God Of Darkness

God Of Darkness
Chapter 113 - Keadaan Semua Kelompok


__ADS_3

Dunia Tersegel, Tanah Keputusasaan


Di suatu tempat di Tanah Keputusasaan, tiga wanita sedang beristirahat di sebuah gunung yang tidak terlalu tinggi.


Ketiganya tidak seperti kultivator karena mereka tampak seperti menikmati hidup.


Dihadapan ketiga wanita itu, ada beruang raksasa yang sedang di bakar. Aroma yang keluar pun terasa sangat nikmat dan pasti membuat selera makan siapa saja meledak.


Mereka bertiga tidak lain adalah Cai'Zi, Ren Yui dan Yu Ling Er.


Yu Ling Er menatap beruang yang hampir matang. Ia meneteskan air liurnya karena sudah lama sekali semenjak terakhir kali ia makan. Karena, para makhluk yang telah mencapai level tinggi, mereka bahkan tidak perlu makan selama ribuan atau bahkan puluh ribuan tahun. Dan untuk makhluk yang telah mencapai Tier True God, mereka bahkan tidak makan sama sekali dalam kurun waktu ratusan ribu atau bahkan jutaan tahun.


“Bibi.. apakah daging ini masih lama matang?” Yu Ling Er tidak dapat menahan rasa laparnya lagi dan menatap beruang dengan tatapan rakus.


“Tunggulah wanita bar-bar! Kau sangat tidak sabaran sama sekali!” Ren Yui menatap Yu Ling Er dengan tatapan tidak puas karena seperti seseorang yang tidak pernah makan sama sekali.


Yu Ling Er sama sekali tidak peduli dengan perkataan Ren Yui dan terus menatap beruang sambil menelan air ludahnya berkali-kali.


“Tunggulah sebentar Ling Er.. tidak akan lama lagi akan matang. Lagi pula kamu tidak mungkin menghabiskan beruang raksasa ini seorang diri. Juga, aku telah mencampur bumbu dari herbal tingkat tinggi. Jika kamu serakah, tubuhmu akan meledak nanti.” ucap Cai'Zi dengan nada lembut seperti biasa.


Setelah 79 tahun berada di Tanah Keputusasaan, Ren Yui dan Yu Ling Er tidak berani lagi terlalu berisik di dekat Cai'Zi karena mereka telah menerima pukulan maut terakhir kali.


“Yui.. apa kamu mendengar raungan seekor Naga sebelumnya? Aku tidak tau mengapa bahwa Naga itu sangatlah berbahaya.” ucap Cai'Zi sambil menatap putrinya.


Ren Yui terdiam sejenak karena perkataan ibunya. Setelah hening beberapa saat, ia kemudian berkata dengan nada sedikit ragu. “Ya ibu, sebagai Beast Race, aku tentu dapat merasakan makhluk seperti itu. Tetapi, aku tidak pernah tau ada makhluk jenis Naga seperti itu. Yang aku rasakan, Bloodline-nya jauh lebih tinggi dari binatang suci, dan juga, itu sedikit mirip dengan Azure Dragon.”

__ADS_1


“Lebih tinggi dari garis darah binatang suci? Makhluk seperti apa itu?” Cai'Zi mengerutkan keningnya.


“Aku tidak tau.. tetapi aku merasakan hal familiar dari Bloodline-nya. Aku tidak tau kapan bertemu makhluk seperti itu, yang pasti aku merasa seperti merasakan energi kenalan lama.” Ren Yui menggelengkan kepalanya karena perasaan familiar itu tentang Bloodline Kirin milik Ren Yuu.


Tentu sebagai penerus dari Ouroboros Snake God, dan keturunan langsung dari Absolute Dragon God, Ren Yui tentu merasa familiar. Sebab, di zaman lampau, Kirin dan Absolute Dragon God adalah dua makhluk awal yang sering bersaing untuk menentukan siapa yang terkuat walaupun sebenarnya Absolute Dragon God adalah yang terkuat diantara ketiga Naga Awal.


Tetapi, karena garis darah yang telah pudar, Ren Yui tidak memiliki informasi itu lagi dan hanya merasakan perasaan familiar.


Cai'Zi merenung untuk beberapa saat lalu menggelengkan kepalanya. “Sudah 79 tahun kita berada di Tanah Keputusasaan, tetapi belum ada informasi tentang ayahmu sama sekali.”


