Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO

Gadis Yatim Piatu Kesayangan CEO
Kepulangan Nyonya


__ADS_3

"Aunty mau pesan apa?" Ananda bertanya pada nyonya Ruth.


"Ruth? apa aunty baik-baik saja?" nyonya besar melihat adik iparnya menatap ke arah arena bermain anak-anak.


"Aunty?" Akhirnya Ananda memberanikan diri mencolek nyonya Ruth.


"Eh iya kenapa?" Ruth tersadar dari lamunan nya.


"Mau pesan apa nyonya?" Maya mengulang pertanyaan Ananda.


"Aku air minum saja, hot tea" jawab nyonya nyonya Ruth.


Setelah semua pesanan menu datang, mereka langsung memakannya sambil diselingi percakapan seputar kehidupan sehari-hari.


Namun lagi-lagi Ruth hanya menimpali sekenanya saja, terlihat dia begitu fokus memperhatikan Gaby yang sedang bermain bersama Ayu.


"Andai saja Ron sudah menikah dari dulu, mungkin sekarang cucuku sedang bermain-main bersama Gaby disana" ucapan nyonya Ruth terlontar begitu saja, membuat semua orang terdiam seketika.


"Kau sangat beruntung kak, bisa punya dua menantu yang sangat baik, aku sangat iri padamu" kemudian menatap Ananda dengan senyum sendunya.


"Aunty" Ananda tercekat, ia bisa melihat kesedihan yang mendalam di wajah Tante suaminya itu.


"Ruth" Nyonya besar menggenggam tangan nyonya Ruth dengan erat.


"Apa nyonya tidak mau mencoba sekali lagi?" akhirnya Maya angkat bicara.


"Aku takut Maya, aku takut akan berulang kembali penolakan itu!" Ruth meneteskan air mata.


..........

__ADS_1


"Terima kasih untuk segalanya sayang" nyonya Ruth memeluk Ananda untuk yang terakhir kalinya sebelum masuk ke dalam mobil.


"Tante jangan sungkan, sering-seringlah kesini menengok kami" Ananda membalas pelukan dengan lembut untuk memberikan penguatan sebelum berpisah.


"Mama pulang ya nak, jaga dirimu baik-baik" gantian nyonya besar memeluk menantunya.


"Hati-hati di jalan ya ma" menyambut pelukan mertuanya.


Karena merasa tidak ada lagi yang perlu dilakukan, akhirnya nyonya Ruth memutuskan untuk pulang dan meninggalkan Ron tetap berada di rumah itu.


"Grandma besok-besok kesini lagi ya?" Gaby memeluk manja kedua grandmanya secara bergantian.


"Iya sayang, besok-besok grandma datang lagi ya buat nengokin Gaby sama Raf" kata nyonya Ruth.


"Raf sayang, jangan rewel ya, jagain kakak Gaby dan Mama ya nak" nyonya Ruth tidak habis-habis nya menciumi pipi gembul Raf dengan gemas. Ia merasa berat harus meninggalkan bayi mungil itu karena secara tidak langsung Raf membuatnya terhibur dan melupakan kesedihannya terhadap sikap Ron.


"Bye bye Raf" kata kedua grandma setelah masuk ke dalam mobil dan bersiap pergi.


Setelah mobil menghilang dari balik pagar, akhirnya merekapun masuk ke dalam rumah.


"Ayu, ajak anak-anak main di ruang keluarga ya, aku akan siapkan makan malam dulu" kata Ananda sambil menyerahkan Raf kepada gadis itu.


"Iya kak" sambil menggendong Raf dan kemudian mengajak Gaby ke ruang keluarga.


..........


"Apa mereka sudah pulang?" tanya Mike saat istrinya sedang melepaskan dasi.


"Sudah, tadi aunty terlihat begitu sedih, aku jadi kasihan" Ananda yang memiliki empati tinggi merasakan kesedihannya.

__ADS_1


"Sayang, sudahlah, jangan terlalu diambil pusing, biarkan mereka menyelesaikannya sendiri" Mike kemudian mengecup bibir istrinya dengan lembut.


"Sudah sana mandi dulu biar segar" Ananda yang melihat gelagat suaminya langsung mendorong tubuh kekarnya.


"Temani ya?" Mike berbisik ditelinga sang istri, membuatnya spontan bergidik geli.


"Aku mau menyiapkan makan malam" Ananda berkilah.


"Sebentar saja, plisssssss" Mike memasang wajah melasnya yang sudah pasti membuat Ananda luluh.


Tidak menunggu lagi, Mike langsung menggendong Ananda dan melucuti semua pakaian istrinya.


"Sayang euhggggg" Ananda melenguh saat Mike bergerilya menyusuri setiap inci kulit mulusnya.


"I Miss you so much honey" Mike menyalakan kran air yang berada di atas kepala mereka.


Sejak Raf lahir, aktivitas harian mereka memang menjadi lebih berkurang intensitasnya. Sering kali saat Mike sedang melakukan pemanasan, tiba-tiba saja Raf menangis, sehingga mau tidak mau Ananda harus meninggalkan aktivitas mereka dan menenangkan Raf di kamarnya.


"Ahhhhhhh" Ananda bergelinjang hebat saat mereka berada di puncaknya.


Karena waktu makan malam yang sudah dekat, mereka pun akhirnya hanya bermain dengan singkat. Namun demikian tetap membuat keduanya merasa bahagia dan terbang ke awan.


"Ayo yah, anak-anak kasihan menunggu" Ananda bergegas memakai pakaiannya.


"Nanti setelah makan malam kita lanjut ya bun?" Mike menyeringai usil.


"Ihhhhh nakal!" Ananda menepuk lengan suaminya dengan manja membuat Mike tergelak.


"Ayo!" Mike pun menggandeng tangan istrinya untuk turun menuju ruang makan.

__ADS_1


__ADS_2