Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO

Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO
Perjalanan Jauh


__ADS_3

"Aku dibelakang ya, kak Ayu duduk di depan temenin uncle nyetir" ucap Gaby ketika mereka berjalan dari dalam rumah menuju mobil.


"Oke nona cantik" jawab Ron sambil nyengir.


"Hati-hati di jalan ya, jangan telat makan, bunda sudah bawakan bekal buat kalian makan siang nanti" kata Ananda.


"Iya bunda" Gaby kemudian mencium tangan Ananda.


"Kak Ron, jaga mereka baik-baik ya" pesan Ananda kepada Ron.


"Pasti kakak ipar" Ron menggerakkan tangannya seperti sikap hormat.


"Sayang nanti disana harus ikut dan dengarkan semua yang dibilang sama uncle Ron dan kak Ayu ya!" Ananda seperti tidak rela melepaskan putrinya pergi jauh tanpa pendampingan darinya.


Baru kali ini Gaby pergi jauh tanpa dirinya dan Mike semenjak ia menjadi bundanya Gaby. Karena lokasi pertandingan cukup jauh dan perjalanannya memakan waktu yang cukup panjang, Ananda agak terlihat khawatir.


"Ayu berangkat dulu ya kak, doakan Ayu menang" gadis itu kemudian mencium tangan kakak angkatnya.


"Pasti kakak doain kamu bisa menang, yang semangat ya dek!" Ananda memeluk Ayu dan mengusap punggungnya lembut untuk menyalurkan energi positif.

__ADS_1


Sementara Mike yang sedang menggendong Raf dan berdiri di belakang Ananda hanya bisa melihat bagaimana istrinya sangat perhatian terhadap keluarganya.


"Ayah, aku berangkat ya" Gaby mencium tangan Mike.


"Jangan nakal ya kak!" pesan Mike kepada putri sulungnya.


"Oke yah" Gaby membuat bentuk lingkaran dengan menyatukan telunjuk dan jempolnya, tanda bahwa ia mendengarkan wejangan sang ayah.


"Kak, aku berangkat dulu" Ayu pun mencium tangan Mike.


"Good luck ya yu, semangat ya!" Mike memberi dukungan kepada gadis yang sudah ia anggap seperti adik iparnya sendiri.


"Ayo kita jalan, nanti keburu siang bisa macet!" Sementara Ron sudah menyalakan mesin mobil dan duduk di balik kemudi.


Mereka bertiga pun berangkat meninggalkan Mike dan Ananda beserta Raf yang masih tertidur pulas di gendongan Mike.


"Bun, ayo, aman sepi!" Mike menggoda istrinya.


"Ih apa sih, masih pagi juga, ayah mesum ah" Ananda menggelengkan kepalanya dan meninggalkan Mike yang terkekeh geli melihat tingkah istrinya.

__ADS_1


..........


"Memang sejak kapan Ayu suka bela diri?" Ron membuka perbincangan saat mereka memasuki jalan tol.


"Sejak SD, dulu waktu bapak asuh masih ada kami selalu diajarkan bela diri, namun setelah beliau meninggal, hanya beberapa anak saja yang masih suka latihan di padepokan dekat panti, termasuk Ayu" kenangnya.


"Kamu hebat ya, ternyata selain jago masak kamu juga jago bela diri, jarang loh perempuan yang suka bela diri kayak kamu!" Ron kagum pada gadis ini.


"Tuan Ron terlalu memuji" Ayu tersipu.


"Ayu, kamu jangan panggil aku tuan dong, panggil saja nama aku" Ron risih dengan sebutan 'tuan' yang selalu di pakai Ayu untuk memanggil namanya.


"Tapi kalau hanya panggil nama saja kan tidak sopan" gadis itu sangat sungkan.


"Ya sudah panggil kak Ron saja kalau begitu! kamu juga panggil Mike dengan sebutan kak Mike kan?" Ron akhirnya memutuskan.


"Emmmm, iya baik tuan, eh kak" Ayu salah tingkah.


"Gak usah salah tingkah gitu dong, mentang-mentang aku ganteng kamu jadi grogi hehehehe" Ron berseloroh membuat Ayu semakin malu dan merona merah bak kepiting rebus.

__ADS_1


Sementara di kursi belakang Gaby sedang asik bermain dengan gadget nya sambil menyantap kudapan yang dibawakan oleh sang bunda. Ia seolah tidak peduli dengan percakapan yang dilakukan kedua orang dewasa yang ada di kursi depan.


__ADS_2