteriak histeris karena benar-benar merasa kesakitan.


"Owek owek" bayi kedua berjenis kelamin perempuan pun lahir dengan selamat.


"Sayang" Ron yang masih merasakan sakit, perih dan nyeri di sekujur tangan dan kepalanya menatap istrinya dengan perasaan haru.


"Kak, bayi kita" Ayu tidak bisa membendung air matanya.


"Iya sayang, bayi kita sudah lahir, sehat semua, laki-laki dan perempuan" kata Ron sambil mengecup kening sang istri.


Sementara di sudut ruangan Mike masih cekikikan mendokumentasikan proses persalinan Ayu.


"Ayah!" Ananda menepuk suaminya dengan gemas.


"Apa bun?" Mike memasang wajah polosnya.

__ADS_1


"Dasar jahil!" Ananda geleng-geleng.


"Ini akan jadi hadiah paling indah yang akan Ron terima dari kakak tersayangnya atas kelahiran baby twin!" Mike kembali terkikik geli.


__ADS_2