Saat kata-kata itu terucap, Ren Yui memasang wajah sedih karena ia sudah sangat merindukan ayahnya.


Sementara itu, Yu Ling Er langsung tersadar dan menundukkan kepalanya. Nafsu makannya pun tampak pudar karena mengingat Gurunya, tentu ia sangat ingin bertemu dengan Gurunya.


“Jangan bersedih, kita akan pasti bertemu dengannya dalam waktu dekat.” Cai'Zi mencoba menghibur Ren Yui dan Yu Ling Er.


“Ya ibu, kita pasti bertemu dengan ayah..”


“Ya bibi, kita pasti bertemu dengan Guru..”


Ren Yui dan Yu Ling Er berkata bersamaan dan memasang senyum cerah di wajah mereka berdua.


Cai'Zi tersenyum kembali dan membuat pedang dari petir, ia kemudian memotong beruang sambil berkata. “Ayo kita nikmati hidangan ini terlebih dahulu. Setelah itu kita akan bergerak.”


**

__ADS_1


Di tempat lain, ada lima orang yang saat ini sedang bersama. Empat diantaranya menatap seorang pria yang berdiri di puncak tebing.


Pria itu tidak memakai pakaian bagian atas dan terlihat banyak tato di sekujur tubuhnya. Rambut hitam panjangnya di hembuskan oleh angin yang membuat pria itu tampak sangat misterius.


Kelima dari mereka tidak lain adalah Lan Yehuang, Ji Yan, Ji Xian dan Bei Xu, dan yang di tebing adalah Xiao Bai.


Mereka telah bertemu dalam waktu sekitar 20 tahun yang lalu. Awalnya mereka ingin berpisah, tetapi bertemu dengan makhluk kuat dan mereka harus bekerjasama untuk menjatuhkannya. Semenjak itu, mereka tau bahwa jika berpisah, mereka akan mengalami kesulitan. Dan dengan itu, mereka berlima akhirnya berpergian bersama.


“Dia sudah berada di situ selama beberapa hari, apa yang terjadi padanya?” tanya Ji Xian heran sambil menatap ke arah Xiao Bai.


Ji Yan merenung sejenak, ia merasa tau apa yang terjadi. Ia adalah yang paling mengerti Xiao Bai karena mereka sering bertarung. Awal pertarungan mereka pun hampir saling bunuh. Jika Lan Yehuang tidak menghentikan mereka berdua, kemungkinan mereka akan mati kelelahan. Semenjak itu, Ji Yan dan Xiao Bai saling menghormati dan menjadi teman baik, serta setiap hari mereka akan berlatih tanding dan kekuatan mereka pun meningkat pesat.


“Itu dikarenakan raungan Naga sebelumnya. Tampaknya Xiao Bai mengenal siapa itu.” jawab Ji Yan.


Bei Xu tetap diam mendengarkan. Biksu botak itu tidak lagi terlalu dingin dengan tujuan untuk balas dendam, kini ia telah memiliki banyak teman walaupun awalnya ia merasa sulit untuk bergaul.


Lan Yehuang menatap Xiao Bai dengan seksama. Ia tentu sudah mendengar dari Xiao Bai tentang ceritanya bahwa Ren Yuu adalah teman baiknya. Semenjak itu, ia selalu bersama dengan Xiao Bai, ia merasa bahwa bersama mereka semua, ia akan bertambah kuat dan dapat menemukan keberadaan adiknya, Lan Xiuro.


“Biarkan dia untuk beberapa saat. Jika dia sudah tenang, kita akan bergerak lagi. Kini tujuan kita adalah tempat terakhir dengan tanda berwana hitam. Walaupun itu sangat berbahaya, jika kita bersama, kita pasti bisa melewati semua rintangan.” ucap Lan Yehuang.


Ji Yan, Ji Xian dan Bei Xu mengangguk dengan perkataan Lan Yehuang. Setelah sekian lama bersama, mereka akhirnya sudah seperti sebuah keluarga.


Di sisi lain, Xiao Bai menatap ke arah kejauhan. Banyak pikiran rumit yang terlintas di matanya.


“Nenek moyang Azure Dragon yang dikatakan telah punah, Kirin..”

__ADS_1


__ADS_2